Ini Dia Sosok Pemuda yang Kencingi Bendera Merah Putih, Enaknya Diapain Ya?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Misteri siapa sosok pemuda yang mengencingi atau buang air kecil pada bendera Merah Putih kebanggaan Indonesia akhirnya terungkap.

Seperti diketahui, sempat viral video seorang pemuda asyik dan seperti tanpa rasa bersalah tengah mengencingi bendera Merah Putih. Diduga, perilaku tak terpuji itu terjadi di wilayah Pekanbaru Riau.

Netizen pun marah besar atas perbuatan gila si pemuda yang belum diketahui sosoknya itu. Namun, sebuah pemuda itu kini sudah menampakkan diri dalam video permohonan maafnya, seperti diunggah dalam akun gosip di Instagram @lambe_turah, Sabtu 10 Agustus 2019.

Pemuda itu menyampaikan penyesalannya dan memohon maaf atas tindakannya yang sudah melecehkan lambang negara.

Tapi, meskipun sudah minta maaf, netizen tetap masih naik pitam alias marah besar dan menuntut si pemuda dihukum berat.

“Pasal 66. Setiap orang yang merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). Pasal 67 Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah),” tulis akun @hidayahnurfadilah.

“Kalo bikin ulah, viral, trs minta maaf, ngga diapa2in, apa efek jeranya? Permohonan maafnya diterima, tp proses hukum tetep jalan dong..” tulis akun @lintanghers.

“Tolong penjarakan. Termasuk menistakan bendera merah putih,” tulis akun @rezavanjoe27.

“Gantian dikencingin seIndonesia Raya, gimana?” tulis akun @winartoko.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini