YoonA Dapat Tawaran Jadi Istri Lee Jong Suk untuk Drama ‘Big Mouth’

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Im YoonA mungkin akan menjadi istri Lee Jong Suk dalam drama ‘Big Mouth’. Personel Girls’ Generation dikabarkan telah meninjau untuk bergabung dalam drama tersebut.

Dilansir dari Soompi, Selasa 18 Mei 2021, seorang perwakilan industri melaporkan, “YoonA akan berperan sebagai pasangan suami istri dengan Lee Jong Suk dalam drama ‘Big Mouth’.”

Menanggapi laporan tersebut, agensi YoonA, SM Entertainment berkomentar, “Dia telah menerima tawaran casting untuk drama ‘Big Mouth’, dan dia secara positif meninjau [tawaran tersebut].”

“Big Mouth” adalah sebuah drama yang mengikuti hal-hal aneh yang terjadi ketika seorang pengacara kelas tiga secara kebetulan menangani kasus pembunuhan. Ia pun menggali lebih dalam kebenaran yang tersembunyi.

Drama ini berisikan catatan pertempuran yang dihadapi oleh seorang pengacara dari kelas menengah ke bawah yang harus menjadi lebih jahat daripada penjahat. Ini dilakukan demi melindungi dirinya dan keluarganya dan menghukum orang-orang jahat di dunia yang penuh dengan konspirasi dan keserakahan atas kekuasaan dan modal.

Seperti yang terungkap bulan lalu, Lee Jong Suk sedang dalam pembicaraan untuk berperan sebagai pengacara Park Chang Ho. YoonA telah ditawari peran Go Mi Ho, yang merupakan istri Park Chang Ho dan orang yang menjadikannya pengacara.

Karakter Go Mi Ho sendiri merupakan sosok yang anggun dan pendiam selama masa kuliahnya. Tetapi dia sekarang menjadi sangat berani dan bermulut kotor.

Jika YoonA menerima peran tersebut, ini akan menjadi drama pertamanya sejak “Hush”, yang berakhir awal tahun ini.

Dengan partisipasi Jang Young Chul dan Jung Kyung Soon sebagai pencipta, “Big Mouth” akan ditulis oleh Ha Ram. Ini akan disutradarai oleh Oh Choong Hwan dari “While You Were Sleeping,” “Hotel Del Luna,” dan “Start-Up” dan dijadwalkan untuk mulai syuting pada paruh kedua tahun ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini