Tips untuk Anak Kuliahan! Cara Ngeprint Skripsi bolak-balik Biar gak Boros Kertas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bagi anak kuliahan, apalagi yang tengah nyusun skripsi tentu akan merasa rugi sekali, kalau mencetak satu halaman dalam selembar kertas. Selain menguras kantong, tentu juga ikut makan waktu. Belum lagi draft skripsinya dikembalikan dengan banyak coretan dari dosen pembimbing.

Nah biar bisa hemat, cobalah manfaatkan cara ngeprint bolak-balik yang ada pada aplikasi Microsoft Word. Tapi untuk melakukan fitur ini, kamu harus mengetahui apakah printermu mendukung kemampuan duplex (bolak-balik) atau tidak.

Untuk mengetahuinya kamu bisa melihat melalui 3 cara yaitu,

via Microsoft Word

Cara mudah untuk mencari tahu adalah membuka Microsoft Word. Kemudian, tekan Print dan cari kotak yang menunjukkan percetakan dua sisi, seperti Double-Sided, 2-Sided atau Duplex. Selalu periksa pengaturan dalam menu Print sebelum anda mencetak dokumen.

Buku Panduan

Jika tidak bisa menemukan menu percetakan duplex di Word, coba lihat spesifikasi printer secara manual di buku panduan. Di situ mungkin ada informasi apakah printer yang digunakan mendukung percetakan dua sisi atau tidak.

Internet

Jika anda masih tidak menemukannya juga, silahkan cari informasi secara daring mengenai spesifikasi dan fitur printer Anda. Caranya cukup kunjungi situs resmi dari merk printer Anda atau mencari melalui Google dengan kata kunci seri printer Anda.

Selanjutnya adalah cara melakukan print bolak-balik antara lain,

Manual

Masuk ke file pada Word, pilih kolom print dan Manually Print on Both Sides. Di bagian Manually Print on Both Sides, tertulis penjelasan untuk mengisi ulang kertas yang sudah dicetak. Saat ada perintah, taruh kertas bagian belakang yang masih kosong ke dalam printer.

Otomatis

Klik file di halaman utama Word, kemudian klik print yang ada di kolom sebelah kiri layar. Arahkan kursor ke pilihan Print, klik pengaturan di bawah tulisan Pages lalu pilih Print on Both Sides. Jika printer kamu mendukung, maka pilihan ini akan muncul. Selesai mengatur halaman untuk dicetak lalu klik Print dan dokumen akan dicetak secara otomatis dengan format bolak balik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini