Erick Thohir Minta Media Kecam Pemakai APD Pergi Belanja

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir meminta jurnalis dan media massa mengecam kelakuan empat orang yang menggunakan APD lengkap hanya untuk berbelanja di sebuah pusat grosir di Jakarta.

“Tolong media kecam kelakuan seperti ini. Sangat menyakitkan,” ujar Erick seperti pesannya kepada kepada wartawan, Minggu 29 Maret 2020.

Erick menilai alasan empat orang yang videonya viral di media sosial tersebut sangat tidak pantas dilakukan saat rumah sakit kekurangan alat tersebut namun justru digunakan untuk hal yang tidak darurat.

Kejadian itu diketahui terjadi di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu 28 Maret 2020.

Meski ada empat orang yang menggunakan APD namun tidak diketahui apakah mereka memiliki hubungan, sebab mereka berbelanja secara terpisah. Hanya gambar dua orang yang viral.

Petugas pengamanan pusat perbelanjaan dan orang-orang yang sedang berbelanja langsung kaget dan khawatir dengan kehadiran mereka.

Awalnya, petugas keamanan sempat meminta mereka untuk keluar karena penampilannya dinilai meresahkan. Namun, kedua orang ini justru melawan.

“Saya mau belanja disini tenang-tenang, saya juga bawa duit disini,” ucap seorang wanita berbaju APD lengkap.

Pada akhirnya, warga yang berbelanja dengan memakai APD ini ditegur oleh pihak manajemen karena mengganggu kenyamanan warga.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini