Harry Styles Akui Alasannya Dahulu Malu Ungkap Kehidupan Seksnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Kini Harry Styles mengakui tentang kehidupan seksnya melalui sebuah wawancara. Ia mengaku dulu merasa malu jika ditanya mengenai kehidupan seksnya.

Melansir dari Just Jared, penyanyi sekaligus aktor berusia 28 tahun itu baru-baru ini membuka dirinya bahwa selama menjadi anggota boy band ia mereasa tertekan. Sebab ia jadi tidak bisa terang-terangan berhubungan seksual.

“Aku merasa sangat malu tentang hal itu, malu pada gagasan orang bahkan mengetahui bahwa aku berhubungan seks, apalagi dengan siapa (berhubungannya),” katanya.

Sebab ia terikat dengan kontrak pada saat itu. Kontraknya bisa menjadi batal dan tidak berlaku jika Harry melakukan sesuatu atau mengatakan sesuatu yang dianggap tidak baik.

“Pada saat itu, masih ada hal-hal ciuman dan cerita. Mencari tahu siapa yang bisa aku percayai sangat menegangkan. Tapi kupikir aku sampai di tempat di mana aku berada, kenapa aku merasa malu? Aku seorang pria berusia 26 tahun yang masih lajang. Itu seperti, ya, aku berhubungan seks,” lanjutnya.

Kini ia memiliki kontrak solo pertamanya. Ia mengaku kini jadi merasa bebas untuk mengekspresikan dirinya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini