Jo In Sung Blak-blakan soal Film Barunya & Dukungan untuk Lee Kwang Soo dan D.O. EXO

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktor Jo In Sung baru-baru ini melakukan wawancara untuk film barunya, ‘Escape from Mogadhisu’ yang dirilis pada 28 Juli 2021. Tak hanya soal film, ia berbicara banyak hal di wawancara tersebut.

‘Escape from Mogadhisu’ diangkat berdasarkan peristiwa nyata dari tahun 1991. Film menceritakan sekelompok karyawan kedutaan Korea yang melarikan diri dari Mogadishu, ibu kota Somalia, selama Perang Saudara Somalia.

Secara kebetulan film tersebut berbagi hari ulang tahunnya dengan salah satu aktor utamanya, Jo In Sung. Jo In Sung mengatakan, “Saya sendiri tidak tahu bahwa rilis film akan dilakukan pada hari ulang tahun saya. Saya pikir karena itu, itu akan menjadi yang spesial.”

Dia menambahkan, “Ini adalah situasi di mana saya bersyukur atas segalanya. Publik menantikannya dan memilih untuk menontonnya meskipun situasi sulit dengan COVID-19. Saya sangat senang. Aku bersyukur semuanya berjalan lancar.”

‘Escape from Mogadishu’ menjadi film pertama Jo In Sung setelah aktor tersebut memasuki usia empat puluhan. Dia berkomentar, “Dimulai dengan film ini, saya berharap dapat kembali dengan karya yang lebih beragam. Tidak hanya melalui film, tetapi juga melalui drama dan variety show. Saya berharap dapat meningkatkan kesempatan yang saya miliki untuk lebih bebas berkomunikasi dengan Anda semua.”

Dia telah menerapkan ini dengan tampil di berbagai saluran YouTube dan tetap berhubungan dengan publik. Namun, ia tidak memiliki akun media sosial pribadi seperti Instagram.

Dia menjelaskan, “Bukannya saya tidak melakukan Instagram, itu karena saya tidak bisa melakukannya. Saya takut salah ketik atau membuat kesalahan tata bahasa. Mendaftar adalah sebuah tantangan juga. Dalam hal ini, saya pikir ada sesuatu yang analog tentang saya dalam hal itu. ”

Dalam wawancara itu, Jo In Sung tidak lupa menyebut nama D.O EXO (Do Kyung Soo), yang bekerja dengannya di drama 2014 “It’s Okay, That’s Love.” Diketahui D.O. baru saja merilis album pertamanya.

“Saya mendengarkan single Kyung Soo. Dia sudah melakukannya dengan sangat baik, jadi saya tidak punya banyak hal untuk dikatakan. Dia menyelesaikan wajib militernya dan merilis album. Saya pikir dia menjadi lebih santai sekarang. Saya senang melihat apa yang ada di depannya saat dia melanjutkan ke lebih banyak aktivitas musik dan akting,” kata dia.

Jo In Sung juga menyoraki sesama aktor Lee Kwang Soo, yang dikenal dekat dengannya. “[Filmnya] ‘Sinkhole’ akan segera dirilis di musim panas, dan saya harap itu berjalan dengan baik. Saya berharap Lee Kwang Soo juga menerima banyak cinta. Semua film Korea harus berhasil.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini