Digugat Cerai Nathalie Holscher, Prinsip Hidup Sule Kembali Jadi Sorotan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nathalie Hoslcher telah resmi menggugat cerai Sule, dan gugatan tersebut sudah diverifikasi oleh Pengadilan Agama Cikarang.

Setelah kabar Nathalie Holscher menggugat cerai Sule, video prinsip hidup Sule pun kembali menjadi sorotan.

Sebuah video yang memperlihatkan Sule menjelaskan prinsip hidupnya terkait pasangan beredar di media sosial.

Dalam video tersebut Sule mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu ingin merasa memiliki pasangan karena menurutnya pasangan adalah milik Tuhan.

“Kalo gua prinsip begini ya sebelum jadi duda kan gua sudah mempertahankan, kalo sudah Tuhan mengtakdirkan kita harus berpisah ya sudah mau gimana lagi,” ujarnya.

“Karena gua tidak mau terlalu dalam untuk memiliki pasangan, karena pasangan bukan milik gua tapi milik Allah,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan tanggung jawabnya sebagai pemimpin di dalam keluarga.

“Ya jalanin aja yang terpenting mah tanggung jawab, tidak mengkhianati. Udah, gua mah prinsipnya gitu,” tegasnya.

Video tersebut diunggah kembali oleh akun @lambegosiip pada laman media sosial Instagram, unggahan tersebut pun lantas dipenuhi komentar cibiran netizen.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by BERITA & INFO VIRAL (@lambegosiip)

“Tanggung jawab dan tidak berkhinat itu gak cukup untuk seorang istri, istri juga pengen dihargai, pengen didengerin keluh kesahnya dan pengen juga diperjuangkan,” tulis netizen.

“Jangan nikah lagi ya kang… kasian bininya soalnya,” tambah netizen.

“Kang Sule sepertinya lupa kalau punya anak perempuan, sakitnya dobel-dobel lho kang kalau apa yang akang tanam nantinya anak yang menuai,” sambung netizen.

“Anak juga milik Allah kan ngab, pokoknyaa smua yg kita miliki itu hanya titipan dan hanya milik Allah SWT,” kata netizen.

“Pasangan memang milik ALLAH yang ditipkan kepada kita, harusnya kita jaga, kita bahagiakan,” tutup netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini