Terungkap! Pengemudi Fortuner Viral Ternyata Seorang CEO Lulusan UI!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Muhammad Farid Andika atau MFA kini tengah jadi perbincangan panas warganet. Dirinya viral di sosial media usai berlagak bak koboi jalanan setelah menodongkan pistol saat menabrak seorang wanita.

Kini, sosok MFA sudah diamankan pihak kepolisian. Identitasnya pun satu per satu terungkap.

Siapa sangka, pria tersebut merupakan seorang CEO perusahaan Restock. Dilihat dari akun Instagram, @lambe_turah, MFA merupakan direktur utama yang memimpin pengurusan atas seluruh kegiatan Restock.

“Oooh, ini dia bang koboinya,” tulis akun tersebut.

Tak hanya itu, MFA juga memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Ia menyelesaikan pendidikan S1-nya di Universitas Indonesia jurusan Akuntansi pada tahun 2010.

Bahkan, pengemudi arogan itu juga memiliki sertifikasi Fintech P2P Lending pada tahun 2019 dan dan Wakil Manager Investasi 2013.

Meski memiliki background yang baik, netizen tetap menyayangkan perbuatan pria tersebut. Mereka menganggap MFA seperti tak memiliki akhlak dibalik pendidikan yang ia tempuh.

“Ternyata pendidikan tinggi pun tak mampu membeli attitude,” kata akun babyqiara27.

“Sarjana gaj menjamin attitude ya bund,” tulis akun bleaxyz.

“Kasihan perusahaan n staffnya,” kata akun emildalindamartin.

MFA mendadak viral di sosial media usai menabrak seorang wanita di Duren Sawit, Jakarta Timur. Bukannya menolong, MFA malah mendongkan senjata ke para warga yang memintanya untuk berhenti.

Kini, koboi jalanan itu telah diamankan pihak kepolisian. Ia diringkus saat berada di parkiran di pusat perbelanjaan, di Jakarta Selatan.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini