Lapis Legit, Kue Tradisional dengan Rasa yang Menggigit

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Lapis legit merupakan makanan populer dan cukup digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Sesuai namanya, rasa kue ini memiliki rasa yang legit dan manis. Lapis legit memiliki bentuk yang unik, dengan lapisan tipis dan disusun dengan cara ditumpuk ke atas.

Dalam laman PergiKuliner, menyebutkan bahwa kue ini berkembang di masa kolonial Belanda. Pada masa itu, lapis legit disebut spekkoek yang memiliki arti kue seribu lapis.

Oleh bangsa Indonesia, kue spekkoek ini diracik ulang menggunakan rempah-rempah khas Nusantara, seperti cengkih, kayu manis, biji pala, dan sebagainya. Hingga jadilah seperti kue yang kita kenal saat ini, lapis legit.

Selain itu, menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, kue lapis legit menjadi simbol kemakmuran. Ini disebabkan, banyaknya lapisan dalam kue menandakan rezeki yang terus mengalir dan tidak pernah ada habisnya.

Disamping rasanya yang enak, kue ini ternyata cukup menguras isi dompet. Mengingat harganya yang mahal, apa salahnya jika kita coba untuk membuat kue lezat ini di rumah. Yuk, simak langkah-langkah membuatnya dibawah.

Dilansir melalui akun youtube Kiko Kuliner, berikut resep membuat lapis legit.
Bahan:

1. Margarin 500 gram
2. Gula halus 400 gram
3. Kuning telur 20 butir
4. Terigu 100 gr
5. Susu bubuk 100 gr

Cara memasak:

1. Masukan margarin dan gula halus ke dalam wadah. Aduk kedua bahan tersebut menggunakan mixer.

2. Jika sudah terlihat mengembang serta berubah warna menjadi keputihan. Masukan kuning telur sedikit demi sedikit.

3. Campur semua bahan hingga merata. Kemudian, masukan tepung terigu dan susu ke dalam adonan. Aduk lagi menggunakan mixer.

4. Siapkan loyang dengan ukuran 20 x 20 cm. Ambil satu sendok takar adonan ke dalam loyang. Balurkan adonan menggunakan sendok ke seluruh permukaan loyang.

5. Panggang. Adonan ini akan menjadi lapisan pertama.

6. Jika sudah terlihat kecokelatan. Keluarkan loyang dari pemanggang.

7. Tekan-tekan lapisan pertama kue menggunakan penekan kue.

8. Ulangi langkah-langkah diatas untuk membuat lapisan kedua dan seterusnya hingga adonan habis.

9. Lapis legit siap dinikmati.

Reporter: Diani Ratna Utami

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini