Penyanyi Asal Bandung Jadi Vokalis Band Malaysia Search

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penyanyi asal Bandung, Deden Gonzales, terpilih menjadi vokalis grup band legendaris Malaysia, Search.

Sebelumnya, grup band yang tenar era 1980-1990-an tersebut memiliki vokalis bernama Amy. Saat itu, lagu-lagunya berhasil menggebrak industri musik, baik di Malaysia maupun di Indonesia.

Personel Search saat ini adalah Noordin (gitar), Kid (gitar), Yan (bass), Minn (drum).  Search merekrut Deden karena memiliki karakter suara seperti vokalis mereka terdahulu.

”Kami tertarik menggaet Deden Gonzales setelah kita lihat dia (Deden Gonzales) sukses di ajang The Voice Bulgaria. Kita lihat dia punya karakter suara yang khas seperti Amy. Sehingga kita punya keinginan untuk menggaet dia untuk kembali comeback dan membangkitkan nostalgia kejayaan musik rock di Malaysia. Dan juga di Indonesia lewat karya-karya kami,” ujar Noordin.

Menurut Noordin, Deden akan tampil pertama kali sebagai vokalis Search pada 11 Juni 2022 mendatang dalam konser musik di Campbell Shopping Complex, Kuala Lumpur.

Dalam konser tersebut, Search akan membawakan 14 hingga 17 lagu. Yang menarik, ada lagu-lagu yang jarang dan tidak pernah dimainkan oleh Search di konser-konser sebelumnya. ”Karena Search punya banyak lagu dan fans juga meminta untuk memainkan semua jenis lagu. Lagu-lagu yang dulu kami mainkan di konser, fans sudah hafal. Jadi, kali ini kami ingin sesuatu yang berbeda. Kami juga ingin memainkan lagu-lagu yang ada. Dan ini potensi untuk menarik pasar luar khususnya Indonesia,” katanya.

Kepada wartawan yang mewawancarainya via virtual, Deden Gonzales mengaku bangga bisa bergabung dengan Search. Baginya menjadi vokalis di sebuah grup band legendaris seperti mimpi lantaran dia sangat mengidolakan grup band asal Malaysia tersebut.

”Dan yang pasti awalnya saya amat gugup. Karena mereka adalah musisi legendaris dan menjadi band idola saya. Dan yang jelas saya akan berupaya semaksimal mungkin untuk kembali meningkatkan kembali kejayaan Search seperti dulu lagi saat bersama bang Amy,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini