Nefan Kristiono
Headline
Jabatan Kepala Suku Besar adalah Upaya Lukas Enembe Menghindari KPK
MATA INDONESIA, JAKARTA - Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Herman Yoku meminta negara tidak boleh kalah dari Gubernur Lukas Enembe yang berlindung di balik masyarakat setempat.Herman menegaskan, pengangkatan Lukas sebagai kepala suku besar tidak boleh menyurutkan langkah Komisi Pemberantasan...
News
Terungkap, Kumpulkan Pimpinan Polri, Presiden Jokowi Ingin Stabilitas Politik Terjamin bagi Masyarakat Luas
MATA INDONESIA, JAKARTA - Para pembenci Presiden Jokowi menuding rapat pimpinan Polri sebagai ajang mengarahkan aparat negara itu mendukung pilihannya, padahal sesungguhnya Presiden sedang berupaya memberi jaminan stabilitas politik dan keamanan selama tahun politik ini.Hal tersebut diungkapkan Presiden Jokowi...
Headline
Kasus KDRT Lesti Kejora Trending di Twitter, Sri Mulyani Bangga Jadi Perempuan di FMCB Washington DC
MATA INDONESIA, WASHINGTON - Di tengah kasus KDRT yang menimpa perempuan seperti penyanyi dangdut Lesti Kejora di Tanah Air, Menteri Keuangan Sri Mulyani merasa kekuatan perempuan di dunia mulai terlihat saat dia mengikuti sesi akhir the Fourth G20 Finance...
Headline
Presiden Jokowi Tuding Ferdy Sambo, Mobil Mewah dan Motor Gede Sebagai Perusak Institusi Polri
MATA INDONESIA, JAKARTA - Presiden Jokowi menuding mantan Kadiv Propam Irjen Polisi Ferdy Sambo membuat institusi Polri menjadi runyam dan gaya hidup Polri yang membuat kecemburuan sosial ekonomi di tengah situasi sulit."Rem total soal gaya hidup, jangan gagah-gagahan karena...
News
Presiden Jokowi dan Xi Jinping Bakal Uji Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sepanjang 15 Kilometer
MATA INDONESIA, JAKARTA - Presiden Jokowi dan Xi Jinping dari Cina dipastikan melakukan uji dinamis kereta cepat VIP Jakarta-Bandung sepanjang 15 kilometer.Hal itu diungkapkan Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Rahadian Ratry, Jumat 14 Oktober 2022.Ratry mengungkapkan...
Headline
Listyo Ancam Irjen Teddy Minahasa Diberhentikan Tidak Dengan Hormat
MATA INDONESIA, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Irjen Teddy Minahasa (TM) diancam hukuman etik Pemberhentian Tidak Dengan Hormat.Hal itu diungkapkan Listyo saat menyampaikan keterangan pers di Mabes Polri, Jumat 14 Oktober 2022."Tadi pagi telah dilaksanakan gelar...
Headline
Kompolnas Benarkan Penangkapan Jenderal Polisi Bintang Dua Karena Penyalahgunaan Narkoba
MATA INDONESIA, JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) membenarkan kabar penangkapan seorang Kapolda soal penyalahgunaan narkoba."Kami mendapat informasi memang benar (kabar tersebut)," ujar Anggota Kompolnas Poengky Indratidi Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat 14 Oktober 2022.Peristiwa itu menurut Poengky patut disesalkan...
Headline
Laporan TGIPF Sebut Korban Tewas di Stadion Kanjuruhan Berjatuhan Setelah Gas Air Mata Disemprotkan
MATA INDONESIA, JAKARTA - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) memastikan korban meninggal maupun kritis dari Tragedi Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 setelah gas air mata disemprotkan.Itu karena mereka terpaksa berdesakan dalam satu tempat sehingga banyak yang terinjak-injak hingga...
Headline
Di Washington, Sri Mulyani Diburu Jurnalis Media Ternama
MATA INDONESIA, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani ternyata bukan hanya "diburu" jurnalis dalam negeri, wartawan media ternama dunia seperti Wall Street Journal (WSJ) dan Bloomberg juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan mewawancara menteri dengan segudang penghargaan tersebut di Washington...
Headline
Baru Empat Hari Dilantik, Kapolda Jatim Irjen Teddy Minahasa Diisukan Terjerat Kasus Narkoba
MATA INDONESIA, JAKARTA - Baru empat hari dilantik menjadi Kapolda Jawa Timur (Jatim) menggantikan Nico Afinta, Irjen Teddy Minahasa dikabarkan ditangkap dalam kasus narkoba.Isu itu merebak dari anggota Komisi III DPR, Ahmad Sahroni dan Habiburokhman sejak Jumat 14 Oktober...
About Me
Latest News
Kesehatan Berkualitas sebagai Fondasi Prestasi Belajar melalui CKG
Oleh : Muhammad NandaKesehatan peserta didik merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas pendidikannasional yang berkelanjutan. Upaya meningkatkan prestasi belajar tidak dapat hanya bertumpupada kurikulum, kualitas tenaga pendidik, maupun sarana pembelajaran semata, tetapi juga harusdidukung kondisi fisik dan mental siswa yang sehat. Dalam konteks tersebut, Program CekKesehatan Gratis (CKG) di sekolah hadir sebagai langkah strategis pemerintah untukmemastikan bahwa generasi muda Indonesia memperoleh layanan kesehatan yang memadaisejak dini. Program ini menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia unggul harusdimulai dari penguatan kesehatan anak-anak usia sekolah sebagai investasi jangka panjangbangsa.Pelaksanaan CKG menunjukkan adanya paradigma baru dalam pembangunan pendidikannasional, yakni menempatkan kesehatan sebagai bagian integral dari proses belajar. Banyakpersoalan kesehatan siswa selama ini luput dari perhatian karena keterbatasan akses pemeriksaanrutin maupun rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini. Padahal, kondisi kesehatan memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan konsentrasi, daya serappelajaran, hingga produktivitas siswa di sekolah. Anak yang mengalami anemia, gangguankebugaran, masalah gigi, maupun tekanan darah tinggi tentu akan mengalami hambatan dalammengikuti pembelajaran secara optimal. Oleh karena itu, langkah pemerintah menghadirkanlayanan pemeriksaan langsung ke sekolah menjadi kebijakan yang relevan dan tepat sasaran.Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah, menilai program CKG Sekolah menjadilangkah penting dalam mendukung kualitas pendidikan nasional. Menurutnya, gangguankesehatan dapat menghambat kemampuan siswa dalam menerima pelajaran sehinggapemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi kebutuhan mendesak. Ia juga menyoroti adanyaancaman penyakit degeneratif maupun penyakit menular pada anak sekolah yang perlu dideteksimelalui program tersebut. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa kualitas pendidikan tidakdapat dipisahkan dari kualitas kesehatan peserta didik.Selain berfungsi sebagai sarana deteksi dini, CKG juga memberikan manfaat besar dalampenyusunan kebijakan berbasis data. Hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di ribuansekolah menjadi sumber informasi penting bagi pemerintah untuk memetakan persoalankesehatan siswa secara sistematis. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat menentukanintervensi yang lebih tepat sasaran, baik dalam aspek kesehatan maupun pendidikan. Kebijakanseperti pemberian makanan bergizi, penguatan edukasi kesehatan, hingga peningkatan fasilitaslayanan kesehatan sekolah dapat dirancang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.Data hasil pelaksanaan CKG sepanjang 2025 menunjukkan bahwa persoalan kesehatan siswamasih cukup tinggi. Gangguan kebugaran mencapai lebih dari 60 persen, karies gigi hampirsetengah dari jumlah siswa yang diperiksa, sementara anemia juga ditemukan dalam jumlahsignifikan. Pada tahun 2026, persoalan gigi berlubang, peningkatan tekanan darah, danpenumpukan kotoran telinga masih mendominasi hasil pemeriksaan. Fakta ini menjadi alarm penting bahwa perhatian terhadap kesehatan anak usia sekolah harus terus diperkuat. Jikapersoalan tersebut tidak segera ditangani, maka kualitas pembelajaran dan produktivitas generasimuda berpotensi mengalami penurunan dalam jangka panjang.Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa kondisikesehatan siswa sangat memengaruhi proses belajar di sekolah. Menurutnya, peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan akan kesulitan mengikuti pembelajaran secara optimal. Iamenegaskan bahwa Program CKG tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan siswa, tetapi jugamembangun fondasi sumber daya manusia yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapimasa depan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan SDM unggul membutuhkansinergi antara sektor pendidikan dan kesehatan.Program CKG juga memperlihatkan pendekatan jemput bola yang dilakukan pemerintah dalammemperluas akses layanan kesehatan. Petugas kesehatan mendatangi sekolah secara langsungsehingga siswa tidak perlu meninggalkan aktivitas belajar untuk memperoleh pemeriksaankesehatan. Pendekatan ini sangat efektif terutama bagi daerah yang memiliki keterbatasanfasilitas kesehatan maupun tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah terhadappemeriksaan kesehatan rutin. Pemerintah tidak lagi menunggu masyarakat datang ke fasilitaskesehatan, melainkan aktif menghadirkan layanan hingga ke lingkungan pendidikan.Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa program CKG tidakberhenti pada pengumpulan data semata, tetapi juga disertai tindak lanjut medis bagi siswa yang ditemukan mengalami gangguan kesehatan. Pemerintah memastikan bahwa peserta didik yang membutuhkan penanganan akan memperoleh layanan lanjutan melalui puskesmas maupunrumah sakit rujukan. Pendekatan ini penting agar hasil pemeriksaan benar-benar memberikandampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan anak.Ke depan, keberlanjutan Program CKG harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah perlumemperkuat fasilitas kesehatan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar agar pemerataanlayanan benar-benar terwujud. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat juga perlu diperkuat untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program. Dengan komitmen yang konsisten, CKG tidak hanya menjadi program kesehatan semata, tetapijuga fondasi penting dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, danmampu bersaing di masa depan.*Penulis adalah Pengamat Sosial


