Menjilat Bisa Bikin Bibir Hitam, Mitos atau Fakta?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pernahkah kamu merasa bibirmu sangat kering? Jika pernah, mungkin kamu reflek dan segera menjilat bibirmu, ‘kan?

Menjilat bibir sering dilakukan jika terasa begitu kering dan kasar. Banyak yang beranggapan, menjilat bibir membuatnya lembab karena terkena air liur yang membuatnya basah.

Namun, ada pula yang tak mau melakukan hal tersebut karena berpikir menjilat bibir bisa membuatnya hitam. Apakah benar?

Faktanya, menjilat bibir, apalagi jika sering dilakukan bisa membuatnya menjadi kering. Selain itu, menjilat bibir juga bisa menyebabkan bibir pecah-pecah lho!

Para ahli mengungkapkan, menjilat bibir justru akan membuatnya jadi pecah-pecah dan hitam. Sebab, air liur justru membuat bibir jadi cepat kering.

Pada dasarnya, bibir memiliki minyak alami untuk membuatnya tetap lembap. Namun, minyak alami ini akan hilang jika bibir sering dijilat. Hal inilah yang membuat bibir terlihat kering dan kusam.

Dikutip dari Healthline, air liur mengandung enzim yang berfungsi untuk membantu mencerna makanan. Enzim dalam mulut mengandung senyawa cukup keras.

Sehingga, aktivitas tersebut tidak memberikan kelembapan untuk bibir. Terlebih, ketika air liur berkontak dengan udara, maka dapat membuat bibir kembali kering dan mengelupas.

Pada awalnya, menjilat bibir mungkin terasa melembapkan, namun hal ini hanya bertahan sementara. Air liur justru menggerogoti lapisan kulit bibir yang tipis dan malah mengambil kelembapan alaminya.

Selain menjilati bibir, kekurangan cairan atau dehidrasi juga membuat bibirmu kering dan kusam lho! Maka, cukupkan asupan air putihmu setiap harinya ya.

Jika bibir kamu terasa kering, ada baiknya menggunakan lip balm yang mengandung bahan-bahan alami untuk melembabkan kulit bibirmu. Biar maksimal, gunakanlah scrub bibir yang bisa menghilangkan sel-sel kulit mati penyebab bibir gelap.

Jadi, hentikan kebiasaan menjilati bibir mulai sekarang ya!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini