Wagub Nae Soi Klaim Program Tanam Jagung Panen Sapi Tingkatkan Minat Kerja Petani

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUPANG – Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-77, Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan sejumlah perkembangan yang terjadi di NTT. Hal ini disampaikan melalui pidato Wakil Gubernur NTT Josef Adrianus Nae Soi, MM yang mewakili Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Dalam Pidatonya, Wakil Gubernur NTT mengatakan bahwa semoga NKRI semakin kokoh dan jaya dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya (bersama Bapak Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat)
mengucapkan Selamat Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, kepada seluruh lapisan masyarakat Nusa
Tenggara Timur. Semoga Negara Kesatuan Republik Indonesia semakin kokoh dan jaya dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya, Senin 15 Agustus 2022.

Tokoh senior Partai Golkar ini juga menyampaikan bahwa menghadapi tantangan tersebut semua elemen bangsa bergerak bersama dan bergotong royong mewujudkan harapan.

“Dua tahun menghadapi gelombang pandemi Covid-19 dengan dampak yang luas pada berbagai bidang merupakan tantangan dan ujian sejarah untuk memperkokoh fondasi ke-Indonesiaan kita sebagai bangsa dan negara yang berdaulat,” katanya.

Lebih lanjut Nae Soi menyampaikan bahwa pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 502 triliun untuk menjamin pasokan energi serta mengoptimalkan peran UMKM untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

Untuk konteks NTT, ia mengungkapkan bahwa kasus malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam bidang kesehatan di NTT mulai menurun. Adapun selama tahun 2021, jumlah kasus penyakit malaria sebanyak 9.419. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2020 sebanyak 15.341 kasus.

“Sedangkan untuk kasus Demam
Berdarah Dengue (DBD), pada tahun 2021 terjadi 2.543 kasus dengan jumlah kematian mencapai 14 orang dan kasus ini
menurun bila dibandingkan dengan tahun 2020,” ujarnya.

Selanjutnya mengenai peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), Nae Soi memaparkan bahwa pemerintah melakukan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan.

Tahun 2021 sampai dengan Juli 2022 untuk SMK di seluruh NTT, Pemerintah Provinsi telah membangun 209 ruangan baru, 58
toilet, 31 ruang direhabilitasi. Untuk sarana belajar diadakan 5 Paket Media Pendidikan, 192 Paket Alat Praktek Utama Siswa, 8 Paket Alat TIK, 21 Paket Alat Kesenian Tradisional.

“Sementara untuk tingkat SMA, diadakan 549 ruangan baru, 279 toilet, dan 39 ruangan direhabilitasi serta dibangun 10 unit rumah dinas guru,” katanya.

Lalu dalam bidang pariwisata, pemerintah tidak hanya mengutamakan keuntungan ekonomis tapi juga memperhatikan konservasi destinasi wisata agar tetap berkelanjutan dan dapat dinikmati oleh
generasi berikutnya.

“Dalam kaitannya dengan ini, Pemerintah
telah mengambil kebijakan dengan menetapkan Pulau Komodo dan Pulau Padar dalam Kawasan Taman Nasional Komodo
(TNK) sebagai kawasan wisata konservasi,” ujarnya.

Ia juga menyinggung terkait program Tanam jagung Panen Sapi (TJPS) yang diberlakukan sejak 2019.

“Dan sejak tahun 2021 Saya sangat optimis dengan keberhasilan program ini
dapat membangun gairah petani NTT untuk menanam jagung sekaligus menjadi provinsi jagung. Saya berharap Pemerintah Kabupaten juga mengalokasikan APBD dan mempersiapkan petani untuk pelaksanaan Program TJPS,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga tetap
berkomitmen mengembangkan tanaman marungga atau kelor untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Nae Soi juga menjelaskan bahwa sejak 2020 hingga kini sudah terdapat 30 unit usaha produk asal ternak dan memiliki nomor Kontrol Veteriner (NKV).

“Produk peternakan dengan mengutamakan industri yang masif, berbasis budaya dan kearifan lokal seperti industri daging dalam hal ini berupa daging segar, daging beku dan pengolahan daging lainnya yang aman, sehat, utuh dan Higienis (ASUH) melalui penyediaan sarana prasarana Rumah Potong Hewan (RPH),Tempat Pemotongan Hewan (TPH),” ujarnya.

Dalam Bidang Kelautan dan Perikanan, pemerintah mengadakan sarana dan prasarana untuk meningkatkan hasil produksi. Berdasarkan potensi kelautan dan perikanan yang NTT miliki, telah
dikembangkan perikanan tangkap, perikanan budidaya serta budidaya rumput laut yang diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup nelayan dan pembudidaya.

Adapun hasil produksi perikanan
tangkap pada Tahun 2020 sebesar 172 ribu ton. Sementara tahun 2021 naik menjadi 183 ribu ton. Dengan jenis ikan yang ditangkap yaitu cakalang, kakap, kembung, layang, rajungan, tenggiri, teri, tongkol, tuna dan udang.

“Untuk mengoptimalkan hasil tangkap
nelayan, pada tahun 2021, Pemerintah mengadakan sarana prasarana yaitu 125 unit kapal 1 GT, 65 unit kapal 3 GT dan 130 unit kapal ketinting,” katanya.

Kemudian Nae Soi juga menyatakan bahwa pemerintah turut mendorong bidang investasi, perdagangan dan industri, energi.

Menurutnya, pemerintah juga terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan sektor industri dan perdagangan melalui kebijakan hilirisasi industri dalam upaya peningkatan nilai tambah. Perhatian pemerintah terutama diarahkan pada peningkatan kualitas produk UMKM sehingga dapat bersaing dengan produk
dari luar.

“Tahun 2021 jumlah industri kecil dan menengah adalah sebesar 135.734 unit, mengalami penurunan karena adanya
pandemi covid-19 jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang berjumlah 140.161 unit,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah terus mendorong agar pelaku UMKM memanfaatkan berbagai aplikasi digital untuk memasarkan produk-produknya. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah menerbitkan E-katalog lokal sehingga para pelaku UMKM dapat terlibat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Saat ini ada 47 UMKM dengan jumlah produk 358 jenis yang tayang pada e-katalog,” katanya.

Selain itu dalam upaya mengikuti perkembangan teknologi yang kian pesat, pemerintah terus memfasilitasi digitalisasi Koperasi. Sejak tahun 2020, pemerintah terus memfasilitasi digitalisasi koperasi. Tahun 2021, sebanyak 600 unit koperasi telah melakukan upaya transformasi digital dalam pelayanannya.

“Pemerintah juga terus mendorong koperasi untuk bergerak dalam sektor riil sehingga tidak hanya fokus pada simpan pinjam,” ujarnya.

Nae Soi juga menyampaikan bahwa Ujian Kompetensi Aparatur Sipil Negara sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan Publik. Untuk meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara sebagai ujung tombak pelayanan publik, Pemerintah Provinsi membangun Assesmen Center yang berperan melakukan penilaian kompetensi ASN sejak tahun 2012.

“Mulai tahun 2021, Pemerintah mewajibkan seluruh ASN pada Perangkat Daerah Provinsi NTT untuk melakukan uji kompentensi,” katanya.

Kontributor Kota Kupang: Emanuel Taena

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Program Future Leaders Bootcamp AMANAH Jadi Pilar Penguatan SDM Unggul Aceh

*) Oleh: Teuku Rizky SyahputraMomentum relaunching Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul-Hebat (AMANAH) tidaksekadar menjadi agenda seremonial, melainkan menandai fase konsolidasi strategisdalam pembangunan sumber daya manusia di Aceh. Penguatan peran lembaga inimencerminkan kesadaran bahwa investasi terbesar suatu daerah terletak padakualitas generasi mudanya. Dalam konteks pembangunan nasional yang semakinkompetitif, keberadaan wadah pembinaan yang terarah menjadi kebutuhanmendesak. Oleh karena itu, langkah AMANAH dalam menyelaraskan program pembinaan pemuda patut dipandang sebagai bagian dari orkestrasi kebijakan yang lebih luas.Selanjutnya, penyelenggaraan Future Leaders Bootcamp (FLB) menjadi indikasikonkret bahwa proses pembinaan tidak lagi bersifat sporadis, melainkan dirancangsecara sistematis dan berbasis kebutuhan zaman. Kegiatan yang berlangsung di Kawasan Industri Aceh ini menunjukkan adanya integrasi antara pengembangankapasitas individu dengan realitas dunia usaha. Pendekatan ini relevan, mengingattantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkutat pada aspek akademik, tetapijuga pada kemampuan adaptasi terhadap dinamika ekonomi global. Dengandemikian, FLB tidak hanya menjadi ruang pelatihan, tetapi juga laboratoriumkepemimpinan masa depan.Lebih jauh, seleksi ketat terhadap 26 peserta dari berbagai daerah di Aceh mencerminkan upaya serius dalam menjaring talenta terbaik. Proses ini menunjukkanbahwa pembinaan pemuda tidak dapat dilakukan secara massal tanpa standarkualitas yang jelas. Justru, pendekatan berbasis meritokrasi menjadi kunci dalammenciptakan dampak yang berkelanjutan. Para peserta yang terpilih bukan hanyarepresentasi individu unggul, tetapi juga simbol harapan bagi daerahnya masing-masing. Dalam konteks ini, AMANAH telah menempatkan kualitas sebagai fondasiutama programnya.Di sisi lain, Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menegaskan bahwaurgensi kehadiran lembaga ini dalam membangun generasi muda Aceh yang berdayasaing. Ia memandang bahwa pembinaan tidak cukup berhenti pada transfer pengetahuan, melainkan harus menyentuh aspek pembentukan karakter dankepemimpinan. Penekanan pada pentingnya pola pikir kepemimpinan yang kuat sertakomitmen tinggi menjadi relevan di tengah tantangan disrupsi global. Perspektif inisejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan pembangunanmanusia sebagai prioritas utama.Lebih lanjut, dorongan agar pemuda berperan aktif dalam pembangunanberkelanjutan memperlihatkan adanya keselarasan antara program AMANAH dengannilai-nilai kebangsaan. Dalam hal ini, generasi muda tidak hanya diposisikan sebagaiobjek pembangunan, tetapi sebagai subjek yang memiliki tanggung jawab moral dansosial. Semangat cinta tanah air menjadi elemen penting yang harus diinternalisasidalam setiap proses pembinaan. Dengan demikian, output yang dihasilkan tidakhanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas kebangsaan.Selain itu, keterlibatan Said Muniruddin sebagai narasumber utama memberikandimensi akademik sekaligus praktis dalam pelatihan ini. Sebagai akademisiUniversitas Syiah Kuala dan praktisi pengembangan diri, ia membawa pendekatan yang komprehensif dalam membangun kapasitas peserta. Materi mengenai pola pikirkewirausahaan menjadi salah satu titik tekan yang strategis. Hal ini mengingatkewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan bisnis, tetapi juga dengan keberanianmengambil risiko, inovasi, dan kemampuan membaca peluang.Kemudian, desain materi yang sistematis dan aplikatif menunjukkan bahwa program ini tidak berhenti pada tataran konseptual. Peserta didorong untuk menginternalisasi...
- Advertisement -

Baca berita yang ini