Di Persidangan, Gisel-Nobu Ngaku Lebih dari 5 Kali Berhubungan Intim

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ada fakta baru yang diungkap dalam persidangan kasus video syur Gisella Anastasia alias Gisel dan Michael Yukinobu Defretes alias Nobu. Mereka disebut melakukan hubungan intim lebih dari lima kali.

Sidang terkait kasus video syur Gisella dan Nobu menjatuhkan hukuman penjara semilan bulan pada PP, yang diduga menyebarkan video tersebut.

Tapi, menurut pengacara PP, Roberto Sihotang, sosok yang pertama kali menyebarkan video itu adalah Gisel. Jebolan pencarian bakat itu mengirimkan video syur itu kepada Nobu.

“Terbukti di persidangan bahwa yang pertama kali mengupload video itu Gisel, lalu kemudian yang pertama kali mengirimkan video itu juga Gisel ke Nobu,” ujar Roberto.

Gisel mengirimkan video tersebut melalui sebuah aplikasi di smartphone ke Nobu. Hal tersebut menjadi bukti di persidangan.

“Melalui aplikasi apa ya itu, airdrop atau apa gitu yang sesama Apple. Nah sudah terbukti di persidangan, si Gisel yang pertama kali mengirimkan ke Nobu gitu,” katanya.

Video syur berdurasi 19 detik itu membuat geger dunia maya pada 6 November 2020. Awalnya, Gisel membantah dirinya ada di dalam video itu. Kemudian, Nobu lebih dulu yang mengaku sebagai pemeran pria dalam video, baru kemudian diikuti pengakuan dari mantan istri Gading Marten itu.

“Mereka membuat video itu bukan pertama kali. Mereka sudah beberapa kali membuat video. Artinya mereka berdua sudah setuju untuk membuatkan video (asusila),” ujarnya.

“Mereka berhubungan intim di fakta persidangan lebih dari 5 kali. Kalau di video itu adanya di Sumatra Utara, tapi mereka juga pernah melakukan hubungan di Palembang, Surabaya atau di mana gitu saya lupa. Itu pengakuan Gisel sendiri kok dan Nobu juga mengakui itu,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini