12 Fakta Menakutkan Alat Pancung Guillotine

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Sebanyak 40 ribu orang termasuk Raja Louis XVI dan Marie Antoinette dipancung dengan guillotine pada tahun 1790-an. Joseph Ignace Guillotin pun pasti takkan menyangka jika namanya digunakan sebagai nama alat ‘pencabut nyawa’ di era Revolusi Perancis tersebut.

Saat itu, guillotine merupakan satu dari sekian banyak alat pancung untuk mengakhiri hidup orang di dunia ini. Alat eksekusi serupa dengan Planke milik Jerman, lalu Halifax Gibber untuk Inggris, Mannaia dari Italia, dan Scottish Maiden untuk Skotlandia.

Meski guillotine dinilai sadis atau kejam, alat eksekusi mati ini diklaim sangat ‘manuasiawi’. Sebab setiap pancungannya, bisa menghilangkan rasa sakit sebanyak mungkin yang dialami si tereksekusi.

Menurut sejumlah ahli, si pelaku akan lebih cepat merasakan penderitaanya ketika pasokan oksigen yang dibawa darah ke otak otomatis terhenti saat terputusnya leher. Saat itulah otak tidak merespon atau melakukan perintah lagi lewat syaraf-syaraf, baik yang menuju otak maupun yang akan menuju tubuh.

Biar gak penasaran, berikut beberapa fakta seputar hukuman pancung ‘Guillotine’, antara lain:

1. Guillotine pertama dibuat oleh Antoine Louis dan pembuat harpsichord Jerman Tobias Schmidt
2. Orang pertama yang menjadi guillotined adalah perampok Nicolas Pelletier pada tahun 1792
3. Eksekusi terakhir oleh guillotine adalah pembunuhan Hamida Djandoubi di Marseilles pada tahun 1977. 
4. Pisau logam guillotine beratnya sekitar 40kg (88 lb).
5. Pisau dijatuhkan dari ketinggian 7 meter
6. Orang yang di hukum pancung Lebih cepat matinya kurang dari 8 detik
7. Menurut pendapat dokter, efek dari pancung ini akan membuat otak tereksekusi sadar selama 10 detik saja
8. Aksi eksekusi guillotine menjadi hiburan tersendiri bagi rakyat Perancis ketika itu. Bahkan ada yang menjual cinderamata berupa miniatur guillotine dan banyak orang menawarkan ejekan sarkastik atau kata-kata terakhir yang menantang sebelum dieksekusi
9. Daya tarik dengan guillotine berkurang pada akhir abad ke-18, namun pemenggalan publik berlanjut di Prancis sampai tahun 1939.
10. Generasi keluarga Sanson terkenal sebagai algojo dari tahun 1792 sampai 1847. Keluarga algojo inilah yang mengeksekusi kepala Raja Louis XVI dan Anatole Deibler.
11. Guillotin sempat mengajukan petisi untuk mengganti nama alat pancung tersebut, namun gagal.
12. Nazi kemudian mengadopsi guillotine dan menempatkan 20 alat tersebut ditempatkan di kota-kota di Jerman. Menurut catatan Nazi, guillotine akhirnya digunakan untuk mengeksekusi sekitar 16.500 orang antara tahun 1933 dan 1945.

Berita Terbaru

Hujan Deras masih jadi Ancaman di DIY, BPBD Perpanjang Masa Siaga Darurat Bencana

Mata Indonesia, Yogyakarta - BPBD DIY telah memutuskan untuk memperpanjang masa siaga darurat bencana dari tanggal 1 Maret - 31 April 2024. Sebelumnya, masa siaga darurat bencana berlangsung dari tanggal 20 Desember 2023 hingga 29 Februari 2024.
- Advertisement -

Baca berita yang ini