7 Fakta ‘Si Ganteng’ Rafael, Anak Diaz Hendropriyono & Cucu Eks Kepala BIN

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Postingan Instagram salah satu staf khusus presiden Joko Widodo (Jokowi), Diaz Hendropriyono, baru-baru ini mencuri perhatian di media sosial. Bahkan, unggahanya itu ramai komentar dari kaum hawa.

Bukan soal orang nomor 1 di Indonesia, menantu mantan Kepala Badan Intelejen Negaran (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono ini menggunggat potret tampan anaknya yang baru saja merayakan ulang tahun yang ke-17.

Diunggah tepat di hari ulang tahunnya, 20 Mei 2020, Diaz mengunggah beberapa potret anaknya yang diketahui bernama Rafael. Putra Diaz ini memiliki paras yang tampan dan berhidung mancung.

BACA JUGA: Cantik Nan Anggun, Ini Sosok Diah Erwiany Istri KSAD Jendral Andika Perkasa

Putranya ini juga berkulit putih dan berbadan tegap. Kegantengan putra Diaz Hendropriyono ini bahkan disorot netizen atau warganet. Senyumannya yang manis membuat cewek-cewek meleleh.

Seraya dengan mengunggah foto anaknya, Diaz membeberkan beberapa fakta tentang Rafael. Penasaran, yuk simak beberapa fakta dan potret Rafael di bawah ini:

1. Lahir 20 Mei 2003.

Anak Diaz Hendropriyono,Rafael (Foto: Istimewa)

2. Pernah tinggal di beberapa tempat seperti Washington, Honolulu, Singapura dan Jakarta.

Anak Diaz Hendropriyono,Rafael (Foto: Istimewa)

3. Bisa berbicara beberapa bahasa yakni, Bahasa Indonesia tentunya, kemudian Bahasa Inggris dan Mandarin.

Anak Diaz Hendropriyono,Rafael (Foto: Istimewa)

4. Belasteran alias keturunan campuran Jawa, Banjar, dan Ceko.

Anak Diaz Hendropriyono,Rafael (Foto: Istimewa)

5. Telah melakukan perjalanan ke daerah-daerah “menarik” seperti Yerusalem dan Tepi Barat.

Anak Diaz Hendropriyono,Rafael (Foto: Istimewa)

6. Sang ayah merupakan seorang politisi. Diaz saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Anak Diaz Hendropriyono,Rafael (Foto: Istimewa)

7. Cucu dari mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono.

Anak Diaz Hendropriyono,Rafael (Foto: Istimewa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini