‘Geulis’ Banget Tukang Cukur di Rock n Roll Haircutting, Kang Emil Sampai Kepincut

Baca Juga

MINEWS, BANDUNG – Kalau kamu jalan-jalan ke Bandung, jangan lupa mampir di Rock n Roll Haircutting. Meskipun kamu awalnya nggak pengen potong rambut, tapi kalau kamu udah lihat tukang cukurnya, dijamin bakal langsung minta dipotong deh rambutmu.

Soalnya, tukang cukur di Rock n Roll Haircutting ini bukan main cantik-cantiknya. Kalau nggak percaya, coba deh stalking akun Instagram-nya @rnrhaircutting.

Kamu bakalan melongo, terkejut melihat banyak foto cewek-cewek ‘geulis’ alias cantik lagi asyik motongin rambut cowok-cowok.

Bahkan, kemarin Sabtu 3 Maret 2019, para gadis cantik itu kedatangan tamu spesial, yaitu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Kang Emil yang juga minta dipotong rambutnya.

Tapi, maksudnya bukan rambut Kang Emil, melainkan putra sulungnya Emmeril Khan Mumtaz. Momen ini dipamerkan Kang Emil di akun Instagram-nya.

Sebagai seorang ayah, Emil tampak asyik menunggu anaknya yang tengah dicukur salah satu cewek cantik di barbershop tersebut.

Menurut informasi dari Google, Rock n Roll Haircutting ini alamatnya terletak di Jl WR Supratman, Cihapit, Kota Bandung. Kalau dari Instagram-nya, harga potong rambut di sini gak mahal kok, sekitar Rp 45 ribu doang.

Yuk! Kepoin aja, sekalian nyoba sesekali dicukur sama cewek-cewek cantik. Jomblo wajib merapat!

Berita Terbaru

Negara Membuka Dialog dan Mendengar Aspirasi Mahasiswa

*) Oleh: M. Farhan Akbar Demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari terselenggaranya pemilihan umumyang bebas dan adil, tetapi juga dari kemampuan negara membangun komunikasiyang terbuka dengan masyarakat. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisistrategis sebagai kelompok intelektual yang kerap menyuarakan kritik, gagasan, sekaligus solusi terhadap berbagai persoalan bangsa. Kehadiran ruang dialog yang setara antara pemerintah dan mahasiswa menjadi indikator penting bahwa demokrasiberjalan secara substantif, bukan sekadar prosedural. Oleh karena itu, komitmenpemerintah untuk terus membuka ruang komunikasi patut dipandang sebagai langkahyang memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus memperkokohkepercayaan publik.Berbagai capaian pembangunan yang terus diupayakan pemerintah, mulai daripenguatan ketahanan pangan, hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga program pemberdayaanekonomi masyarakat, membutuhkan dukungan situasi yang aman dan kondusif. Karena itu, sinergi antara pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan masyarakatmenjadi modal penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalan secaraoptimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap aspirasi memilikinilai yang sama, baik berasal dari akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat di daerah terpencil. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapatdilepaskan dari partisipasi publik yang inklusif. Negara yang kuat bukanlah negara yang menutup diri terhadap kritik, melainkan negara yang mampu mendengarpersoalan, mengakui kekurangan, serta menjadikan masukan masyarakat sebagaidasar penyempurnaan kebijakan. Pendekatan seperti ini mencerminkankepemimpinan yang adaptif karena menempatkan dialog sebagai instrumen untukmenghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.Selanjutnya, keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa menunjukkanadanya perubahan paradigma dalam hubungan antara negara dan masyarakat sipil. Mahasiswa tidak lagi diposisikan semata sebagai kelompok penekan, tetapi sebagaimitra strategis dalam proses pembangunan nasional. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai kritik dapat diterjemahkan menjadi bahan evaluasi, sedangkanberbagai gagasan dapat diolah menjadi rekomendasi kebijakan yang konstruktif. Pendekatan kolaboratif seperti ini memperkuat legitimasi kebijakan sekaligusmemperkecil potensi polarisasi yang sering muncul akibat minimnya komunikasiantara pemerintah dan publik.Pandangan tersebut diperkuat oleh Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini