Lakukan Operasi Plastik Sebanyak 8 Kali, Ini Tujuan Hidup Lucinta Luna

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nama Lucinta Luna menjadi sorotan dan menjadi buah bibir yang manis untuk dibicarakan.

Pasalnya Lucinta Luna baru saja menjalani serangkaian operasi yang dilakukannya di Korea Selatan beberapa waktu lalu.

Dalam program podcast pada kanal YouTube Deddy Corbuzer, Lucinta Luna menceritakan bahwa dirinya menjalani 8 kali operasi plastik dalam satu bulan.

“Jadi gue dalam sebulan di Korea satu kali tindakan 3 kali OP, minggu depannya lagi 3 kali OP, nah minggu depannya lagi baru suara gue. Delapan kali, jidat, idung, bibir, perut terus leher, kuping,” ucapnya.

Transgender yang menjuluki dirinya sebagai Ratu Keabadian itu pun menceritakan lebih detail terkait tindakan operasi yang dijalaninya.

Ia menuturkan bahwa dari berbagai operasi yang dilakukan, operasi bagian rahang lah yang menurutnya paling sakit.

“Rahang sakit banget di antara yang lain, itu kan gue sekali tiga OP-OPnya itu pas di minggu kedua. Gue ngamuk dong sama dokter. Akhirnya dikasih obat tapi nggak mempan juga,” tutur.

Lebih lanjut, pelantun lagu ‘Bobo Di Mana’ itu mengatakan bahwa semuanya merupakan sebuah perjuangan dirinya untuk mencapai tujuan hidupnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Gosip Terupdate (@rumpi_gosip)

“Pengorbanan Om, gue kayak gini karena punya tujuan hidup. Tujuan hidup gue pingin menikah dengan laki-laki yang kucintai terus punya anak dari rahim gua,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini