Paling Populer

Berita Terkini

Pemerintah Percepat Deregulasi untuk Mendorong Investasi dan Dunia Usaha

MataIndonesia, Jakarta — Pemerintah terus memperkuat upaya reformasi regulasi dan percepatan perizinan guna menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif dan kondusif bagi dunia usaha.Langkah...

Iklim Usaha Indonesia Diperkuat melalui Reformasi Regulasi dan Birokrasi

MataIndonesia, Jakarta — Pemerintah terus memperkuat fondasi iklim usaha nasional melalui reformasi regulasi dan pembenahan birokrasi guna menciptakan ekosistem investasi yang lebih sehat, efisien,...

Penyederhanaan Regulasi Investasi Perkuat Daya Tarik Indonesia di Mata Investor Global

Oleh: Kirana Safitri )*Pemerintah terus menunjukkan keseriusan dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang semakin kompetitif. Upaya penyederhanaan regulasi yang digagas Presiden Prabowo...

Percepatan Deregulasi Investasi Dorong Iklim Usaha yang Lebih Kompetitif

Oleh: Alif Mahendra )*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun iklim investasi yang sehat dan kompetitif di Indonesia. Langkah percepatan deregulasi yang digagas Presiden...

Fundamental Ekonomi Indonesia Dinilai Jauh Lebih Kuat Dibanding Krisis 1998

MataIndonesia, Jakarta – Fundamental ekonomi Indonesia dinilai berada dalam kondisi yang jauh lebih kuat dibandingkan saat menghadapi krisis moneter 1998. Di tengah ketidakpastian ekonomi...

Pilihan Editor

Nilai-Nilai Pancasila Tetap Relevan Menghadapi Tantangan Radikalisme Digital

Oleh: Rivka Mayangsari*)Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakatIndonesia. Arus informasi yang bergerak begitu cepat menghadirkan banyak manfaat, mulai darikemudahan komunikasi hingga akses pengetahuan tanpa batas. Namun di balik kemajuantersebut, ruang digital juga menghadirkan tantangan serius berupa penyebaran hoaks, intoleransi, radikalisme, hingga manipulasi informasi yang dapat mengancam persatuan bangsa. Dalamsituasi inilah, nilai-nilai Pancasila kembali menegaskan relevansinya sebagai fondasi utamadalam menjaga ketahanan nasional di era digital.Anggota Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, menegaskan bahwa ancamanterhadap bangsa saat ini tidak lagi hanya berbentuk fisik. Menurutnya, ancaman baru hadirmelalui penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, serta narasi intoleransi yang berkembangdi ruang digital. Fenomena tersebut berpotensi memecah belah masyarakat apabila tidak dihadapidengan penguatan ideologi dan kesadaran kebangsaan yang kuat.Dave menilai Pancasila harus tetap menjadi kompas bangsa di tengah derasnya arus informasidigital. Nilai-nilai persatuan, gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial yang terkandungdalam Pancasila menjadi benteng penting untuk menjaga kohesi nasional. Penguatan ideologiPancasila dinilai sangat penting, terutama dalam membangun karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan global tanpa kehilangan identitas kebangsaan.Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakatsecara signifikan. Media sosial kini tidak hanya menjadi ruang interaksi, tetapi juga arena pembentukan opini dan pola pikir masyarakat. Algoritma platform digital dinilai mampumenciptakan ruang gema informasi atau echo chamber, di mana seseorang hanya menerimainformasi yang memperkuat pandangannya sendiri. Kondisi ini dapat memperbesar polarisasisosial apabila masyarakat tidak memiliki kemampuan berpikir kritis dan literasi digital yang baik.Karena itu, Dave menekankan pentingnya memperkuat literasi digital berbasis nilai-nilaiPancasila. Masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk menyaring informasi, memahamikeberagaman, serta menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab. Media digital tidakboleh hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga harus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi danpenguatan semangat kebangsaan.Pandangan serupa disampaikan Ketua Komisi Kemitraan dan Infrastruktur Dewan Pers, RosaritaNiken Widiastuti. Ia menegaskan bahwa media digital harus digunakan untuk memperkuattoleransi dan persatuan bangsa. Menurutnya, ruang digital tidak boleh berubah menjadi saranapenyebaran kebencian yang merusak harmoni sosial.Akademisi Ahmad Gunawan juga menilai penguatan ideologi Pancasila harus dilakukan melaluipendidikan karakter dan literasi digital yang berkelanjutan. Menurutnya, generasi muda saat inimenghadapi tantangan besar akibat derasnya pengaruh budaya luar dan konten negatif di era globalisasi. Tanpa fondasi ideologi yang kuat, generasi muda berisiko kehilangan arah danmudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.Pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi penting agar generasi muda tidak hanya cerdassecara teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan rasa cinta tanah air. Literasidigital juga diperlukan agar masyarakat mampu memahami dampak dari setiap informasi yang dikonsumsi dan dibagikan di ruang digital.Di tengah perkembangan media sosial yang semakin dinamis, Dosen Prodi Komunikasi danPenyiaran Islam Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon, M. Sauki M.A, menegaskan bahwainternalisasi nilai-nilai Pancasila melalui media digital merupakan proyek peradaban yang sangatpenting. Menurutnya, keberhasilan proyek tersebut sangat bergantung pada peran generasi mudasebagai penjaga sekaligus pembaharu bangsa.Ia menilai generasi muda tidak boleh terjebak dalam nostalgia masa lalu, tetapi juga tidak bolehabai terhadap kekuatan besar yang mereka miliki melalui teknologi digital. Momentum peringatan 1 Juni, menurutnya, bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan panggilan bagi anakmuda untuk mengisi ruang digital dengan keteladanan, kreativitas, dan semangat kebangsaan.Sauki menekankan perlunya lahir ribuan kreator konten yang secara sadar menjadikan nilai-nilaiPancasila sebagai benang merah dalam setiap karya mereka....

Rasio Utang Indonesia Dinilai Tetap Sehat Berkat Kehati-hatian Fiskal

Mata Indonesia, JAKARTA — Pemerintah memastikan rasio utang Indonesia tetap berada pada level yang aman dan terkendali di tengah dinamika ekonomi global. Kebijakan fiskal...

Penguatan Koperasi Desa Menjadi Langkah Strategis Mendukung Produk Lokal Berdaya Saing

Oleh: Zidan Saputra )*Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi nasional yang lebih kokoh, inklusif, dan...

Tokoh Adat dan Agama di Papua Ajak Publik Tidak Terjebak Narasi...

Mata Indonesian, PAPUA - Kemunculan film dokumenter Pesta Babi memunculkan polemik di masyarakat. Sejumlah tokoh adat, agama, dan pemuda Papua menilai film tersebut tidak...

Pembangunan Papua Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Adat

Oleh : Loa MuribPembangunan di Papua terus menunjukkan arah yang semakin kuat dalam menghadirkanmanfaat nyata bagi masyarakat adat sebagai bagian utama dari proses transformasi wilayah timurIndonesia tersebut. Berbagai program pembangunan yang berjalan saat ini tidak hanya berfokuspada percepatan infrastruktur, tetapi juga menempatkan manusia Papua, khususnya orang asliPapua, sebagai pusat perhatian utama. Pendekatan ini menjadi penting karena keberhasilanpembangunan tidak lagi sekadar diukur dari banyaknya proyek fisik yang dibangun, melainkandari sejauh mana masyarakat merasakan perubahan dalam kualitas hidup, peningkatankesejahteraan, dan terbukanya akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas.Dalam konteks tersebut, pemerintah melalui berbagai kebijakan percepatan pembangunan di Tanah Papua menekankan pentingnya pendekatan dialogis dan partisipatif. Pembangunan di wilayah seperti Asmat, Mappi, Merauke, dan Boven Digoel yang menjadi bagian dari ProyekStrategis Nasional ketahanan pangan dan energi, menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapatdilepaskan dari komunikasi yang berkesinambungan dengan masyarakat adat. Pendekatan dialog yang dilakukan secara terus-menerus menjadi jembatan penting dalam membangun kepercayaanserta memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhanmasyarakat di tingkat akar rumput.Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Paulus Waterpauw, menegaskan bahwa pembangunan harus menempatkan masyarakat Papua sebagaisubjek utama, bukan sekadar objek pembangunan. Ia menekankan bahwa proses komunikasiyang dilakukan secara berulang dan dengan pendekatan yang humanis akan membuka ruangpemahaman yang lebih luas antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, masyarakat pada dasarnya terbuka terhadap pembangunan selama dilakukan dengan menghormati nilai sosial dan budaya yang hidup dalam masyarakat adat. Pendekatan ini sekaligus menjadi upaya untukmemastikan bahwa pembangunan tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui keterlibatanaktif masyarakat yang terdampak langsung.Lebih jauh, pembangunan di Papua juga dipandang harus memberikan penjelasan yang utuhkepada masyarakat mengenai manfaat jangka panjang yang dapat diperoleh. Hal ini mencakuppeluang ekonomi, peningkatan akses layanan dasar, hingga dampak sosial yang lebih luas. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berhenti pada tataran fisik, tetapi juga menyentuhaspek pemberdayaan yang memungkinkan masyarakat adat memiliki kemampuan lebih besardalam mengelola potensi daerahnya sendiri. Dalam kerangka ini, kemiskinan ekstrem yang masih menjadi tantangan di Papua dipandang sebagai persoalan mendasar yang harusdiselesaikan secara komprehensif melalui pembangunan yang inklusif.Paulus Waterpauw juga menyoroti bahwa berbagai persoalan sosial yang muncul di Papua tidakdapat dilepaskan dari faktor kesejahteraan ekonomi. Ia menilai bahwa peningkatan pendapatanmasyarakat akan berdampak langsung pada stabilitas sosial dan keamanan. Ketika masyarakatmemiliki penghidupan yang layak, ruang-ruang konflik dapat diminimalisir karena masyarakatdapat lebih fokus pada aktivitas produktif. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia harus berjalan beriringan agar tercipta masyarakat Papua yang lebih sejahtera dan mandiri.Selain pendekatan dialogis, konsep pembangunan berbasis bottom up juga menjadi elemenpenting dalam kebijakan pembangunan Papua. Aspirasi masyarakat dari tingkat kampung hinggakota perlu menjadi dasar dalam perumusan kebijakan, sehingga masyarakat merasa memilikiproses pembangunan tersebut. Dengan cara ini, pembangunan tidak hanya hadir sebagai program pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari harapan dan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Pendekatan ini sekaligus memperkuat penghormatan terhadap identitas sosial dan budayamasyarakat adat Papua...

MATA MILENIAL INDONESIA TV

Viral

Gaya Hidup