Jon Watts Mundur Jadi Sutradara Film Marvel ‘Fantastic Four’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Jon Watts mundur dari proyek ‘Fantastic Four’ versi Marvel Cinematic Universe (MCU). Dia ingin rehat dari film superhero setelah menyutradari tiga film ‘Spider-Man’ era Tom Holland.

“Membuat tiga film ‘Spider-Man’ adalah pengalaman yang luar biasa dan mengubah hidup saya. Saya sangat bersyukur telah menjadi bagian dari Marvel Cinematic Universe selama tujuh tahun,” ujarnya, dikutip dari Variety, Minggu 1 Mei 2022.

“Saya berharap kami akan bekerja sama lagi dan saya tidak sabar untuk melihat visi yang luar biasa mewujudkan ‘Fantastic Four'” katanya.

Dalam pernyataan terpisah, bos Marvel Studios, Kevin Feige mengatakan, berkolaborasi dengan Watts pada tiga film ‘Spider-Man’ merupakan sebuah kebanggaan.

“Kami sangat menantikan melanjutkan pekerjaan kami dengannya untuk membawa ‘Fantastic Four’ ke MCU. Tetapi memahami dan mendukung alasannya untuk mengundurkan diri,” kata Feige.

“Kami optimistis akan memiliki kesempatan untuk bekerja sama lagi dengannya pada beberapa titik di masa depan,” ungkapnya.

Feige pertama kali mengumumkan bahwa Watts akan menjadi sutradara reboot ‘Fantastic Four’ untuk Marvel Studios pada Desember 2020 Disney Investor Day. Namun pihak studio belum mengumumkan informasi tanggal rilis film tersebut dan siapa yang menjadi penulis naskah.

Sebelumnya, ‘Fantastic Four’ pernah dua kali dibuat film di bawah 20th Century Fox sebelum diakuisisi Disney dengan judul ‘Fantastic Four’ (2005) dan ‘Fantastic Four: Rise of Silver Surfer’ (2007). Karakternya adalah, Human Torch, Invisible Woman, Mr. Fantastic, dan The Thing.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini