Jangan Kalap! Begini Tips Self Reward Biar Gak Bikin Bokek

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Milenial kini akrab dengan istilah self reward atau dikenal sebagai hadiah untuk diri sendiri. Biasanya, momen ini muncul setelah kamu merasa lelah kerja sepanjang hari dan ingin memanjakan dirimu.

Sayangnya, sering kali makna self reward disalah artikan, alias jadi kedok untuk foya-foya semata. Padahal, pundi-pundi yang kamu hasilkan juga perlu ditabung lho!

Nah, buat kamu yang ingin memberi sesuatu untul self reward, jangan kalap ya! Yuk simak tips di bawah ini biar self reward kamu gak bikin bokek.

  1. Cek Budget

Hal pertama yang perlu kamu lakukan ialah mengecek budget. Pastikan barang atau kesenangan yang ingin kamu beli pas dengan isi dompetmu.

Tips ini sangat berguna biar kamu gak kalap dan impulsif. Pastikan untuk memisahkan uang untuk self reward dengan budget kebutuhan pokokmu ya.

2. Jangan Impulsif

Cewek-cewek biasanya paling kenal dengan istilah impulsif alias beli barang tanpa perhitungan. Usahakan jangan lakukan hal ini apalagi berkedok self reward ya.

Pastikan kamu tahu barang apa yang sedang kamu butuhkan atau sudah diinginkan sejak lama. Hal ini bisa menghindari kamu dari sifat impulsif dan membeli barang yang gak perlu-perlu amat.

3. Hindari Ikuti Tren

Bicara soal tren memang gak ada habisnya. Jika self reward kamu selalu berpacu pada sesuatu yang sedang tren, maka nasib dompetmu bisa berakhir tragis.

Untuk itu sebaiknya kamu membeli barang yang sesuai dengan budget kamu. Atau kamu bisa cari referensi toko kekinian yang mengikuti tren tapi tetap ramah di kantong.

4. Gak Selalu Barang

Siapa bilang self reward harus selalu membeli barang? Banyak cara asyik yang murah meriah dan bisa kamu jadikan reward untuk dirimu kok.

Kamu bisa mengunjungi resto atau tempat kopi dan menghabiskan waktu dengan teman atau keluarga. Cara itu efektif untuk menghibur diri dan lebiih low budget!

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini