Terinspirasi Olimpiade Tokyo, Pemprov DKI Ngotot Selenggarakan Formula E

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersikukuh menyelenggarakan balap Formula E tahun depan dengan alasan kompetisi olahraga multi-event sekelas olimpiade berhasil diadakan tanpa lonjakan Covid-19 di Tokyo.

“Semua event internasional di dunia kan tetap dijadwalkan sejauh dimungkinkan pelaksanaannya. Jangan karena pandemi COVID-19 kemudian mereka tidak mendapat kesempatan untuk mengukir prestasi. Namun, semua harus sesuai dengan protokol kesehatan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, Kamis 19 Agustus 2021 malam.

Dia berharap tidak ada lonjakan kasus Covid-19 untuk kedua kalinya tahun 2022 sehingga Formula E bisa dilaksanakan di Jakarta.

Apalagi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 49 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Isu Prioritas Daerah Tahun 2021-2022.

Salah satu program dalam Ingub tersebut adalah target penyelenggaraan Formula E pada Juni 2022.

Awalnya, Formula E direncanakan digelar pada Juni 2020. Namun, pandemi Covid-19 yang mewabah membuat Anies menunda gelaran ajang balap mobil bertenaga listrik tersebut. Tidak pernah membatalkannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini