Paling Populer

Berita Terkini

Optimalisasi CKG dalam Meningkatkan Kesehatan Berkualitas bagi Lansia

Oleh: Ayu Swastika )*Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menunjukkan peranstrategisnya sebagai instrumen utama pemerintah dalam membangunkualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok lansia. Di tengah meningkatnya angka harapan hidup, kebutuhan akan layanankesehatan yang bersifat preventif menjadi semakin penting. Pemerintah secara konsisten mendorong penguatan deteksi dini sebagaipendekatan utama guna mengurangi beban penyakit kronis yang selamaini mendominasi penyebab kematian nasional.Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwapemeriksaan kesehatan minimal satu kali dalam setahun merupakanlangkah mendasar yang perlu dilakukan seluruh masyarakat. Penekanantersebut didasarkan pada tingginya angka kematian akibat penyakit tidakmenular seperti stroke, jantung, dan gagal ginjal. Tingginya angka kematian akibat penyakit tidak menular ini menunjukkanbahwa masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan deteksi dinisecara optimal, padahal langkah tersebut dapat menjadi kunci dalammencegah perkembangan penyakit ke tahap yang lebih serius.*) Pengamat Kebijakan SosialData yang dihimpun menunjukkan bahwa stroke menjadi penyebabkematian tertinggi dengan kisaran ratusan ribu kasus setiap tahun, disusuloleh penyakit jantung, kanker, dan gangguan ginjal. Fakta inimemperlihatkan bahwa ancaman penyakit kronis masih sangat nyata, terutama bagi lansia yang memiliki kerentanan lebih tinggi. Dalam pandangan Menkes, penyakit-penyakit tersebut sebenarnyamemiliki periode laten selama beberapa tahun sebelum mencapai kondisifatal. Pada fase inilah intervensi melalui pemeriksaan rutin menjadi sangat krusial untuk menekan risiko kematian.Upaya pencegahan tersebut dapat dilakukan melalui pemantauanindikator kesehatan dasar seperti tekanan darah, gula darah, dan kadarkolesterol. Ketiga indikator ini menjadi parameter penting dalammengidentifikasi potensi penyakit sejak dini. Namun dalam praktiknya, banyak masyarakat yang mengabaikan kondisitersebut karena tidak merasakan gejala yang signifikan. Akibatnya, diagnosis sering kali baru dilakukan ketika penyakit sudah memasukitahap lanjut, sehingga penanganan menjadi lebih kompleks dan berisikotinggi.Dalam konteks ini, optimalisasi CKG menjadi solusi konkret yang dihadirkan pemerintah untuk menjawab tantangan tersebut. Program initidak hanya menyediakan layanan pemeriksaan secara gratis, tetapi juga memastikan adanya tindak lanjut berupa pengobatan maupun rujukanmedis. Dengan pendekatan yang terintegrasi, CKG mampu memperkuatsistem layanan kesehatan primer yang berfokus pada upaya promotif dan preventif.Dukungan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalammemperluas jangkauan program ini. Wali...

Lewat Sekolah Rakyat, Negara Tegaskan Pendidikan Bukan Komoditas

Mata Indonesia, Jakarta - Program Sekolah Rakyat kembali ditegaskan sebagai wujud komitmen negara dalam memastikan pendidikan menjadi hak dasar seluruh anak, bukan komoditas yang...

CKG Kesehatan Berkualitas untuk Mewujudkan Lansia Sehat dan Mandiri

Oleh: Yusuf Achsan )*Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menegaskan posisinyasebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitaskesehatan masyarakat, khususnya bagi lansia. Dalam menghadapitantangan penuaan populasi, pemerintah tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menempatkan pencegahan sebagai prioritasutama. Pendekatan ini menjadi fondasi penting untuk memastikan lansiatetap sehat, mandiri, dan produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memandang bahwa investasipada deteksi dini bukan sekadar intervensi medis, melainkan bagian daristrategi pembangunan jangka panjang. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa CKG berperan dalam meningkatkan umurharapan hidup sehat. Deteksi dini memungkinkan penyakit dikenali sejaktahap awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sekaligus menekan biaya pengobatan yang berpotensi membebanimasyarakat.Dalam perspektif yang lebih luas, pendekatan promotif dan preventif yang diusung pemerintah melalui CKG mencerminkan transformasi sistemkesehatan nasional. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak lagihanya diukur dari jumlah pasien yang sembuh, tetapi dari semakinbanyaknya masyarakat yang mampu mempertahankan kondisi sehat. Hal ini menjadi sangat relevan bagi lansia yang rentan terhadap penyakitkronis, sehingga membutuhkan intervensi yang lebih terarah sejak dini.Program CKG juga terintegrasi dengan penguatan layanan kesehatanprimer, terutama melalui peran puskesmas sebagai garda terdepan. Pemerintah berupaya memastikan akses layanan kesehatan dapatmenjangkau hingga tingkat desa. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan menjadi faktor kunci dalammemperluas jangkauan program. Pendekatan ini menunjukkan keseriusanpemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.Selain berfokus pada penyakit tidak menular, CKG juga berkontribusidalam penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis. Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin P. Octavianus, memandang bahwa program inimenjadi pintu masuk penting untuk memperluas skrining dan menemukankasus lebih awal. Pemerintah menempatkan pemberantasan tuberkulosissebagai salah satu prioritas nasional, dengan menekankan pentingnyadeteksi dini serta kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hinggatuntas.Tantangan penanganan tuberkulosis di...

Sekolah Rakyat Jamin Hak Dasar Pendidikan Masyarakat

Oleh: Tiana Pramesti )*Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi penegasan nyata bahwa negara mengambil peran aktif dalam menjamin hak dasar pendidikan bagi seluruh masyarakat, khususnya kelompok rentan. Program...

Tembus 5,61 Persen, Ekonomi Indonesia Awal Tahun Tunjukkan Ketahanan Solid

Mata Indonesia, Jakarta - Kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tercatat tetap kuat dengan pertumbuhan mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/y-o-y). Angka...

Pilihan Editor

UU PPRT Disambut Hangat, Buruh Apresiasi LangkahNyata Pemerintah

Oleh: Donny Hutama )*Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) menjadi tonggak penting dalam perjalanan kebijakanketenagakerjaan nasional. Regulasi ini tidak hanya menandai hadirnyanegara dalam memberikan perlindungan hukum bagi pekerja sektordomestik, tetapi juga menjadi jawaban atas aspirasi panjang yang telahdiperjuangkan selama lebih dari dua dekade.Momentum pengesahan UU PPRT disambut hangat oleh kalangan buruhyang menilai kebijakan tersebut sebagai langkah konkret pemerintahdalam menghadirkan keadilan. Dukungan ini mencerminkan adanyakepercayaan terhadap arah kebijakan pemerintah yang semakin responsifterhadap kebutuhan pekerja, khususnya kelompok yang selama ini beradadi sektor informal.Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, memandang pengesahan UU PPRT sebagai kemenangan bagipekerja rumah tangga di seluruh Indonesia. Ia menilai kehadiran regulasiini menjadi bukti nyata bahwa negara telah memberikan perlindunganyang layak setelah proses perjuangan yang panjang. Ia juga menekankanbahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari komunikasi intensif antarapemerintah dan serikat pekerja yang berlangsung secara konstruktif.Lebih lanjut, Andi Gani mengungkapkan bahwa dialog yang terjalin antarapemerintah, parlemen, dan kalangan buruh sebelumnya telah membukaruang pembahasan berbagai isu ketenagakerjaan, termasuk RUU PPRT. Menurut Andi Gani, proses tersebut menunjukkan bahwa pendekatankolaboratif mampu menghasilkan kebijakan yang berpihak padakepentingan masyarakat luas.Di sisi lain, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menilai pengesahan UU PPRT sebagai tonggak sejarah bagi pekerja sektor domestik. Ia menegaskanbahwa regulasi ini merupakan wujud pelaksanaan amanat konstitusi yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pekerjaan danpenghidupan yang layak. Dengan demikian, negara memiliki kewajibanuntuk memastikan seluruh pekerja, termasuk pekerja rumah tangga, mendapatkan perlindungan hukum yang memadai.Puan juga menekankan bahwa UU PPRT membawa perubahanmendasar dalam struktur hubungan kerja pekerja rumah tangga. Hubungan yang sebelumnya bersifat informal kini diarahkan menjadihubungan kerja formal yang memiliki kepastian hukum. Langkah ini dinilaipenting untuk memberikan pengakuan yang lebih kuat terhadap profesipekerja rumah tangga sebagai bagian dari sistem ketenagakerjaannasional.Regulasi tersebut turut mengatur berbagai aspek penting, seperti bataswaktu kerja yang wajar, hak atas waktu istirahat, serta hak cuti dalamberbagai kondisi. Selain itu, perlindungan terhadap keselamatan dankesehatan kerja juga menjadi perhatian utama dalam undang-undang ini. Pemerintah dipandang memiliki peran strategis dalam memastikanimplementasi kebijakan tersebut berjalan efektif di lapangan.Puan menilai bahwa kehadiran UU PPRT juga memberikan kepastian bagipemberi kerja dalam menjalankan hubungan kerja yang lebih profesional. Dengan adanya aturan yang jelas, potensi konflik dapat diminimalkan, sekaligus menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis danberkeadilan.Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, melihatpengesahan UU PPRT sebagai bentuk nyata dari semangat emansipasiperempuan yang terus hidup hingga saat ini. Ia menilai bahwa tanpaperlindungan hukum, gagasan emansipasi hanya akan menjadi retorikatanpa makna. Oleh karena itu, kehadiran UU PPRT dianggap sebagailangkah penting untuk memutus rantai eksploitasi yang selama ini terjadidi ruang domestik.Lestari juga menyoroti fakta bahwa jutaan pekerja rumah tangga di Indonesia selama ini belum mendapatkan perlindungan hukum yang spesifik. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai persoalan, mulai dariketidakjelasan upah hingga kerentanan terhadap kekerasan. Dengandisahkannya UU PPRT, negara dinilai telah mengambil langkah awaluntuk menghadirkan perlindungan yang lebih menyeluruh.Lestari menekankan pentingnya tindak lanjut dari pengesahan undang-undang ini melalui sosialisasi yang masif di seluruh daerah. Selain itu, pembentukan mekanisme pengaduan yang mudah diakses sertapenerapan sanksi yang tegas juga menjadi kunci agar perlindungan yang diatur dalam undang-undang dapat dirasakan secara nyata.Pengesahan UU PPRT juga dipandang sebagai simbol kehadiran negarabagi kelompok marginal yang selama ini belum sepenuhnya tersentuhkebijakan. Regulasi ini membawa harapan baru bagi pekerja rumahtangga untuk memperoleh hak-haknya secara adil dan setara, sekaligusmeningkatkan kesejahteraan mereka.Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan ini menunjukkan bahwapemerintah tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi jugapada pemerataan perlindungan sosial. Pendekatan ini dinilai pentinguntuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.Respons positif dari berbagai pihak menegaskan bahwa UU...

PP Tunas Perkuat Komitmen Pemerintah terhadap Perlindungan Anak

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah terus mempertegas komitmennya dalam melindungi anak di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik...

Tidak Benar Pemerintah Anti Kritik, Justru Sebaliknya, Demokrasi Membaik

Mata Indonesia, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hal Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Prof Yusril Ihza Mahendra membantah tudingan Barisan...

Membantah Narasi Pesimis Barisan Oposisi, Publik Makin Optimistis pada Pemerintahan Prabowo

Oleh: Ardiansyah Pratama, Pengamat Politik dan Kebijakan PublikNarasi pesimisme yang belakangan digaungkan oleh kelompok yang menamakan diri BarisanOposisi Indonesia (BOI) patut diuji secara kritis. Di tengah derasnya tudingan terhadap kinerjapemerintahan Prabowo Subianto, fakta-fakta empiris justru menunjukkan arah yang berbeda: penguatan sistem tata kelola negara terus berjalan, dan fondasi ekonomi nasional tetap kokoh. Dalam konteks ini, publik semakin rasional dalam memilah antara kritik konstruktif dan opiniyang tidak berbasis data.Salah satu indikator penting dari keseriusan pemerintah dalam membangun tata kelola yang bersih adalah penguatan reformasi antikorupsi berbasis sistem. Kolaborasi antara KomisiPemberantasan Korupsi dan Arsip Nasional Republik Indonesia menjadi contoh konkretbagaimana pencegahan korupsi tidak lagi hanya mengandalkan pendekatan penindakan, melainkan diperkuat melalui sistem administrasi yang transparan dan akuntabel.Ketua KPK Setyo Budiyanto disebut memandang pengelolaan arsip sebagai fondasi pentingdalam membangun sistem pengawasan yang kredibel. Ia menekankan bahwa digitalisasi danautomasi dokumen menjadi agenda strategis ke depan, meski tetap dihadapkan pada kebutuhanmenjaga dokumen fisik untuk kepentingan pembuktian hukum. Dengan demikian, reformasiyang dijalankan dinilai menyentuh aspek fundamental, bukan sekadar formalitas kelembagaan.Di sisi lain, Kepala ANRI Mego Pinandito menggarisbawahi bahwa kualitas kearsipan nasionalmemiliki korelasi erat dengan efektivitas pengawasan dan potensi risiko korupsi. Ia menilaipenurunan indeks pengawasan kearsipan nasional harus dijadikan momentum evaluasi untukmemperkuat sistem pengawasan berbasis data. Dalam pandangannya, intervensi melaluiMonitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) perlu didorong agar tidak hanyaberorientasi administratif, tetapi juga mampu menciptakan integrasi sistem lintas lembaga.Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap kekurangan, melainkan menjadikannya sebagai pijakan untuk perbaikan berkelanjutan. Di sinilah letakperbedaan mendasar antara kritik berbasis data dan kritik yang cenderung membangun persepsinegatif tanpa landasan kuat. Narasi yang dibangun BOI, menurut sejumlah pengamat, justrumengabaikan dinamika perbaikan yang sedang berlangsung.Lebih jauh, transformasi sistem melalui integrasi teknologi seperti aplikasi SRIKANDI menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun interoperabilitas data. Hal ini pentinguntuk memastikan bahwa setiap proses administrasi dapat ditelusuri secara transparan, sekaligusmeminimalkan celah korupsi. Kolaborasi lintas lembaga yang mencakup peningkatan kapasitassumber daya manusia hingga kemungkinan pertukaran pegawai juga menegaskan bahwareformasi dilakukan secara menyeluruh.Tidak hanya pada aspek tata kelola, bantahan terhadap narasi pesimisme BOI juga terlihat jelasdalam sektor ekonomi. Klaim pelemahan ekonomi yang digaungkan tidak sejalan dengan data resmi yang menunjukkan stabilitas makroekonomi Indonesia. Inflasi yang terkendali, defisitanggaran yang tetap terjaga, serta rasio utang terhadap PDB yang relatif rendah menjadiindikator bahwa ekonomi nasional berada dalam kondisi sehat.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa disebut menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan danBelanja Negara (APBN) tetap dalam kondisi kuat dan kredibel di tengah dinamika global. Iamemandang strategi pengelolaan kas yang proaktif, termasuk penempatan dana pemerintah di sektor perbankan, mampu menjaga likuiditas sekaligus mendorong aktivitas ekonomi. Kebijakantersebut dinilai sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya belimasyarakat.Dari perspektif global, Chief Economist IQI Global Shan Saeed juga menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Ia melihat stabilitas makroekonomi, disiplin fiskal, sertakonsistensi kebijakan sebagai faktor utama yang menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengahtekanan global. Bahkan, kinerja Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi turut memperkuatkeyakinan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.Data investasi yang terus tumbuh serta peningkatan penyerapan tenaga kerja semakinmemperkuat optimisme tersebut. Realisasi investasi yang tinggi menunjukkan bahwakepercayaan investor terhadap Indonesia tetap terjaga. Hal ini menjadi indikator bahwakebijakan pemerintah mampu menciptakan iklim usaha yang kondusif.Dalam konteks ini, publik tampaknya semakin cerdas dalam membaca situasi. Narasi pesimismeyang tidak didukung data perlahan kehilangan relevansi di tengah keterbukaan informasi. Masyarakat lebih memilih berpijak pada fakta dan capaian nyata dibandingkan opini yang bersifat spekulatif.Optimisme terhadap pemerintahan Prabowo tidak muncul secara tiba-tiba. Ia tumbuh darikombinasi antara kebijakan yang terukur, kinerja yang dapat diverifikasi, serta arahpembangunan yang jelas. Tantangan memang masih ada, namun langkah-langkah yang diambilmenunjukkan konsistensi dalam memperkuat fondasi negara.Kritik tetap diperlukan dalam demokrasi, namun harus berbasis fakta dan bertujuan konstruktif. Dalam situasi saat ini, data dan realitas di lapangan menjadi bantahan paling kuat terhadap narasipesimis yang digaungkan sebagian kelompok oposisi. Dengan fondasi tata kelola yang semakinkuat dan ekonomi yang tetap solid, optimisme publik terhadap pemerintahan Prabowo memilikidasar yang jelas dan rasional.Penting dipahami bahwa keberlanjutan reformasi dan stabilitas ekonomi bukan hanya soalcapaian jangka pendek, tetapi juga tentang membangun kepercayaan jangka panjang antaranegara dan masyarakat. Oleh karena itu, di tengah dinamika politik yang terus bergerak, publiktampaknya semakin menempatkan rasionalitas sebagai pijakan utama—bahwa kinerja nyata jauhlebih menentukan dibandingkan sekadar narasi, dan kepercayaan terhadap pemerintah akan terustumbuh selama hasilnya dapat dirasakan secara konkret.

May Day 2026 dan Kedewasaan Gerakan Buruh: Dari Seruan Jalanan ke...

Oleh: Wignyan Wiyono *)Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) selalu menjadi barometer kualitas hubungan industrial suatu bangsa. Ia bisa tampil sebagai panggung tuntutan yang...

MATA MILENIAL INDONESIA TV

Viral

Gaya Hidup