5 Tahun Berlalu, Luda Cosmic Girls Akhirnya Klarifikasi Rumor Kencan Aneh tentang Dirinya

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Luda Cosmic Girls baru-baru ini mengadakan siaran langsung langsung melalui V Live dan mengobrol dengan para penggemarnya sambil menikmati makanan. Dia pun akhirnya memutuskan untuk berbicara tentang rumor yang telah mengganggunya dari tahun lalu.

Luda mengklaim bahwa dia dapat mengklarifikasi hal tersebut sekarang karena dia berada di tahun ke-6 sebagai idola dibandingkan ketika dia masih pemula. Rumor kencan kencan yang menyeret namanya telah beredar online selama bertahun-tahun.

Luda menjawab, “Saya sekarang di tahun ke-6, jadi saya merasa harus mengatakan apa yang harus saya katakan.”

Kembali pada hari itu, Luda dituduh berkencan karena jawaban spesifiknya atas pertanyaan tentang tipe idealnya. Dia telah menyebut seseorang yang kidal dan pandai menggunakan sumpit sebagai tipe ideal sebelumnya.

Setelah berdiam diri selama bertahun-tahun, Luda akhirnya memberikan penjelasan yang jelas. Dia menyatakan, “Dulu saya buruk dalam menggunakan sumpit, tetapi saya meningkat setelah berusaha. Setelah mengatakan tipe ideal saya adalah orang yang pandai menggunakan sumpit, ini menyebabkan kesalahpahaman yang besar.”

“Saya mengatakan ini karena saya berusia 6 tahun [karir]. Saya hanya mengatakan ‘orang yang pandai menggunakan sumpit’. Orang-orang [mengklaim bahwa saya mengatakan] ‘pengguna sumpit kidal’, tetapi saya tidak pernah mengatakan hal seperti itu. Saya hanya mengatakan saya suka orang yang menggunakan sumpit dengan baik. Tolong jangan salah paham.”

Dengan cara ini, dia menjelaskan bahwa ketika berbicara tentang tipe idealnya di masa lalu, dia tidak bermaksud orang tertentu. Akhirnya mengklarifikasi rumor 5 tahun kemudian, Luda berkomentar, “Rasanya seperti kemacetan lama langsung turun. Saya benar-benar ingin membicarakan ini.”

Luda juga menjelaskan mengapa ide ‘kidal’ muncul. Dia berkata, “Saya bilang saya suka orang kidal karena unik. Ketika saya masih muda, saya mendengar bahwa orang kidal itu pintar dan sukses. Juga, ketika [penggemar] bertanya ‘apa tipe ideal Anda?’ Saya pertama kali menjawab ‘seseorang yang sopan’.”

Ia melanjutkan, “Kemudian mereka bertanya apakah ada sesuatu yang lebih unik, dan saya memeras jawaban itu. Saat mencoba memberi tahu penggemar saya sesuatu yang istimewa, kesalahpahaman besar terjadi. Segala macam hal tampaknya terjadi saat saya menjalani hidup saya. Bagaimana saya bertahan selama 6 tahun [tanpa mengatakan apa-apa]?”

“Yah, seseorang tidak bisa selalu hidup sambil mengatakan semua yang ingin mereka katakan. Dengan pola pikir itu, saya berharap penggemar saya akan mengerti saya,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini