Merasa Kecanduan Menonton Film Porno? Berikut Cara Mengatasinya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kecanduan menonton film porno ternyata dapat membawa dampak negatif. Hal ini tentu tak dapat di sepelekan begitu saja. Karena kebiasaan ini dapat menyebabkan seseorang mengalami masalah mental yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.

Bahkan, bagi pasangan suami istri saja, kebiasaan buruk ini dapat menyebabkan permasalahan rumah tangga akibat insecure dengan orang yang ada di film porno tersebut.

Nah, penyebab kecanduan menonton film porno ini biasanya karena:

  1. Tekanan psikologis.
  2. Mengalami masalah hubungan.
  3. Norma yang tidak sehat. Seperti dorongan mengetahui bagaimana orang harus terlihat dan berperilaku saat berhubungan seks. Siapa yang menikmati apa, jenis seks yang dapat dilakukan, dan norma serupa.
  4. Penyebab biologis seperti perubahan kimia otak ketika seseorang melihat film porno.

Namun, tak perlu khawatir. Kecanduan Film Porno masih dapat sembuh. Intinya harus konsisten kepada diri sendiri.

Berikut cara – cara yang dapat di lakukan untuk menghentian kebiasaan buruk tersebut :

  1. Mengganti Film Porno dengan kebiasaan yang lebih sehat

Cara pertama untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut yaitu dengan menggantinya dengan kebiasaan baik. Setiap kali mulai merasakan dorongan untuk menonton film porno, alihkanlah perhatianmu dengan cara sehat seperti berolahraga, tidur, pergi ke luar rumah, atau hangout bersama teman.

  1. Singkirkan konten porno

Cara kedua adalah dengan memaksa dirimu untuk komitmen menyingkirkan konten porno. Termasuk bukti fisik atau digital dari konten pornografi.

Dan pastikan untuk memasang filter yang memblokir konten dan situs pornografi, baik di ponsel, televisi, dan perangkat lainnya.

  1. Lakuan Psikoterapi

Cara terakhir yaitu dengan memahami akan pentingnya hubungan dengan pornografi. Apakah kebutuhan seksual yang tidak disadari sehingga mudah untuk mengembangkan strategi, dan akan membantu mengatasi tekanan psikologis dan apabila dirasa kurang membantu, maka kamu dapat melakukan konsul dengan psikolog atau psikiater.

Reporter : Adinda Catelina Fadjrin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini