Penayangannya Sering Ditunda, Film Cannes ‘Emergency Declaration’ Dirumorkan akan Tayang Juli 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Film ‘Emergency Declaration’ telah tertunda selama setahun lebih dalam beberapa kali. Namun kini tampaknya jadwal penayangannya di bioskop sudah ada hilalnya.

Melansir dari Star News, film karya sutradara Han Jaerim ini tengah dalam diskusi untuk jadwal penayangannya. Menurut rumor yang beredar, film ini diprediksi akan mulai tayang di bioskop pada Juli 2022.

Namun masih belum diketahui jadwal pasti terkait tanggal penayangannya.

Sebelumnya, ‘Emergency Declaration’ sudah pernah diputar di Cannes International Film Festival pada 2021 lalu. Rencananya film ini tayang di bioskop pada Januari 2021, tapi tertunda karena pandemi.

Film ini dibintangi oleh Seol In Ah (A Business Proposal), Song Kangho, Lee Byunghun, Jeon Doyeon, Kim Namgil, Im Siwan, Kim Sojin, dan Park Haejoon.

‘Emergency Declaration’ menceritakan tentang pendaratan darurat sebuah pesawat yang mengalami kendala masalah fatal. Pasalnya pesawat itu sering melakukan perjalanan udara karena terkenal spektakulernya.

Sehingga tak heran banyak penumpang yang menggunakan pesawat itu. Dalam kisahnya ini menceritakan bahwa para penumpangnya akan terbang menuju Hawaii menggunakan pesawat itu.

Kisahnya bak Titanic, pesawat itu pun menunjukkan adanya masalah serius saat itu yang mana sebelumnya tak pernah terjadi. Pilot mengumumkan pada para penumpangnya bahwa adanya keadaan darurat yang mengharuskan pesawatnya melakukan pendaratan darurat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini