Berita Terkini
DHE SDA Jadi Instrumen Menutup Kebocoran Devisa dan Menjaga Daya Beli...
Davina G -
Oleh: Rina Oktavia)*Pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 tentang Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang mulai berlaku pada 1 Juni...
Kebijakan DHE SDA Perkuat Ekonomi Rakyat dan Stabilitas Rupiah
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui penerapan kebijakan pengelolaan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang mewajibkan...
Pemerintah Optimalkan DHE SDA demi Memperkuat Ekonomi Rakyat
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui optimalisasi pengelolaan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri....
Keberhasilan Diplomasi Paris Membuktikan Ketangguhan Visi Pemerintah
Davina G -
Oleh: Burhanuddin Husin *)Ruang digital sering kali melahirkan kegaduhan yang tidak perlu, terutama ketika sebuahrumor di media sosial diadopsi begitu saja tanpa proses verifikasi yang matang. Salah satucontoh nyata yang mengemuka belakangan ini adalah berkembangnya spekulasi mengenaipembatalan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Roma, Italia. Opini publikyang berkembang di beberapa platform digital seolah-olah mengesankan adanya perubahanagenda mendadak atau kegagalan dalam merancang prioritas hubungan internasional. Padahal, jika dinamika ini dibedah menggunakan kacamata kebijakan luar negeri yang rasional dan berbasis data resmi, narasi pembatalan tersebut tidak lebih dari sekadarkekeliruan dalam menangkap fakta.Dalam tata kelola komunikasi publik dan diplomasi modern, sebuah kunjungan antarnegaratidak pernah diputuskan secara instan atau sekadar didasarkan pada asumsi sekunder. KepalaBadan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, meluruskan kekeliruaninformasi tersebut dengan menegaskan bahwa sejak awal pemerintah sama sekali tidakpernah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai adanya agenda kunjungan luar negeriPresiden ke Italia. Jadwal resmi yang telah disusun, dikoordinasikan, dan dipublikasikansecara terbuka oleh otoritas terkait memang hanya ditujukan ke Prancis. Dari titik ini, sangatjelas terlihat adanya lompatan logika yang dipaksakan oleh sebagian pihak; mengklaimsebuah agenda telah “batal” padahal agenda yang dimaksudkan tersebut memang tidakpernah ada dalam lembaran resmi komitmen kenegaraan.Konsep perjalanan diplomatik seorang kepala negara memang selalu membuka ruang bagirencana-rencana tambahan yang bersifat dinamis di lapangan. Namun, sebagaimanaditegaskan oleh manajemen komunikasi pemerintah, segala bentuk rencana alternatif yang muncul selama perjalanan luar negeri sepenuhnya berstatus sebagai wacana internal sampaiada pengumuman resmi yang valid kepada masyarakat luas. Mengubah wacana atau opsiperjalanan dinamis menjadi sebuah konklusi bahwa pemerintah telah melakukan pembatalansepihak adalah bentuk gagal paham terhadap protokol hubungan internasional.Fokus utama kebijakan luar negeri Indonesia pada akhir Mei kemarin sesungguhnya beradadi Paris, bukan di Roma. Agenda lawatan ke Prancis tersebut bahkan sudah dipaparkan secaratransparan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono jauh-jauh hari, tepatnya sejak 22 April 2026. Pernyataan yang disampaikan oleh otoritas diplomasi tersebut menegaskan bahwa kunjunganini merupakan agenda penting yang telah dipersiapkan secara matang, bukan langkahdiplomasi yang bersifat reaktif atau mendadak. Lawatan kenegaraan (state visit) ini sekaligusmenjadi momentum penting sebagai bentuk kunjungan balasan atas kehadiran PresidenPrancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia pada tahun sebelumnya.Mengalihkan perhatian dari substansi hasil kerja sama nyata di Prancis ke isu spekulatiftentang Italia merupakan sebuah kerugian besar bagi diskursus publik. Lawatan ke Prancisjustru menelurkan hasil yang sangat konkret bagi kepentingan strategis nasional, termasukpencapaian komitmen investasi bilateral yang bernilai signifikan guna mendukung ketahananekonomi dalam negeri. Kebijakan ini berfokus langsung pada penguatan sektor-sektorpenting yang menjadi motor penggerak visi jangka panjang pemerintah, seperti kemandirianteknologi dan kedaulatan industri.Salah satu pilar utama dari hasil kunjungan kenegaraan tersebut adalah pendalaman kerjasama di sektor pertahanan. Indonesia telah menggunakan sejumlah alat utama sistempersenjataan (alutsista) strategis produksi Prancis. Oleh sebab itu, kunjungan kali inidiarahkan untuk memastikan adanya transfer teknologi (transfer of technology) secaramenyeluruh, sehingga industri pertahanan domestik tidak hanya memposisikan diri sebagaikonsumen, melainkan mampu menguasai, merawat, dan mengembangkan teknologi tersebutsecara mandiri di masa depan.Di samping urusan pertahanan, diplomasi yang dijalankan juga menyasar penguatan mutusumber daya manusia melalui sektor pendidikan, khususnya di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau yang jamak dikenal sebagai STEM. Melalui kolaborasi ini, para siswa, lulusan, serta tenaga pendidik di Indonesia akan mendapatkan akses yang lebih luasterhadap pengembangan riset dan teknologi mutakhir. Pemerintah menyadari betul bahwapenguasaan sektor STEM secara mandiri merupakan kunci utama agar generasi muda mampubersaing di tingkat global dan mendorong lompatan ekonomi nasional ke arah digitalisasiyang inklusif.Tidak kalah penting, sektor energi dan pengelolaan mineral kritis turut menjadi agenda utamadalam kesepakatan bilateral tersebut....
Bantah Isu Kunjungan Italia, Lawatan Presiden ke Paris Hasilkan Investasi Besar
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah membantah berbagai spekulasi yang beredar mengenai rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Italia dalam rangkaian lawatan ke Eropa. Pemerintah...
Pilihan Editor
Koperasi Merah Putih Hadir sebagai Pusat Layanan Ekonomi dan Sosial Desa
Davina G -
Mata Indonesia, Jawa Timur - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus diperkuat pemerintah sebagai instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa. Kehadiran KDKMP...
Jaminan Kehilangan Pekerjaan sebagai Bentuk Kehadiran Negara
Davina G -
Oleh: Rina Oktavia)*Kehadiran negara dalam melindungi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga melalui sistem perlindungan sosial yang mampu...
Peran Strategis TNI dalam Percepatan Pembangunan Papua
Davina G -
Oleh : Yohanes Wandikbo )*Pembangunan Papua terus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan nasional. Berbagai program pembangunan yang dijalankan tidak...
Iklim Usaha Indonesia Diperkuat melalui Reformasi Regulasi dan Birokrasi
Davina G -
MataIndonesia, Jakarta — Pemerintah terus memperkuat fondasi iklim usaha nasional melalui reformasi regulasi dan pembenahan birokrasi guna menciptakan ekosistem investasi yang lebih sehat, efisien,...
Standarisasi Ketat Sekolah Rakyat Dorong Pemerataan Pendidikan Berkualitas
Davina G -
MataIndonesia, Jakarta - Pemerintah terus mematangkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat menjelang Tahun Ajaran 2026/2027 melalui penerapan standar tata kelola yang ketat.Langkah ini menjadi bagian dari...
MATA MILENIAL INDONESIA TV

WASPADA MODUS PENCURIAN MOTOR Motor SUDAH DIKUNCI GANDA, tapi tetap dicuri.
01:30

Presiden Prabowo Berikan Pesan Kepada Para Pimpinan TNI #tni #tniad #tnial #tniau
00:39

Presiden RI Lantik 3 Panglima Pasukan Elite TNI #tni #news #kopassus #military
00:50

Ngaku Sudah Telepone Allah, Jamaah Masjid Aolia Rayakan Idulfitri Lebih Awal#idulfitri #jamaahaolia
00:48

Bule di Bali Lakukan Pole Dance Gunakan Tiang Pinggir Jalan#bule #bali #news #beritaupdate
00:45

Gempa Bumi di Taiwan Terkuat dalam 25 Tahun#earthquake #news #beritaupdate
00:45

Terekam CCTV, Seorang Pria Nekat Curi HP di Masjid IAIN Cirebon#shorts #news #beritaupdate
00:48

Mendikbud Cabut Aturan Wajib Ekskul Pramuka di Sekolah #pramuka #nadiemmakarim #beritaupdate
00:53

Puluhan Motor Mogok Usai Isi Bensin Campur Air di SPBU #beritaupdate #shorts #pertamina
00:45
