Jin BTS Didapuk Jadi Juri Kontes Desain ‘Maple Story’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Game populer Maple Story mengumumkan kontes desain karakter ‘golden hand’ (tangan emas) pertama mereka pada Kamis 24 Juni 2021. Menariknya, Jin BTS didapuk jadi juri kontes ini.

Jin diidentifikasi sebagai ‘Maple warrior Kim Seokjin’ dengan karakter TinyTAN-nya di foto profil. Deskripsi profilnya berbunyi, “Karena saya tampan, saya akan memilih desain yang imut dan cantik seperti wajah saya.”

Adapun bio-nya berbunyi, “Pejuang Maple dengan pengalaman 18 tahun. Pengguna berpengalaman yang merilis set ‘angsa hitam’. Tampan di seluruh dunia.”

Seperti yang mungkin Kamu ketahui, Jin telah menyukai permainan ini selama bertahun-tahun. Dalam salah satu siaran V LIVE, ia mengungkapkan, “Saya mulai bermain Maple Story ketika saya berusia 12 tahun di kelas 5 sekolah dasar.”

Sementara itu, netizen pun antusias mendengar kabar bahwa Jin menjadi juri kontes ini. Mereka mengatakan, “Woah Lollllll Apakah ini nyata? Lollllll”, “Lebih dari segalanya, saya iri karena dia adalah penggemar sukses dari permainan yang sering dia mainkan”, dan “Dia adalah penggemar yang benar-benar sukses Lollllll Sangat cemburu.”

Yang lainnya berkomentar, “Ah lucu banget Lollll Kenapa BTS begitu sibuk Lollll Bahkan menjadi juri Lollll”, “Tidak ada penyebutan BTS di resumenya? Loll”, “Sangat lucu”, “Pejuang Maple Kim Suk Jin Lollllllllll”, dan “Jin lucu banget Lollllll”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini