Tok, Pemerintah Indonesia Resmi Hentikan Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah Indonesia secara resmi memutuskan menghentikan penggunaan Vaksin AstraZeneca dengan nomor batch CTM AV 547.

“Penghentian ini merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini (AstraZeneca),” ujar juru bicara Satgas Covid19 Nasional, Wiku Adisasmito dalam keterangan persnya, Selasa 18 Mei 2021.

Masyarakat juga tidak perlu khawatir dan perlu diketahui bahwa hanya Vaksin AstraZeneca dengan nomor batch tersebut yang dihentikan penggunaannya. Vaksin yang sama dengan dari batch yang lain tetap boleh digunakan.

Selama penghentian penggunaan itu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan toksisitas dan sterilitas untuk memastikan keamanan vaksin.

Sebelumnya, banyak isu yang mengiringi penggunaan vaksin tersebut, terakhir adalah meninggalnya seorang pemuda 20 tahunan usai mendapat suntikan.

Sementara hal yang berkembang di dunia selama ini, Vaksin AstraZeneca telah mengakibatkan penggumpalan darah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

CKG Kesehatan Berkualitas untuk Mewujudkan Lansia Sehat dan Mandiri

Oleh: Yusuf Achsan )*Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menegaskan posisinyasebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitaskesehatan masyarakat, khususnya bagi lansia. Dalam menghadapitantangan penuaan populasi, pemerintah tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menempatkan pencegahan sebagai prioritasutama. Pendekatan ini menjadi fondasi penting untuk memastikan lansiatetap sehat, mandiri, dan produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memandang bahwa investasipada deteksi dini bukan sekadar intervensi medis, melainkan bagian daristrategi pembangunan jangka panjang. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa CKG berperan dalam meningkatkan umurharapan hidup sehat. Deteksi dini memungkinkan penyakit dikenali sejaktahap awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sekaligus menekan biaya pengobatan yang berpotensi membebanimasyarakat.Dalam perspektif yang lebih luas, pendekatan promotif dan preventif yang diusung pemerintah melalui CKG mencerminkan transformasi sistemkesehatan nasional. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak lagihanya diukur dari jumlah pasien yang sembuh, tetapi dari semakinbanyaknya masyarakat yang mampu mempertahankan kondisi sehat. Hal ini menjadi sangat relevan bagi lansia yang rentan terhadap penyakitkronis, sehingga membutuhkan intervensi yang lebih terarah sejak dini.Program CKG juga terintegrasi dengan penguatan layanan kesehatanprimer, terutama melalui peran puskesmas sebagai garda terdepan. Pemerintah berupaya memastikan akses layanan kesehatan dapatmenjangkau hingga tingkat desa. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan menjadi faktor kunci dalammemperluas jangkauan program. Pendekatan ini menunjukkan keseriusanpemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.Selain berfokus pada penyakit tidak menular, CKG juga berkontribusidalam penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis. Wakil...
- Advertisement -

Baca berita yang ini