AM FUI DIY Soroti Ekonomi Memburuk, Reformasi Jilid II Bisa Jadi Kenyataan

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Ketua Aliansi Muda Forum Ukhuwah Islamiyah (AM FUI) DIY, Totok Abu Syaddad, memberikan catatan kritis terhadap dinamika politik dan merosotnya kondisi ekonomi nasional belakangan ini.

Dirinya memperingatkan bahwa situasi saat ini mulai menyerupai masa-masa menjelang Reformasi 1998, di mana kesulitan ekonomi dan ketimpangan sosial memicu ketidakpuasan massal.

Menurut Totok, gejolak yang dirasakan masyarakat hari ini merupakan akumulasi dari berbagai persoalan yang belum tuntas sejak masa pemerintahan sebelumnya. Akibatnya, tingkat kepercayaan publik terhadap institusi negara perlahan mulai tergerus.

“Faktor-faktor yang pernah menjadi pemicu Reformasi 1998, seperti kesulitan ekonomi, ketimpangan sosial, dan meningkatnya rasa ketidakadilan, dinilai mulai kembali dirasakan oleh sebagian masyarakat,” ujar Totok saat menyampaikan pandangannya, Rabu 10 Juni 2026.

Sorotan 1,5 Tahun Pemerintahan dan Cengkeraman Oligarki

Meski menilai Presiden Prabowo Subianto masih mengantongi kepercayaan dari sebagian besar rakyat, Totok menggarisbawahi bahwa masyarakat kini menuntut pembuktian nyata.

Memasuki sekitar satu setengah tahun masa pemerintahan berjalan, ketegasan dalam penegakan hukum menjadi ujian utama bagi kabinet saat ini.

“Pemerintah perlu menunjukkan langkah yang lebih tegas dalam menyelesaikan persoalan hukum, termasuk berbagai dugaan kasus korupsi yang menjadi perhatian publik, serta memperkuat penegakan hukum yang adil, transparan, dan tidak tebang pilih,” tegasnya.

Selain masalah hukum, dominasi ekonomi juga tak luput dari sorotan. AM FUI DIY menilai pengaruh kelompok oligarki dan pengusaha besar masih terlalu kuat, sehingga memicu ketimpangan yang kian melebar.

Tekanan hidup masyarakat pun semakin berat akibat melonjaknya harga kebutuhan pokok serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Evaluasi Program MBG dan Tekanan APBN

Di tengah kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sedang mengalami tekanan berat, Totok meminta pemerintah lebih bijak dan cermat dalam menentukan skala prioritas belanja negara. Salah satu yang paling disorot adalah keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Totok mendesak adanya evaluasi total terhadap program tersebut. Pasalnya, selain menyedot anggaran yang sangat besar, implementasi di lapangan masih diwarnai berbagai persoalan krusial.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dievaluasi secara menyeluruh terkait efektivitas pelaksanaan, besarnya kebutuhan anggaran, serta berbagai persoalan yang muncul di lapangan, termasuk dugaan penyimpangan dan kasus keracunan makanan yang sempat terjadi di sejumlah daerah,” jelas Totok.

Langkah Konkret Menghindari Krisis Sosial

Untuk mengembalikan kepercayaan publik yang mulai goyah, Totok menyarankan sejumlah langkah taktis yang harus segera diambil oleh pemerintah.

Di antaranya adalah penguatan pemberantasan korupsi secara radikal, pemulihan aset negara (asset recovery), menekan kebocoran anggaran, hingga pengelolaan sumber daya alam yang jauh lebih berwujud untuk kemakmuran rakyat kecil.

Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat menjaga independensinya sebagai kepala negara tanpa disetir oleh kepentingan kelompok tertentu.

“Pemerintah harus berani mengambil kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat, meningkatkan rasa keadilan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara dengan tetap berpegang pada konstitusi,” tambahnya.

Di akhir penyataannya, Totok mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan lampu kuning dari sektor ekonomi.

Jika nilai tukar rupiah terus merosot hingga menyentuh angka psikologis baru dan daya beli masyarakat ambruk, gerakan sosial besar berpotensi menjadi kenyataan.

