Berita Terkini
Pemerintah Kebut Pembangunan Kopdes Merah Putih di Seluruh Wilayah
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus mempercepat pembangunan puluhan ribu gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel Merah Putih) di seluruh wilayah sebagai bagian...
Pembangunan Kopdes Merah Putih Dipacu, Dukungan Berbagai Pihak Menguat
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta - Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan, dengan dukungan dari berbagai pihak, mulai...
Transparansi dan Profesionalisme Jadi Kunci Kopdes Merah Putih Dongkrak Ekonomi Desa
Davina G -
Oleh: Yusuf MaulanaDi tengah dorongan besar pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat paling bawah, kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih muncul sebagai salah satu taruhankebijakan yang paling serius. Program ini tidak hanya dimaksudkan sebagai instrumenekonomi biasa, melainkan sebagai jalan untuk memastikan bahwa perputaran usaha di desatidak terus mengalir keluar, melainkan kembali menjadi sumber kesejahteraan warga. Di sinilah transparansi dan profesionalisme menjadi dua kata kunci yang menentukan apakahKopdes Merah Putih benar-benar mampu menjadi mesin baru Pendapatan Asli Desa atausekadar berhenti sebagai proyek ambisius di atas kertas.Pemerintah kini bergerak cepat mengakselerasi pembangunan dan operasional Kopdes Merah Putih di berbagai daerah. Langkah ini menunjukkan bahwa desa tidak lagi diposisikan hanyasebagai objek pembangunan, melainkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. MenteriDesa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan bahwa KopdesMerah Putih merupakan program strategis nasional yang patut disukseskan secara bersama-sama. Penegasan itu menggambarkan bahwa pemerintah melihat koperasi desa bukan sekadarpelengkap kebijakan, tetapi sebagai instrumen utama untuk memperkuat ekonomi lokal, termasuk dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa.Menurut Yandri Susanto, skema yang disusun dalam program ini memberi ruang bagi desauntuk memperoleh manfaat langsung dari aktivitas usaha koperasi. Minimal 20 persen darikeuntungan Kopdes akan masuk ke Pendapatan Asli Desa, sebagaimana diatur dalamPermendes PDT Nomor 10 Tahun 2025. Lebih jauh lagi, sisa hasil usaha sepenuhnyadikembalikan kepada masyarakat desa, terutama warga berpendapatan rendah pada desil 1 hingga desil 5. Gagasan ini memberi pesan yang jelas bahwa koperasi dirancang bukan untukmemperkaya segelintir pihak, melainkan untuk menjadi alat distribusi manfaat ekonomi yang lebih adil di level desa.Dari sisi bisnis, Kopdes Merah Putih bertumpu pada model usaha yang cukup realistis, yaknisektor ritel kebutuhan pokok dan penyerapan hasil produksi desa. Model ini relevan dengankebutuhan masyarakat sekaligus memberi ruang bagi produk-produk lokal untuk terserapdalam rantai usaha yang lebih teratur. Bila dikelola dengan baik, koperasi tidak hanya akanmenjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga simpul yang menghubungkan petani, pelakuUMKM, konsumen, dan pemerintah desa dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Dengan kata lain, koperasi dapat menjadi pusat sirkulasi ekonomi desa yang selama ini seringterfragmentasi.Menteri Koperasi Ferry Juliantono memandang percepatan pembangunan sebagai faktorpenting agar koperasi segera mencapai skala ekonomi yang memadai. Ia menilai bahwa jikaproses pengerjaan di lahan-lahan baru dapat dipercepat, maka progres signifikan bisa terlihatpada September mendatang. Pernyataan Ferry Juliantono menunjukkan bahwa tantanganprogram ini bukan hanya pada aspek gagasan, melainkan pada kecepatan eksekusi dankemampuan mengubah pembangunan fisik menjadi kinerja ekonomi nyata. Sebab, koperasitidak akan menghasilkan dampak berarti hanya dengan berdirinya bangunan, melainkan darikemampuannya beroperasi secara efektif, konsisten, dan dipercaya masyarakat.Pandangan serupa juga terlihat dari penekanan Ferry Juliantono terhadap pentingnyapenguatan sistem distribusi, operasional, serta integrasi logistik pangan. Pemerintah saat inimasih berkonsentrasi pada pematangan ekosistem sebelum seluruh gerai beroperasi penuh. Termasuk di dalamnya memastikan standar layanan pada unit-unit usaha seperti gerai obatdan klinik. Ini menunjukkan bahwa Kopdes Merah Putih tidak dirancang sebagai koperasikonvensional yang bergerak tanpa standar, tetapi sebagai lembaga ekonomi desa yang diharapkan mampu menghadirkan layanan profesional dengan jangkauan luas.Dari perspektif akademis, pengamat sosial dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh FirdausMirza melihat kehadiran koperasi desa sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi ekonomikolektif yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa. Ia menilai bahwanilai-nilai seperti gotong royong dan solidaritas sosial merupakan modal penting yang dapatdioptimalkan melalui koperasi. Dengan pendekatan yang tepat, koperasi dapat menjadiwadah yang mengubah kekuatan sosial tersebut menjadi aktivitas ekonomi yang produktif.Firdaus Mirza juga menekankan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan olehkebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kekuatan modal sosial masyarakat. Kepercayaan, partisipasi aktif, dan rasa memiliki menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutankoperasi. Tanpa keterlibatan masyarakat, koperasi berisiko kehilangan legitimasi dan gagalmencapai tujuan yang diharapkan.Selama satu tahun terakhir, pemerintah dinilai telah menunjukkan sejumlah capaian dalammendorong pembangunan ekonomi desa, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, hingga penguatan program pemberdayaan masyarakat yang semakin terintegrasi. Berbagai langkah tersebutmemperlihatkan komitmen pemerintah dalam menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhanekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.Pada akhirnya, Kopdes Merah Putih adalah peluang besar yang tidak boleh disia-siakan. Program ini dapat menjadi tonggak penting bagi kemandirian desa bila dijalankan secarajujur, profesional, dan melibatkan masyarakat sebagai pemilik sesungguhnya. Karena itu, semua pihak, dari pemerintah pusat, pemerintah desa, pengelola koperasi, hingga warga, perlu menjaga semangat transparansi dan partisipasi agar koperasi benar-benar menjadi alatperjuangan ekonomi rakyat. Jika fondasi ini dijaga, maka Kopdes Merah Putih bukan hanyaakan mendongkrak ekonomi desa, tetapi juga mempertegas bahwa masa depan pembangunanIndonesia bertumpu pada desa yang kuat, mandiri, dan sejahtera.*) Praktisi Koperasi dan UMKM
Papua Aman dan Kondusif, Sinergi Jadi Pilar Utama Stabilitas
Davina G -
Mata Indonesia, Papua — Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan situasi yang aman, stabil, dan kondusif. Keadaan...
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Ciptakan Stabilitas Keamanan Papua
Davina G -
Oleh: Yohanes Wandikbo )*Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan perkembangan yang semakin positif dan terkendali. Kondisi ini tidak hadir...
Pilihan Editor
Saat Takbiran dan Nyepi Beriringan, Toleransi Menjadi Nyata
Davina G -
Oleh : Dewi Fatimah )*Di tahun 2026 ini, masyarakat Indonesia kembali diingatkan pada satu kenyataan yang indah tentang kebhinekaan. Malam takbiran yang menjadi penanda datangnya...
Stabilitas Pangan dan Energi Terjaga, Masyarakat Diimbau Bijak Konsumsi
Davina G -
MataIndonesia, JAKARTA – Momen perayaan Idulfitri 2026, pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat berbagai langkah strategis guna memastikan stabilitas pasokan pangan dan energi tetap...
Pemerintah Kebut Pembangunan Kopdes Merah Putih di Seluruh Wilayah
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus mempercepat pembangunan puluhan ribu gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel Merah Putih) di seluruh wilayah sebagai bagian...
Koperasi Desa Merah Putih Buka Transformasi Penerima Bansos Jadi Pelaku Ekonomi
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta - Pemerintah terus mendorong penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui berbagai kebijakan yang bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi keluarga. Salah satu langkah...
Pemerintah Pastikan Ketersediaan BBM Selama Arus Balik Lebaran
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta - Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman untuk menghadapi lonjakan kebutuhan selama arus balik Lebaran 2026. Ketahanan...
MATA MILENIAL INDONESIA TV

WASPADA MODUS PENCURIAN MOTOR Motor SUDAH DIKUNCI GANDA, tapi tetap dicuri.
01:30

Presiden Prabowo Berikan Pesan Kepada Para Pimpinan TNI #tni #tniad #tnial #tniau
00:39

Presiden RI Lantik 3 Panglima Pasukan Elite TNI #tni #news #kopassus #military
00:50

Ngaku Sudah Telepone Allah, Jamaah Masjid Aolia Rayakan Idulfitri Lebih Awal#idulfitri #jamaahaolia
00:48

Bule di Bali Lakukan Pole Dance Gunakan Tiang Pinggir Jalan#bule #bali #news #beritaupdate
00:45

Gempa Bumi di Taiwan Terkuat dalam 25 Tahun#earthquake #news #beritaupdate
00:45

Terekam CCTV, Seorang Pria Nekat Curi HP di Masjid IAIN Cirebon#shorts #news #beritaupdate
00:48

Mendikbud Cabut Aturan Wajib Ekskul Pramuka di Sekolah #pramuka #nadiemmakarim #beritaupdate
00:53

Puluhan Motor Mogok Usai Isi Bensin Campur Air di SPBU #beritaupdate #shorts #pertamina
00:45
