Alami Gangguan Kecemasan, Jeongyeon TWICE Hiatus Lagi

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – JYP Entertainment telah mengumumkan bahwa Jeongyeon akan hiatus alias vakum lagi dari kegiatan TWICE. Sama seperti sebelumnya, ia akan mengutamakan kesehatan mentalnya.

Melalui pengumuman menyedihkan yang diposting ke fancafe resmi TWICE, JYP Entertainment memberi tahu penggemar tentang situasi kesehatan Jeongyeon saat ini. Agensi menyatakan, “Jeongyeon saat ini mengalami kepanikan dan kecemasan psikologis.”

Perusahaan melanjutkan dengan mengatakan bahwa sementara Jeongyeon telah mengalami kemajuan dengan jadwal TWICE sejak kecemasan terakhirnya. Semua pihak yang terlibat telah memutuskan bahwa dia memerlukan periode waktu khusus untuk fokus pada pemulihan.

Menurut pernyataan itu, pendapat Jeongyeon, saran medis profesional, diskusi internal perusahaan, dan perasaan anggota TWICE semuanya diperhitungkan.

“Meskipun Jeongyeon bergerak maju dengan jadwalnya dengan secara bersamaan mengambil tindakan untuk pemulihan, kami menghargai kesehatan artis kami sebagai masalah yang paling penting. Oleh karena itu, setelah diskusi mendalam secara internal disertai dengan tindakan medis profesional, kami telah memutuskan bahwa Jeongyeon perlu memiliki waktu yang cukup untuk fokus pada pemulihan dan istirahatnya,” bunyi pernyataan JYP Entertainment.

Dengan demikian, JYP Entertainment menyatakan bahwa Jeongyeon akan mengambil jeda dari kegiatan TWICE di masa depan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Perusahaan kemudian berjanji bahwa mereka akan memberikan prosedur terbaik bagi Jeongyeon untuk pulih dengan jumlah waktu yang cukup.

“Kami dengan hormat meminta cinta dan dukungan Anda untuk pemulihan penuh Jeongyeon,” tulisnya.

Sayangnya, ini bukan hiatus pertama yang dilakukan Jeongyeon dalam setahun terakhir. Hanya satu minggu sebelum TWICE memulai promosi untuk album studio kedua mereka, Eyes Wide Open, Oktober lalu, JYP Entertainment mengumumkan bahwa Jeongyeon tidak dapat berpartisipasi dalam promosi karena “kecemasan psikologis.”

Agensi melanjutkan dengan mengatakan bahwa setelah berdiskusi dengan sesama anggota, Jeongyeon akan beristirahat dan memulihkan diri untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

Jeongyeon melanjutkan untuk tetap hiatus selama tiga bulan secara total, membuat comebacknya yang telah lama ditunggu-tunggu dengan penampilan kejutan di Seoul Music Awards ke-30 Januari ini. Di sana, TWICE menampilkan “I Can’t Stop Me” sebagai OT9 untuk pertama kalinya, menerima bonsang lagi untuk menambah koleksi penghargaan mereka.

Namun, kekhawatiran akan kesehatan Jeongyeon muncul kembali di seluruh fandom ONCE seiring berjalannya waktu. Selain berjuang melawan kecemasan, Jeongyeon juga mengalami cedera fisik tahun lalu.

Selama satu siaran langsung, dia mengungkapkan bahwa dia telah didiagnosis dengan herniated disc di lehernya saat mempersiapkan “More & More,” menjalani perawatan rumah sakit secara rahasia sebelum comeback.

Setelah masa kesulitan yang berkepanjangan, penggemar mengirimkan harapan terbaik mereka kepada Jeongyeon melalui media sosial dan berharap dia dapat pulih dengan baik dengan anggota dan orang yang dicintai di sisinya, tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini