INDEKS
Cuitan MI
Tolak Provokasi dalam Unjuk Rasa demi Memperkuat Demokrasi yang Beradab
Davina G -
Oleh: Bima Aditya )*Demokrasi memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, kritik, maupun dukungan terhadap berbagai kebijakan publik. Kebebasan tersebut merupakan hak konstitusional yang menjadi salah satu ciri utama negara demokrasi. Namun, pelaksanaan hak itu tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban, menghormati hukum, dan mengedepankan etika dalam kehidupan bermasyarakat.Penyampaian aspirasi melalui aksi unjuk rasa menjadi salah satu bentukpartisipasi publik yang diakui dalam sistem demokrasi Indonesia. Kehadiran demonstrasi menunjukkan bahwa masyarakat memilikikepedulian terhadap arah pembangunan bangsa dan tidak bersikap apatisterhadap berbagai persoalan nasional. Karena itu, ruang demokrasi harustetap dijaga agar mampu menjadi sarana penyampaian gagasan yang konstruktif.Di sisi lain, munculnya tindakan provokatif maupun anarkis dalamsebagian aksi demonstrasi berpotensi mengaburkan substansi tuntutanyang ingin disampaikan. Ketika aksi berubah menjadi kerusuhan, perhatian masyarakat tidak lagi tertuju pada pokok persoalan, melainkanpada dampak yang ditimbulkan. Kondisi seperti ini justru merugikansemua pihak karena tujuan utama penyampaian aspirasi menjadi tidak tercapai secara optimal.Demokrasi yang sehat membutuhkan kedewasaan seluruh elemenbangsa dalam mengelola perbedaan pendapat. Perbedaan pandanganmerupakan sesuatu yang wajar karena setiap warga negara memiliki hakuntuk menyampaikan gagasannya. Akan tetapi, perbedaan tidak bolehberkembang menjadi tindakan yang melanggar hukum ataupun memicukonflik sosial yang dapat mengganggu persatuan.Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan Menteri KoordinatorBidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril IhzaMahendra. Menurutnya, demokrasi tidak cukup dijalankan melaluiprosedur politik semata, tetapi harus berdiri di atas supremasi hukum, etika, dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Yusril menilai tidak ada kelompok yang berhak memaksakankehendaknya kepada pihak lain, termasuk ketika berada pada posisimayoritas. Setiap perbedaan seharusnya diselesaikan melalui komunikasiyang santun dan menghormati martabat sesama warga negara.Yusril juga menjelaskan bahwa hukum dan politik memiliki keterkaitanyang erat dalam kehidupan bernegara. Demokrasi akan berkembangsecara sehat apabila kekuasaan dijalankan berdasarkan hukum, sedangkan hukum tetap menjunjung keadilan, kejujuran, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan. Prinsip tersebut menjadifondasi penting dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan dan ketertiban.Selain menekankan supremasi hukum, Yusril memandang pembangunandemokrasi Indonesia perlu berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal. Menurutnya, hukum nasional tidak hanya berkembang dari ketentuanformal, tetapi juga dipengaruhi oleh budaya bangsa, hukum adat, hukumagama, dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat. Pembaruanhukum memang harus mengikuti perkembangan zaman, tetapi arahperkembangannya tetap perlu mencerminkan karakter bangsa Indonesia.Peran mahasiswa dalam kehidupan demokrasi memang memiliki posisiyang penting. Mahasiswa selama ini dikenal sebagai kelompok intelektualyang menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai kebijakanpublik. Kritik yang disampaikan diharapkan mampu memperkaya proses pengambilan kebijakan sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah agar terus melakukan perbaikan. Namun, fungsi tersebut akan lebih bermaknaapabila dijalankan melalui cara-cara yang bermartabat, objektif, dan sesuai dengan koridor konstitusi.Ketua DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Hafizh, menilaimahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwahgerakan kemahasiswaan sebagai kekuatan intelektual yang mampumenghadirkan kritik secara objektif, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Menurut Hafizh, independensi organisasi kemahasiswaan harus tetapdipertahankan agar fungsi kontrol sosial dapat dijalankan secaraprofesional tanpa kehilangan arah perjuangan.Hafizh berpandangan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintahmerupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Meskidemikian, penyampaiannya harus tetap berada dalam koridor hukum, menjunjung etika, serta menghindari segala bentuk kekerasan maupunperusakan fasilitas umum. Cara penyampaian aspirasi yang damai justru akan memperkuatlegitimasi gerakan mahasiswa sekaligus meningkatkan kepercayaanpublik terhadap substansi tuntutan yang diperjuangkan.Hafizh juga menekankan bahwa keberhasilan sebuah gerakan mahasiswatidak ditentukan oleh besarnya tekanan ataupun dampak kerusakan yang ditimbulkan. Keberhasilan lebih diukur dari kualitas argumentasi, kekuatangagasan, kemampuan membangun ruang dialog, serta kontribusi nyatadalam mendorong lahirnya solusi atas berbagai persoalan bangsa. Hafizh turut mengingatkan bahwa tindakan anarkis berpotensimengalihkan perhatian masyarakat dari substansi tuntutan yang diperjuangkan. Bahkan, situasi seperti itu dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan di luar agenda perjuanganmahasiswa. Pandangan senada juga disampaikan Ketua PCNU Kota...
News
Waspada Ancaman Deepfake, Pakar Dorong Pemerintah Perkuat Regulasi demi Ketahanan Informasi Nasional
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan berbagai peluang bagi transformasi digital Indonesia. Namun di balik manfaat tersebut, teknologi AI juga...
Cuitan MI
Blok Masela Bersiap Masuki Tahap Pembangunan Demi Mendukung Swasembada Energi
Davina G -
Oleh: Meisyaa Amelia )*Peletakan batu pertama Lapangan Abadi Blok Masela menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengembangan sektor energi nasional. Setelah melalui proses yang panjang sejak...
News
Pemerintah Perkuat Tata Kelola AI dan Ruang Digital Hadapi Ancaman Deepfake
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat tata kelola ruang digital nasional sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman disinformasi dan penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial...
Cuitan MI
Blok Masela Menjadi Pilar Penting Strategi Ketahanan Energi Indonesia
Davina G -
Oleh: Fiki Abimanyu )*Groundbreaking Lapangan Abadi Blok Masela menjadi penanda dimulainya fase konstruksi salah satu proyek hulu migas terbesar di Indonesia. Momentum ini mengakhiri...
News
Penguatan Resiliensi Media Bentengi Ruang Digital dari Hoaks dan Provokasi
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta - Kemampuan media dalam menyajikan informasi yang akurat semakin diuji di tengah maraknya penyebaran hoaks dan provokasi digital. Tantangan tersebut kini...
News
Ruang Digital Sehat Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Manipulasi Informasi
Davina G -
Mata Indonesia, JAKARTA – Masyarakat diimbau semakin waspada terhadap penyebaran hoaks, disinformasi, dan berbagai bentuk provokasi di ruang digital yang kian berkembang seiring pesatnya...
News
Deepfake Kian Sulit Dikenali, MAFINDO: Perang Informasi Setara Ancaman Darat, Laut, dan Udara
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta — Perang informasi kini menjadi bagian tak terpisahkan dari ancaman pertahanan modern di matra siber, sejajar dengan ancaman konvensional di darat,...
News
Kolaborasi Hadapi Ancaman Deepfake Perkuat Ketahanan Informasi Nasional
Davina G -
Mata Indonesia, JAKARTA - Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) menjadi peluang besar bagi percepatan transformasi digital Indonesia. Namun, di sisi lain, kemajuan tersebut...
News
Tolak Unjuk Rasa Provokatif demi Menjaga Budaya Demokrasi yang Sehat
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta - Berbagai kalangan mengajak masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk tetap menjaga budaya demokrasi yang sehat dengan menyampaikan aspirasi secara damai, konstitusional, dan...
