Kisah Pilu Wanita Diceraikan Sehari Setelah Menikah, Suami Sebarkan Rumor Buruk Melalui Sosmed

Baca Juga

MATA INDONESIA, MEKSIKO – Perceraian umumnya menjadi hal yang menyakitkan bagi sejumlah pasangan yang berpisah. Apalagi perceraian itu dilakukan beberapa jam setelah melangsungkan pesta pernikahan.

Coba bayangkan, apa gunanya melangsungkan pernikahan jika ujung-ujungnya bercerai. Inilah yang dialami seorang wanita bernama Jillian yang kisahnya viral karena pernikahan 24 jam miliknya.

Melansir laman Nine.com.au, Senin 7 September 2020, Jillian diceraikan si suami sehari setelah menikah. Kisah pilunya itu dibagikan lewat akun TikTok @jillian_diana.

Dalam video TikTok miliknya, Jillian mengisahkan bahwa dirinya dan sang suami menikah di pulau pribadi di Meksiko. Perpisahan keduanya terjadi karena mertua Jillian ikut campur dan merasa cemburu.

“Ibu mertuaku melakukan campur tangan dan berkata pada suamiku bahwa tidak adil dia memberi banyak perhatian kepadaku, dan suamiku seharusnya memperhatikannya,” ucap Jillian.

@jillian_diana

true story. #fyp #foryoupage #putyourfingerdown #HurtMyFeelings #SongOfTheSummer

♬ original sound – jillian_diana

Meski baru merayakan pesta pernikahan, ternyata sang tertua lantas meminta sang anak untuk memilih antara Jillian atau dirinya. Hal itu disampaikan sehari setelah pernikahan.

“Lalu dia (ibu mertuaku) menamparku di wajah dan berkata bahwa dia membenciku,” tambah Jillian.

Jillian pun awalnya berharap agar si suami bisa membujuk ibunya. Namun yang ia terima adalah kenyataan pahit. “Suamiku melepas cincin pernikahannya dan membuangku tepat sehari setelah pernikahan.”

Lebih lanjut, Jillian malah diusir dari apartemen saat yang seharusnya ditempati bersama sang suami. Dikatakan pula, suami Jillian lantas tidur seranjang dengan saudara perempuannya.

Suami Jillian juga setuju untuk bercerai, tapi dirinya akan segera pindah ke Afrika. Akhirnya, si suami meminta Jillian menunggu tiga tahun sebelum mengesahkan status perceraian.

Jillian sendiri mengatakan bahwa dirinya mencoba memblokir nomor si suami demi memutuskan hubungan. Namun, suaminya itu malah membuat akun media sosial palsu untuk menyebarkan rumor buruk soal Jillian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kopdes Diperluas hingga Pelosok, Pemerataan Ekonomi Kian Nyata

Oleh: Farhan Akbar )*Membangun Indonesia dari pinggiran kini bukan lagi sekadar slogan. Dengan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah sedangmerancang transformasi besar agar kesejahteraan tidak lagi menumpuk di perkotaan saja. Kebijakan ini hadir untuk memastikan setiap desa memilikimesin penggerak ekonominya sendiri, yang tidak hanya produktif secarabisnis, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan ekonomi bagi generasimendatang.Kehadiran Kopdes Merah Putih menjadi jawaban atas kebutuhan desauntuk memiliki kemandirian ekonomi yang kuat. Selama ini, desa kerapberada pada posisi sebagai konsumen dalam rantai ekonomi nasional. Dengan pendekatan koperasi yang terintegrasi, desa didorong untukbertransformasi menjadi pelaku utama yang aktif dalam menggerakkanroda ekonomi. Pemerintah melihat potensi besar desa sebagai basis produksi sekaligus pasar yang selama ini belum dimaksimalkan secaraoptimal.Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, dalam keterangannya menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih dirancangsebagai instrumen negara dalam mempercepat pemerataan ekonomisekaligus mengatasi kemiskinan. Yandri memandang bahwa perputaran uang yang terjadi di desa melaluikoperasi akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, keuntungan yang dihasilkan tidak mengalir keluar, melainkan kembali memperkuat ekonomi desa itu sendiri.Konsep Kopdes Merah Putih juga selaras dengan arah kebijakanpembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai titik awalpertumbuhan ekonomi. Dalam kerangka tersebut, pembangunan tidak lagiberpusat di kota, melainkan bergerak dari pinggiran untuk menciptakankeseimbangan yang lebih merata. Pendekatan ini diyakini mampumemperkecil kesenjangan antarwilayah sekaligus membuka peluangekonomi baru bagi masyarakat desa.Kopdes Merah Putih mengusung model usaha yang modern denganmenyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pupuk, bahanpokok, hingga energi seperti LPG. Namun, orientasi koperasi ini berbedadengan sektor ritel konvensional. Keuntungan yang dihasilkan tidak dimonopoli oleh segelintir pihak, melainkan didistribusikan kembali kepada anggota koperasi yang merupakan masyarakat desa itu sendiri. Model ini memperkuat prinsipkeadilan ekonomi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalamkegiatan usaha.Yandri juga menyoroti bahwa Kopdes tidak hanya berfungsi sebagai pusatdistribusi, tetapi juga sebagai sarana penyerapan tenaga kerja lokal. Dengan adanya koperasi, masyarakat desa memiliki akses terhadappeluang kerja yang lebih luas tanpa harus meninggalkan daerahnya....
- Advertisement -

Baca berita yang ini