Heboh Netizen Diciduk Polisi Gara-gara Posting Humor Gus Dur, Anita Wahid: Kalau Aku yang Unggah Bakal Diperiksa?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seorang netizen bernama Ismail Ahmad tampaknya sedang bernasib kurang beruntung. Pasalnya, cuma gara-gara mem-posting humor Gus Dur di akun Facebook-nya, ia harus berurusan dengan polisi.

“Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng,” demikian bunyi kutipan humor tersebut, dikutip Kamis, 18 Juni 2020.

Unggahan humor tersebut rupanya dinilai menyinggung institusi kepolisian. Ismail pun dijemput polisi dan dimintai keterangan.

Untungnya, Ismail diperbolehkan pulang dan hanya dikenai wajib lapor setiap hari ke kantor polisi.

Meski begitu, kasus Ismail ini sudah kadung memancing reaksi panas netizen. Banyak netizen menyayangkan tindakan polisi yang menangkap Ismail hanya karena urusan sepele.

Bahkan putri Gus Dur, Anita Wahid pun ikut memberikan sindirannya lewat cuitan Twitter. Dalam akun Twitter-nya, Anita membagikan kutipan humor Gus Dur serupa dengan yang dibagikan Ismail. Ia juga berseloroh.

“Kalo aku unggah ini, aku bakal diperiksa nggak?” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini