WALHI NTT Minta Pemda Mabar Cabut Izin Perusahaan Handel Berseri

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUPANG – Kerusakan yang terjadi pada Bendungan Wae Cebong hingga kini tak kunjung mendapat perbaikan. Padahal bendungan tersebut menjadi sumber irigasi bagi ratusan hektare sawah di Desa Compang Longgo, Golo Bilas dan Macang Tanggar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Rusaknya bendungan tersebut diduga disebabkan oleh aktivitas tambang galian C yang dikelola oleh Perusahaan Handel Berseri.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) NTT pun mengecam Perusahan Handel Berseri atas aktivitasnya yang juga merusak daerah aliran sungai (DAS) dan merusak fungsi Bendungan Wae Cebong.

“Hal ini berakibat pada lahan pertanian warga tidak dapat dialiri air,” ujar Kepala Divisi Kajian hukum lingkungan WALHI NTT Umbu Tamu Ridi, SH.,MH kepada minews.id, Rabu 18 Mei 2022.

Lanjutnya, hal ini bukan saja masuk dalam kejahatan terhadap lingkungan, tetapi juga memberi dampak pada krisis pangan warga di hilir DAS.

Ia pun mengungkapkan bahwa tahun lalu setelah dievaluasi KPK, ada sekitar 16 galian C di Mabar.

“Ini harus dicek berkaitan legalitas izin perusahan ini, yang pastinya aktivitas ini tanpa pengawasan pemerintah terkait, sehingga sedapat mungkin perusahan ini berbuat sesukanya,” katanya.

Umbu menegaskan bahwa Walhi sebagai organisasi masyarakat sipil lingkungan hidup, menuntut pemerintah Mabar untuk segera mencabut izin operasi perusahan Handel Berseri.

“Dan menindak dengan tegas pelanggaran yg dilakukan secara perdata maupun secara pidana lingkungan, Perusahan dapat bertanggung jawab secara mutlak (Strict liability) atas kerusakan lingkungan yang telah dilakukan,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Cepat Pemerintah Jaga Stabilitas Kelistrikan di Sumatera

Oleh: Kinara Pratiwi )*Respons cepat pemerintah dalam menangani gangguan sistem kelistrikandi Sumatera menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitaspasokan energi nasional. Gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi yang berdampak pada sejumlahwilayah di Pulau Sumatera langsung direspons melalui koordinasi lintassektor antara pemerintah, PT PLN (Persero), dan berbagai pemangkukepentingan. Langkah cepat PT PLN menjadi bukti bahwa pemerintah menempatkankeandalan pasokan listrik sebagai prioritas strategis demi memastikanaktivitas masyarakat dan roda perekonomian tetap terjaga.Sejak gangguan terdeteksi, pemerintah bergerak sigap denganmemastikan proses pemulihan dilakukan secara terukur dan terkoordinasi. PT PLN sebagai operator utama sistem kelistrikan nasional langsungmengerahkan personel teknis untuk melakukan asesmen menyeluruh, memulihkan jaringan transmisi, mengaktifkan gardu induk, sertamenyalakan kembali pembangkit secara bertahap. Upaya inimenunjukkan kesiapan sistem respons nasional dalam menghadapigangguan berskala besar.Direktur Utama, Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maafkepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia menjelaskanbahwa sejak awal kejadian seluruh personel PLN langsung bergerakmelakukan pemulihan sistem secara simultan di berbagai titik terdampak. Menurutnya, indikasi awal menunjukkan gangguan berasal dari sistemtransmisi di jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai yang dipengaruhi kondisicuaca, kemudian memicu efek berantai pada sistem kelistrikan Sumatera.Penjelasan Darmawan tersebut menunjukkan bahwa penanganandilakukan secara berbasis data dan analisis teknis yang akurat. Pemerintah melalui koordinasi intensif dengan PLN memastikan bahwasetiap tahapan pemulihan tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapijuga mengedepankan keamanan sistem agar proses normalisasiberlangsung stabil dan tidak menimbulkan gangguan lanjutan.Hasil dari kerja cepat tersebut terlihat dari progres pemulihan yang berjalan signifikan. Dari total jutaan pelanggan yang terdampak, sebagianbesar telah kembali menikmati aliran listrik. Beban sistem yang berhasildipulihkan juga terus meningkat hingga mendekati kondisi normal. Seluruhgardu induk terdampak pun telah berhasil dioperasikan kembali. Capaianini menjadi indikator nyata bahwa sistem respons pemerintah berjalanefektif dan mampu meminimalkan dampak gangguan secara cepat.Keberhasilan menangani masalah listrik ini tidak lepas dari mobilisasisumber daya yang terencana. Ratusan personel diterjunkan ke lapangandan bekerja tanpa henti di sejumlah wilayah terdampak, mulai dari Jambi, Sumatra Barat,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini