Perankan Cruella, Emma Stone Ketagihan Jadi Tokoh Penjahat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktris cantik Emma Stone baru saja menikmati film terbarunya, Cruella. Film garapan Disney itu sukses menarik perhatian masyarakat setelah rilis di Indonesia mpada Rabu 26 Mei 2021.

Dalam film tersebut, Stone berperan sebagai sosok Cruella yang merupakan villain di film 101 Dalmations. Dilansir Just Jared, kesempatan memerankan Cruella membuatnya ketagihan menjadi sosok penjahat.

Wanita 32 tahun itu juga menyampaikan dirinya tertarik untuk memerankan tokoh-tokoh villain lainnya. Salah satunya yang membuat dirinya penasaran ialah sosok Ursulla di film The Little Mermaid.

“Anda belum pernah benar-benar melihat penjahat Disney non-manusia dieksplorasi dengan cara itu,” kata Stone.

Lawan main Stone di Cruella, Kirby Howell-Baptiste juga mengatakan sosok villain Ursulla pantas untuk dibuat ceritanya sendiri. Ia juga mendukung agar Stone bisa turut memerankannya.

“Saya harus tahu bagaimana sosok itu bisa menjadi Ursulla,” kata Kirby.

Sejauh ini, Disney telah merilis beberapa film tentang tokoh penjahat, mulai dari Maleficent, hingga yang terbaru Cruella.

Cruella mengisahkan sosok wanita bernama Estella yang berjuang untuk menjadi seorang desainer di London. Dalam film tersebut, diceritaakn pula bagaimana sosok Estella bisa berubah menjadi Cruella.

Buat kamu yang penasaran, film ini sudah tayang di bioskop tanah air pada 26 Mei 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini