one

Sajikan Jagung, Kacang Bogor, Pisang, Talas, dan Nasi Uduk, Megawati Jamu Jokowi Bicarakan Soal Krisis Pangan

MATA INDONESIA, JAKARTA - Selama dua jam, Ketua Umum PDIP Megawato Soekarnoputri menjamu Presiden Joko Widodo di Batutulis, Bogor membicarakan berbagai persoalan negara, Sabtu 8 Oktober 2022. Dalam jamuan itu, Mega menjamu dengan makanan khas kerakyatan. Mulai dari, jagung,...

Banjir di Aceh Mulai Surut, BMKG Minta Tetap Siaga

MATA INDONESIA, JAKARTA - Hujan ekstrem yang terus melanda sebagian wilayah Indonesia, termasuk wilayah Aceh membuat air sungai meluap dan banjir terjadi dimana-mana.Hingga Minggu 9 Oktober 2022, BMKG menerima laporan dari sejumlah daerah, banjir dan genangan air sudah mulai...

James Bond dan The Beatles Mengubah Reputasi Inggris yang Jadul dan Kaku

MATA INDONESIA, LONDON - James Bond dan The Beatles. Kedua fenomena budaya pop ini telah menorehkan sejarah yang gemilang bagi Inggris Raya.Dengan track hits Beatles yang berjudul “Love Me Do” dan film pertama Bond “Dr. No” menjadi awal pengukuhan...

Bob Geldorf Lebih Terkenal Jadi Volunter daripada Karya Musiknya

MATA INDONESIA, JAKARTA - Semua sepakat, Bob Geldof adalah pahlawan kemanusiaan. Kiprahnya dalam membantu rakyat miskin patut mendapat jempol. Ia pernah mempelopori para musisi dalam sebuah perhelatan akbar, Live Aid di tahun 1984 yang semua dana pemasukannya hibah ke...

20 Polisi Diduga Langgar Etik Tragedi Kanjuruhan

MATA INDONESIA, MALANG - Sedikitnya ada 20 personel Kepolisian melakukan pelanggaran etik terkait insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.Puluhan personel itu terdiri dari enam personel Polres Malang dan 14 personel Satbrimobda Jawa Timur. Enam personel tersebut...

Ketua Panpel Tuding Polisi Lempar Gas Air Mata Jadi Pemicu Tragedi Kanjuruhan

MATA INDONESIA, MALANG - Jadi tersangka kasus Tragedi Kanjuruhan yang menelan korban sebanyak 131 jiwa, tak membuat Ketua Panitia Pelaksana atau Panpel Arema FC Abdul Haris berdiam diri. Ia menuding dan menyalahkan polisi yang melemparkan gas air mata ke...

Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati Masuk 50 Perempuan Berpengaruh Versi Fortune

MATA INDONESIA, JAKARTA - Direktur Utama atau Dirut PT Pertamina (Persero) dua periode, Nicke Widyawati kembali menempati salah satu dari 50 perempuan paling berpengaruh di dunia atau Most Powerful Woman Internasional versi Majalah Fortune.Menurut pertamina.com, Nicke Widyawati merupakan satu-satunya...

Jarum Suntik itu Membunuh Janis Joplin

MATA INDONESIA, JAKARTA - Sore itu, Paul Rothschild, produser band Full Tilt Boogie Band dengan vokalis perempuannya, Janis Joplin, panik. Ia sibuk mencari Joplin yang mendadak menghilang dari studio rekaman.Ia pun mendatangi Landmark Motor Hotel, tempat Joplin menginap. Cooke...

Stevie Ray Vaughan, Gitaris Terbaik Dunia yang Disukai Para Biksu

MATA INDONESIA, JAKARTA - Bagi penggemar musik Blues, nama Stevie Ray Vaughan sangat tidak asing. Ia seorang gitaris yang berjasa dalam kebangkitan kembali musik blues di awal 80-an, setelah sempat tenggelam dengan kemunculan musik-musik seperti Hard Rock dan Punk.Sejumlah...

Jejak Maulid Nabi: Ini Alasan Utama Mengapa Abrahah Ingin Menghancurkan Ka’bah

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebelum Nabi Muhammad SAW lahir tahun 570 masehi, terdapat negeri Yaman berada di sebelah selatan kota Mekkah. Wilayah ini sebenarnya berada dalam kekuasaan Abessinia (sekarang Ethiopia).Pimpinannya seorang panglima bernama Abrahah. Ia seorang penganut kristen yang...

About Me

6601 KIRIMAN
4 KOMENTAR
- Advertisement -spot_img

Latest News

MBG dan Pentingnya Kolaborasi Pentahelix untuk Desa

Oleh : Nancy Dora Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi salah satu agenda strategis pemerintahdalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berkualitas. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnyaanak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga memiliki dampak yang jauh lebih luas terhadappembangunan ekonomi desa, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kelembagaan lokal. Karena itu, keberhasilan MBG tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatanpentahelix.Konsep pentahelix menempatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakatsebagai unsur utama yang saling bersinergi dalam menyelesaikan persoalan pembangunan. Dalam konteks MBG, pendekatan tersebut menjadi sangat relevan mengingat cakupan program yang besar, melibatkan jutaan penerima manfaat dan ribuan desa di seluruh Indonesia. Pelaksanaan yang efektif memerlukan dukungan lintas sektor agar manfaat yang dihasilkan dapatdirasakan secara merata.Dukungan sepuluh asosiasi desa terhadap program MBG dan Koperasi Desa Merah Putihmenunjukkan bahwa pemerintah desa memandang program tersebut sebagai peluang besar bagipeningkatan kesejahteraan masyarakat. Keterlibatan desa bukan hanya sebagai lokasipelaksanaan program, melainkan sebagai pelaku utama yang menjalankan rantai ekonomi di tingkat lokal. Desa dapat menjadi produsen bahan pangan, pengelola distribusi, hingga penyediatenaga kerja yang dibutuhkan dalam operasional program.Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan bahwa MBG berpotensi melahirkan berbagai desa tematik berdasarkan komoditas unggulan lokal seperti desajagung, desa melon, desa beras, desa ikan nila, hingga sentra peternakan ayam petelur. Menurutnya, keterlibatan Badan Usaha Milik Desa sebagai mitra Badan Gizi Nasional akanmemperkuat ekonomi lokal dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di pedesaan.Konsep desa tematik tersebut merupakan langkah strategis dalam mendorong kemandirianekonomi desa. Selama ini, banyak desa hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah dengannilai tambah yang terbatas. Melalui MBG, komoditas lokal memperoleh pasar yang jelas danberkelanjutan sehingga petani, peternak, dan pelaku usaha desa memperoleh kepastian usaha. Kondisi tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasar luar sekaligus meningkatkanpendapatan masyarakat.Selain itu, kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di desa juga memberikan dampak sosialyang signifikan. Setiap unit pelayanan diperkirakan mampu menyerap puluhan tenaga kerjalokal. Kesempatan kerja tersebut sangat penting dalam mengurangi pengangguran di pedesaan, terutama bagi generasi muda yang selama ini cenderung berpindah ke kota karena terbatasnyalapangan pekerjaan di daerah asal.Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menilai bahwa program MBG memiliki dampak pengganda yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, dana yang mengalir ke daerah akan mendorong pemerataan ekonomi dan menciptakan aktivitasekonomi baru di tingkat akar rumput. Ia juga optimistis bahwa pelaksanaan program akansemakin baik dalam enam bulan hingga satu tahun mendatang seiring dengan berbagaipenyempurnaan yang dilakukan pemerintah.Pandangan tersebut menunjukkan bahwa MBG bukan semata program bantuan sosial, melainkaninstrumen pembangunan ekonomi yang memiliki efek berantai. Ketika anggaran pemerintahmasuk ke desa melalui pembelian bahan pangan, pembayaran tenaga kerja, dan operasionallayanan gizi, maka daya beli masyarakat meningkat. Aktivitas ekonomi desa pun bergerak lebihdinamis.Namun demikian, pelaksanaan program berskala besar tentu tidak terlepas dari berbagaitantangan. Distribusi, kesiapan sumber daya manusia, kualitas pelayanan, pengawasan, danefisiensi anggaran menjadi sejumlah aspek yang harus terus diperbaiki. Kritik dan masukan yang konstruktif perlu dipandang sebagai bagian dari proses penyempurnaan kebijakan, bukan sebagaialasan untuk menghentikan program yang memiliki tujuan mulia.Di sinilah pentingnya kolaborasi pentahelix. Pemerintah bertugas menyusun regulasi danmemastikan keberlanjutan program. Akademisi dapat memberikan kajian dan evaluasi berbasisdata. Dunia usaha mendukung rantai pasok dan investasi. Media berperan menyebarkaninformasi yang objektif dan edukatif. Sementara masyarakat menjadi pelaksana sekaliguspengawas di tingkat akar rumput.Media massa memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi mengenai MBG. Penyampaian informasi yang berimbang dapat mencegah munculnya disinformasi danmemperkuat kepercayaan publik terhadap program. Di sisi lain, media juga dapat menjadisaluran aspirasi masyarakat sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat segera diketahui dandiperbaiki.Ke depan, keberhasilan MBG akan sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen bangsadalam menjaga semangat gotong royong dan kolaborasi. Desa harus ditempatkan sebagai pusatpembangunan yang mampu menghasilkan pangan, menciptakan lapangan kerja, danmeningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan pentahelix menjadi fondasi penting agar program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar menghadirkan manfaatnyata.MBG pada akhirnya merupakan investasi jangka panjang bagi Indonesia. Program inimembangun generasi yang sehat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi desa. Dengandukungan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media,...
- Advertisement -spot_img