Pamer Suara Pasca Operasi, Lucinta Luna Malah Nangis Tersedu-sedu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lucinta Luna baru-baru ini menjalankan serangkaian operasi plastik di Korea Selatan.

Kali ini prosedur operasi plastik yang dijalaninya bukan hanya untuk merubah bagian-bagian pada wajah, tetapi juga ingin merubah suaranya.

Pasca menjalani operasi, khususnya demi merubah suara, Lucinta Luna belum diperbolehkan untuk berbicara untuk beberapa waktu.

Hal tersebut justru membuat netizen penasaran dengan suara barunya. Namun, kini akhirnya Lucinta Luna memperdengarkan suaranya untuk pertama kalinya pasca operasi.

Melalui unggahan di kanal YouTubenya, ia yang kerap kali dijuluki ratu sembilan nyawa tersebut mencoba untuk menunjukan suaranya.

Meski belum bisa mengeluarkan suaranya secara keseluruhan, ratu Sembilan nyawa itu tetap mencoba memperdengarkan suaranya kepada netizen secara terbata-bata.

“Sayang, injak aku dong sampai babak belur,” ucap Lucinta.

“Tapi kok suaranya belum kelar banget ya?” tanya rekan yang berada di sebelah Lucinta.

Lucinta pun merespon pertanyaan tersebut dengan gerakan tubuh yang mengisyaratkan bahwa luka pasca operasi masih belum sembuh sehingga suaranya masih belum bisa terdengar secara keseluruhan.

Unggahan video Lucinta pun menjadi sorotan netizen lantaran banyak yang merasa penasaran dengan suaranya terkini.

Namun, tidak ada yang berubah dari suara Lucinta Luna hal itu lantas membuatnya sangat sedit. Tetapi, rekannya menjelaskan bahwa itu merupakan hal yang sangat wajar.

“Dokternya kan ngomong ‘kasih tahu dia nanti kalo misalnya suaranya berubah sedikit itu gak apa harus pelan-pelan, gak bisa operasi langsung berubah total itu gak bisa,” pungkas rekan Lucinta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini