Nefan Kristiono

Besok Hasil Investigasi Tragedi Kanjuruhan Diungkap ke Publik

MATA INDONESIA, JAKARTA - Besok siang, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang akan mengungkapkan hasil temuannya.Sebelum membuka kepada publik TGIPF terlebih dahulu menyerahkan laporan hasil investigasi tersebut kepada Presiden Jokowi.Hal tersebut diungkapkan, Menteri Koordinator bidang...

Ini Kelebihan IndoVac dari Vaksin Covid-19 Lainnya di Dunia

MATA INDONESIA, JAKARTA - Vaksin IndoVac buatan Indonesia memiliki kelebihan dari vaksin serupa di dunia yaitu memiliki sertifikat halal."Kelebihan produk vaksin IndoVac sudah dapat sertifikasi halal dan itu menjadi nilai lebih bagi vaksin IndoVac untuk pasar di dunia," ujar...

Catat, Ekonomi Indonesia Kuat Hadapi Krisis

MATA INDONESIA, JAKARTA - Ekonomi Indonesia dinilai kuat menghadapi krisis karena mampu mempertahankan angka pertumbuhan di atas 5 persen."Namun, tetap siaga terhadap berbagai risiko global ke depan," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar di Jakarta,...

Pemerintah Pasti Tindak Pihak yang Bersalah pada Tragedi Stadion Kanjuruhan

MATA INDONESIA, BANJARBARU - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan pemerintah pasti bertindak terhadap Tragedi Stadion Kanjuruhan, siapa yang bersalah pasti mendapat sanksi setimpal.Pemerintah akan mengambil tindakan setelah menerima laporan dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan."Pemerintah sudah...

Indonesia Berencana Akhiri Pandemi Covid-19, Begini Penjelasan WHO

MATA INDONESIA, JAKARTA - Presiden Jokowi sudah mengungkapkan segera mengumumkan akhir pandemi covid-19 di Indonesia dalam waktu dekat, tampaknya hal itu bisa terwujud karena organisasi kesehatan dunia (WHO) sedang menunggu rekomendasi Komite Kedaruratan Covid-19 soal pengakhiran situasi darurat covid-19....

Shin Tae-yong Akan Mundur Jika Ketua Umum PSSI Dipaksa Mengundurkan Diri dari Jabatannya

MATA INDONESIA, JAKARTA - Pelatih Timnas Sepakbola asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, memahami jika Tragedi Stadion Kanjuruhan telah menyakiti masyarakat Indonesia yang sangat menyintai sepakbola.Namun, jika Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan diharuskan mundur dari jabatannya untuk bertanggung jawab, Tae-yong...

Prabowo dan Erick Thohir Bertemu dengan Alasan Tingkatkan Hal Ini

MATA INDONESIA, JAKARTA - Di tengah kesibukan menjadi pembantu Presiden Jokowi, Erick Thohir dan Prabowo Subianto melakukan pertemuan empat mata di kediaman purnawirawan jenderal bintang tiga itu.Tidak diungkapkan dengan jelas hasil pertemuan keduanya, mengingat Prabowo dan Erick memiliki elektabilitas...

Luhut Sangat Yakin Tahun Depan Indonesia Sudah Masuk Masa Endemi Covid-19

MATA INDONESIA, JAKARTA - Indonesia diharapkan akan memasuki masa endemi Covid-19 tahun depan.Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Rabu 12 Oktober 2022.Alasanya, berbagai indikator covid-19 di Tanah Air menunjukkan tanda-tanda kasusnya terus...

Mantap, Ilmuwan Jepang Ini Populerkan Jamu Indonesia Sebagai Obat Alternatif di Negeri Matahari Terbit

MATA INDONESIA, FUJISAWA - Ahli botani dan ekologi tumbuhan asal Jepang penyandang gelar Ph.D, Naofumi Nomura saat ini sedang berupaya memopulerkan jamu Indonesia sebagai alternatif obat tradisional bagi masyarakat Jepang.Menurut Naofumi, jamu Indonesia sangat berkhasiat untuk kesehatan, termasuk dalam...

IMF Sebut Stabilitas Politik dan Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat

MATA INDONESIA, JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut Indonesia merupakan titik terang di tengah ekonomi global yang terus memburuk.Hal itu diungkapkan Managing Director IMF, Kristalina Georgieva saat bertemu Sri Mulyani di Washington D.C., 11 Oktober 2022."Indonesia tetap menjadi...

About Me

12208 KIRIMAN
0 KOMENTAR
- Advertisement -spot_img

Latest News

Kesehatan Berkualitas sebagai Fondasi Prestasi Belajar melalui CKG

Oleh : Muhammad NandaKesehatan peserta didik merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas pendidikannasional yang berkelanjutan. Upaya meningkatkan prestasi belajar tidak dapat hanya bertumpupada kurikulum, kualitas tenaga pendidik, maupun sarana pembelajaran semata, tetapi juga harusdidukung kondisi fisik dan mental siswa yang sehat. Dalam konteks tersebut, Program CekKesehatan Gratis (CKG) di sekolah hadir sebagai langkah strategis pemerintah untukmemastikan bahwa generasi muda Indonesia memperoleh layanan kesehatan yang memadaisejak dini. Program ini menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia unggul harusdimulai dari penguatan kesehatan anak-anak usia sekolah sebagai investasi jangka panjangbangsa.Pelaksanaan CKG menunjukkan adanya paradigma baru dalam pembangunan pendidikannasional, yakni menempatkan kesehatan sebagai bagian integral dari proses belajar. Banyakpersoalan kesehatan siswa selama ini luput dari perhatian karena keterbatasan akses pemeriksaanrutin maupun rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini. Padahal, kondisi kesehatan memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan konsentrasi, daya serappelajaran, hingga produktivitas siswa di sekolah. Anak yang mengalami anemia, gangguankebugaran, masalah gigi, maupun tekanan darah tinggi tentu akan mengalami hambatan dalammengikuti pembelajaran secara optimal. Oleh karena itu, langkah pemerintah menghadirkanlayanan pemeriksaan langsung ke sekolah menjadi kebijakan yang relevan dan tepat sasaran.Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah, menilai program CKG Sekolah menjadilangkah penting dalam mendukung kualitas pendidikan nasional. Menurutnya, gangguankesehatan dapat menghambat kemampuan siswa dalam menerima pelajaran sehinggapemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi kebutuhan mendesak. Ia juga menyoroti adanyaancaman penyakit degeneratif maupun penyakit menular pada anak sekolah yang perlu dideteksimelalui program tersebut. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa kualitas pendidikan tidakdapat dipisahkan dari kualitas kesehatan peserta didik.Selain berfungsi sebagai sarana deteksi dini, CKG juga memberikan manfaat besar dalampenyusunan kebijakan berbasis data. Hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di ribuansekolah menjadi sumber informasi penting bagi pemerintah untuk memetakan persoalankesehatan siswa secara sistematis. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat menentukanintervensi yang lebih tepat sasaran, baik dalam aspek kesehatan maupun pendidikan. Kebijakanseperti pemberian makanan bergizi, penguatan edukasi kesehatan, hingga peningkatan fasilitaslayanan kesehatan sekolah dapat dirancang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.Data hasil pelaksanaan CKG sepanjang 2025 menunjukkan bahwa persoalan kesehatan siswamasih cukup tinggi. Gangguan kebugaran mencapai lebih dari 60 persen, karies gigi hampirsetengah dari jumlah siswa yang diperiksa, sementara anemia juga ditemukan dalam jumlahsignifikan. Pada tahun 2026, persoalan gigi berlubang, peningkatan tekanan darah, danpenumpukan kotoran telinga masih mendominasi hasil pemeriksaan. Fakta ini menjadi alarm penting bahwa perhatian terhadap kesehatan anak usia sekolah harus terus diperkuat. Jikapersoalan tersebut tidak segera ditangani, maka kualitas pembelajaran dan produktivitas generasimuda berpotensi mengalami penurunan dalam jangka panjang.Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa kondisikesehatan siswa sangat memengaruhi proses belajar di sekolah. Menurutnya, peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan akan kesulitan mengikuti pembelajaran secara optimal. Iamenegaskan bahwa Program CKG tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan siswa, tetapi jugamembangun fondasi sumber daya manusia yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapimasa depan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan SDM unggul membutuhkansinergi antara sektor pendidikan dan kesehatan.Program CKG juga memperlihatkan pendekatan jemput bola yang dilakukan pemerintah dalammemperluas akses layanan kesehatan. Petugas kesehatan mendatangi sekolah secara langsungsehingga siswa tidak perlu meninggalkan aktivitas belajar untuk memperoleh pemeriksaankesehatan. Pendekatan ini sangat efektif terutama bagi daerah yang memiliki keterbatasanfasilitas kesehatan maupun tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah terhadappemeriksaan kesehatan rutin. Pemerintah tidak lagi menunggu masyarakat datang ke fasilitaskesehatan, melainkan aktif menghadirkan layanan hingga ke lingkungan pendidikan.Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa program CKG tidakberhenti pada pengumpulan data semata, tetapi juga disertai tindak lanjut medis bagi siswa yang ditemukan mengalami gangguan kesehatan. Pemerintah memastikan bahwa peserta didik yang membutuhkan penanganan akan memperoleh layanan lanjutan melalui puskesmas maupunrumah sakit rujukan. Pendekatan ini penting agar hasil pemeriksaan benar-benar memberikandampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan anak.Ke depan, keberlanjutan Program CKG harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah perlumemperkuat fasilitas kesehatan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar agar pemerataanlayanan benar-benar terwujud. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat juga perlu diperkuat untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program. Dengan komitmen yang konsisten, CKG tidak hanya menjadi program kesehatan semata, tetapijuga fondasi penting dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, danmampu bersaing di masa depan.*Penulis adalah Pengamat Sosial
- Advertisement -spot_img