“Apabila kondisi ekonomi terus memburuk, termasuk adanya kekhawatiran terhadap pelemahan nilai tukar rupiah hingga mencapai Rp20.000 per dolar Amerika Serikat, serta ketidakpuasan publik semakin meningkat, maka potensi munculnya gelombang gerakan sosial yang disebut sebagian pihak sebagai Reformasi Jilid II dapat semakin terbuka,” ujar dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat dan Misi Menemukan Bakat Terpendam Anak Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi )*Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber dayamanusia sekaligus membuka peluang bagi setiap anak untuk meraih masa depanyang lebih baik. Namun, masih terdapat anak-anak Indonesia yang menghadapiketerbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas akibat kondisi ekonomikeluarga maupun berbagai hambatan sosial lainnya. Situasi tersebut mendorongpemerintah menghadirkan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upayamemperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Lebih dari sekadar menyediakan layanan pendidikan, Sekolah Rakyat membawa misi yang lebih besar, yaitu menemukan, mengembangkan, dan mengoptimalkan potensi yang selama ini mungkin belum pernah memperolehkesempatan untuk tumbuh.Setiap anak lahir dengan karakter, minat, dan bakat yang berbeda. Sayangnya, tidaksemua anak memiliki lingkungan maupun fasilitas yang memungkinkan potensitersebut berkembang secara optimal. Keterbatasan ekonomi sering kali membuatanak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar sehingga kesempatanmengasah kemampuan di bidang akademik, olahraga, seni, teknologi, maupunkepemimpinan menjadi sangat terbatas. Melalui pendekatan pendidikan yang lebihkomprehensif, Sekolah Rakyat berupaya memastikan bahwa setiap peserta didikmemperoleh kesempatan yang sama untuk mengenali keunggulan dirinya sejak dini.Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai salah satu prioritas nasional. Dalam kerangka tersebut, Sekolah Rakyat dikembangkan sebagai program pendidikan berasrama yang memberikan aksespendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadibagian dari strategi memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program inidirancang agar peserta didik tidak hanya memperoleh layanan pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter, penguatan keterampilan, serta pendampingan yang mendorong mereka menjadi generasi yang mandiri dan berdaya saing. (kemendikdasmen.go.id)Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa setiap siswa Sekolah Rakyat memiliki potensi yang perlu dikenali dan dikembangkan. Karena itu, pemerintahmemperkuat proses pemetaan bakat dan minat peserta didik melalui berbagaiasesmen sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan karakter sertakeunggulan masing-masing anak. Pendekatan tersebut diharapkan membantu siswamenemukan bidang yang paling sesuai untuk dikembangkan sehingga merekamemiliki bekal yang lebih kuat dalam merencanakan masa depan. (news.detik.com)Pemetaan bakat menjadi langkah penting karena keberhasilan pendidikan tidakhanya diukur dari nilai akademik semata. Seorang anak dapat memiliki kemampuanluar biasa di bidang seni, olahraga, teknologi, kewirausahaan, maupunkepemimpinan yang membutuhkan ruang untuk berkembang. Dengan mengenalipotensi tersebut sejak dini, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektifkarena disesuaikan dengan karakter dan minat peserta didik. Pendekatan ini juga mendorong tumbuhnya rasa percaya diri sehingga siswa lebih termotivasi untukterus belajar dan mengembangkan kemampuan terbaiknya.Lingkungan belajar yang mendukung menjadi faktor penting dalam mengoptimalkanpotensi tersebut. Melalui sistem pendidikan berasrama, peserta didik memperolehpendampingan yang lebih intensif, baik dalam aspek akademik maupunpembentukan karakter. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi pembimbing yang membantu siswa mengenali kelebihan, mengatasiberbagai tantangan belajar, serta membangun kebiasaan positif dalam kehidupansehari-hari. Pendekatan yang berkesinambungan ini memberikan kesempatan bagisetiap anak untuk berkembang secara utuh.Selain itu, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kekuatan Program SekolahRakyat. Sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dunia usaha, organisasi sosial,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini