Anies Baswedan Jajal Catwalk di Citayam Fashion Week Ala Remaja ‘SCBD’: Tidak Sekeren Mereka

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Citayam Fashion Week belakang ini tengah menjadi sorotan, tempat nongkrong para remaja ‘SCBD’ ini sedang menjadi trend di berbagai kalangan.

Selain model dan aktris yang ikut meramaikan Citayam Fashion Week, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga terlihat ikut memeriahkan.

Dilansir dari laman media sosial Instagram, Gubernur DKI Jakarta membagikan momen dirinya yang tengah melakukan catwalk di Dukuh Atas, Sudirman.

Tidak sendiri, Anies Baswedan juga mengajak EU Ambassador H.E. Vincent Piket, Vice President of the European Investmen Bank Mr. Kris Peeters beserta jajarannya untuk ikut jajal catwalk di zebracros Dukuh Atas, Sudirman bagaikan para remaja ‘SCBD’.

“Sempat mencoba catwalk ala teman-teman SCBD di Dukuh Atas,”  tulisnya.

Namun, ia mengatakan bahwa dirinya tidak piawai dalam melakukan catwalk dan kalah keren bila dibandingkan para remaja ‘SCBD’.

“Kesimpulannya: kami semua tidak ada yang sekeren mereka, belum pantas naik catwalk. Lain kali kami jadi penonton dan pengagum saja,” sambungnya.

Tidak hanya menjajal catwalk di Dukuh Atas, Sudirman, Anies Baswedan sebelumnya juga mengajak para tamunya tersebut berkeliling ke Terowongan Kendal dan kafe yang mempekerjakan disabilitas usai rapat.

“Usai rapat kita mencoba naik MRT sama-sama dan menikmati suasana terowongan Kendal dan mampir kafe teman-teman difabilitas,” ucapnya.

“Tapi yang jelas, tamu-tamu Uni Eropa tadi tak hanya menikmati perubahan dan perkembangan fasilitas publik di Jakarta, tapi juga menikmati kehangatan warga dan mengagumi kreativitas anak-anak mudanya,” pungkasnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by BERITA & INFO VIRAL (@lambegosiip)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini