Mata Indonesia, Kulon Progo – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Kulon Progo, Yuriarti, menyebut hingga 30 Januari 2026 pihaknya sempat mencatat 80 kasus aktif PMK.
Namun kini jumlahnya mulai menurun karena sekitar 50 persen dari sapi yang terpapar sudah dinyatakan sembuh.
“Sekarang sudah mulai turun karena 50 persen dari 80 kasus tersebut sudah sembuh,” kata Yuriarti kepada wartawan, Senin 2 Februari 2026.
Sempat Tertinggi di DIY karena Pelaporan Rutin
Jumlah kasus PMK di Kulon Progo sempat menjadi yang tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada awal 2026.
Yuriarti menegaskan, angka tersebut tinggi karena pihaknya konsisten melakukan pelaporan temuan di lapangan secara rutin.
Meski kasus sempat meningkat, Yuriarti menegaskan tidak ada laporan kematian sapi akibat PMK di wilayahnya. Salah satu faktor utama adalah penanganan cepat oleh petugas kesehatan hewan di lapangan.
“PMK itu memang angka paparannya tinggi, namun untuk kematiannya tidak setinggi penyakit hewan lainnya seperti antraks,” ujarnya.
Kunci Pencegahan Kematian: Daya Tahan Tubuh Sapi
Menurut Yuriarti, faktor paling dominan yang membuat sapi terhindar dari kematian akibat PMK adalah daya tahan tubuh.
Karena itu, sapi yang terpapar harus segera mendapatkan penanganan berupa obat pereda nyeri, anti radang, anti infeksi, serta vitamin.
“Langkah tersebut penting untuk mempercepat pemulihan sekaligus mencegah infeksi sekunder yang dapat memperparah kondisi ternak,” ungkap dia.
DPP Kulon Progo Terima 9.200 Dosis Vaksin PMK
Sebagai langkah pencegahan sekaligus menekan penularan, DPP Kulon Progo menyiapkan vaksinasi PMK mulai Februari 2026. Vaksin akan diprioritaskan untuk wilayah yang masih nihil kasus agar sapi tetap aman dari paparan.
Sementara itu, pemantauan dan penanganan masih dilakukan terhadap sekitar 40 sapi yang saat ini masih terpapar hingga semuanya dinyatakan sembuh.
Kepala DPP Kulon Progo, Trenggono Trimulyo, mengatakan pihaknya telah menerima 9.200 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat. Vaksin diberikan kepada sapi yang sudah dinyatakan sehat sepenuhnya.
“Vaksin diberikan sebanyak dua kali dengan jarak enam bulan antara pertama dan kedua,” jelas Trenggono.
Menurutnya, vaksinasi rutin setiap enam bulan sekali menjadi langkah penting agar sapi tidak kembali terpapar PMK.
Saat ini, pelaksanaan vaksinasi tinggal menunggu penjadwalan petugas di lapangan.
