one

Pertama di Dunia, Indonesia akan Segera Punya Bursa Kripto

MATA INDONESIA, YOGYAKARTA - Penggemar dan pelaku mata uang kripto tak usah khawatir, pemerintah akan segera membentuk pasar bursa kripto. Hal ini untuk merespons perkembangan perdagangan aset kripto di Indonesia.Berdasarkan data dari Kementeri Perdagangan, pada 2021 total nilai transaksi...

Gempa M 7,6 di Papua Nugini, Bangunan Banyak yang Rusak

MATA INDONESIA, PORT MORESBY - Gempa bumi berkekuatan 7,6 melanda wilayah timur Papua Nugini, Minggu, 11 September 2022.Dampak dari gempa ini merusak properti publik. Banyak bangunan yang rusak dan runtuh.Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban gempa. Belum ada...

Besok, Sejumlah Ormas Islam akan Demo Anti Kenaikan BBM di Istana Negara

MATA INDONESIA, JAKARTA - Senin 12 September 2022 bagi warga Jakarta dan sekitarnya sebaiknya menghindari kawasan Istana Merdeka Jakarta.  Rencananya, ribuan peserta akan mengikuti aksi demonstrasi di kawasan Istana Negara. Aksi dengan tuntutan menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) itu...

6 Wanita dalam Alkitab Ini Jadi Inspirasi Bagi Umat Nasrani

MATA INDONESIA, JAKARTA - Tokoh Alkitab menjadi sumber inspirasi bagi umat Nasrani. Kisah hidup para tokoh Alkitab kerap menjadi pembelajaran untuk berbagai aspek. Baik kehidupan rohani, rumah tangga, persahabatan.Dalam Alkitab terlihat bahwa wanita itu banyak terlibat di dalam rencana...

Tampak Sama, Ini Perbedaan Inggris, Britania Raya dan Inggris Raya

MATA INDONESIA, JAKARTA – Negara Inggris (England) telah mengambil peran penting dalam pembentukan Britania Raya (Great Britain).  Menariknya, Inggris dan Britania Raya memiliki ibu kota yang sama yakni London dan tentunya ini membuat masyarakat berspekulasi bahwa Inggris dan Britania...

Gara-gara Berdarah Jerman, Ayah Ratu Elizabeth II Mengganti Nama Keluarganya Menjadi Windsor

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ratu Elizabeth II berasal dari Dinasti Windsor yang awal mulanya dari Jerman. Nama dinastinya sebenarnya adalah Saxe Coburg-Gotha. Namun karena Perang Dunia II, nama dinasti ini berubah. Hal ini karena sentimen anti Jerman saat perang...

Dari William Sang Penakluk ke Ratu Elizabeth II, Inilah Dinasti-Dinasti Kerajaan Inggris

MATA INDONESIA, LONDON - Saat William si penakluk menyerbu dan menghancurkan Kerajaan Wessex di Inggris, mulailah periode baru di negara ini.William yang berasal dari Normandia (Prancis Barat Daya) naik tahta di kerajaan Inggris. Sejak itu budaya Anglo-Saxon banyak terpengaruh...

William Sang Penakluk, Raja Inggris Pertama dari Bangsa Norman

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mengklaim haknya atas takhta Inggris, William I atau William Sang Penakluk menjadi Raja Inggris pertama yang berasal dari bangsa Norman (Prancis). Kemenangan telaknya atas Raja Harold II di pertempuran Hastings menandai dimulainya era baru dalam...

Giliran AKBP Jerry Raymond Dipecat dari Polri

MATA INDONESIA, JAKARTA - Nyaris, semua anak buah dan tim Irjen Pol Fredy Sambo mengalami pemecatan dari Polri.Salah satunya adalah AKBP Jerry Raymond. Mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya ini telah resmi mendapayt pemecatan dan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH)....

DKI Jakarta Waspada, Cuaca Ekstrem dan Hujan Lebat Seminggu ke Depan

MATA INDONESIA, JAKARTA - Peringatan bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem dan hujan lebat. Cuaca ini kemungkinan terjadi dalam seminggu ke depan atau 10 hingga 16 September...

About Me

6601 KIRIMAN
4 KOMENTAR
- Advertisement -spot_img

Latest News

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -spot_img