Viral! Kisah Pilot Jadi Tukang Rujak usai Kena PHK, Jualannya Pakai Seragam

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUALA LUMPUR – Pandemi Covid-19 membuat sejulah orang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Alasannya karena perusahaan tidak sanggup beroperasi seperti normal.

Di sisi lain, orang yang kena PHK pun harus mencari nafkah. Bagaimana pun ada orang-orang yang harus dibiayai hidupnya, misalnya saja seorang suami kepada istri dan anak-anaknya.

Baru-baru ini viral sebuah kisah seorang pilot yang banting setir menjadi tukang rujak pinggir jalan. Kisah sang pilot itu dibagikan sang ayah melalui akun Facebook bernama Mohamad Zawawi Ahmad.

Zawawi menceritakan kisah putranya, Azrin Mohammad Zawawi, yang berprofesi sebagai seorang pilot terkena PHK akibat pandemi Covid-19. Putranya itu kemudian memutuskan berjualan rujak di pinggir jalan.

“Kemarin putra saya bernama Kapten Azrin Mohamad Zawawi membuka usaha makanan bernama ‘Kapten Corner’ di Boom Town, Subang, Malaysia. Ia memakai seragam pilotnya untuk berjualan,” kata Zawawi dialihbahasakan Sabtu 7 November 200.

 

Yesterday my son Captain Azrin Mohamad Zawawi manned his Kapten Corner stall at Boom Town USJ11 in full pilot uniform….

Dikirim oleh Mohamad Zawawi Ahmad pada Senin, 02 November 2020

Uniknya, Azrin memakai seragam pilot saat berjualan. Hal ini ia lakukan karena ia sendiri tak mengetahui kapan ia bisa kembali mengenakan seragam pilot dan menerbangkan pesawat.

Dengan bermodalkan meja kecil dan peralatan seadanya, Azrin berjualan di pinggir jalan. Untuk mencegah seragam yang dikenakan kotor terkena cipratan bumbu, Azrin menggunakan celemek berwarna merah.

“Untuk semua teman-teman disini, jangan lupa berkunjung ke tempat jualannya. Ia menjual berbagai makanan enak, seperti mee curry hun sup, laksa utara dan rujak buah,” ungkapnya.

Unggahan Zawawi yang menceritakan anaknya banting stir menjadi tukang rujak mendadak viral di media sosial. Kolom komentarnya dipenuhi rasa kagum warganet. Mereka juga memberikan dukungan untuk Azrin agar tak putus asa mencari nafkah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini