Beda Pandangan Politik, Dua Politisi Duel di Arena Bela Diri

Baca Juga

MATA INDONESIA, RIO DE JANEIRO – Aksi keren ditunjukkan oleh Walikota Brasil dan mantan anggota dewan kota. Bila umumnya perdebatan politik yang panas dan meledak-ledak terjadi di ruang rapat atau di gedung kongres, perdebatan keduanya justru terjadi di arena bela diri!

Ya, Walikota Borba, Brasil, bernama Simao Peixoto menantang mantan anggota dewan Erineu Alves Da Silva berdebat ketidaksepakatan politik mereka dalam sebuah pertarungan beladiri campuran atau MMA!

Sebagai catatan, Borba adalah salah satu kota di Brasil yang dihuni sebanyak 42,000 jiwa. Kota ini terletak di negara bagian Amazonas yang subur.

Kembali pada duel sengit di arena bela diri, Walikota Peixoto yang berusia 39 tahun itu melawan mantan anggota dewan Erineu Alves Da Silva yang menggunakan nama panggilan Mirico dan berusia 45 tahun.

Kedua politisi itu bersitegang atas pengawasan walikota Balneario Lima, yakni sebuah taman air di kota.

Peixoto tidak memelihara taman air di dekat sungai Madeira, dugaan Mirico, yang berbicara dengannya secara langsung sambil memanggilnya “rotter” dan “penjahat,” lapor Guardian, melansir National Post.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial Peixoto terlihat berulang kali mengepalkan tinjunya. Namun, ia mulai melunak setelah konstituen mengatakan retorikanya tidak pantas untuk seorang pemimpin terpilih.

Dia meyakinkan publik bahwa dia akan menerima pertarungan hanya jika itu diresmikan di dalam ring. “Saya bukan pejuang jalanan … saya walikota kotamadya Borba,” kata Walikota Peixoto di akun Facebook.

“(Tapi) jika dia benar-benar ingin bertarung … kami siap bertarung … saya selalu menjadi pemenang,” sambungnya.

Sebulan kemudian, ratusan penonton memadati arena gimnasium di sebuah sekolah lokal untuk menyaksikan pertarungan dua politisi. Tiket untuk acara tersebut dijual dengan harga sekitar 23 USD.

Peixoto tampak dalam suasana hati yang optimis ketika ia berjalan sambil membawa handuk hitam bertuliskan “Yesus.”

Putaran pertama pertarungan 13 menit, yang disiarkan langsung oleh tim Peixoto, dimulai dengan walikota konservatif yang mendaratkan beberapa pukulan ke lawannya, bahkan memberikan KO di saat-saat awal pertarungan.

Mirico membuat penonton yang berisik itu terkesan dengan beberapa tendangan rendah yang tepat sasaran di babak pertama.

Kedua politisi tersebut, tampak lelah dan tidak menentu di tahap berikutnya, karena peregangan panjang dari grappling yang kuat tetapi tidak terampil menandai pertandingan.

Pertarungan berakhir dengan Peixoto tampil sebagai pemenang. Usai pertandingan, ia mengatakan kepada penonton bahwa dia hanya menerima pertarungan untuk mendorong latihan olahraga di kota.

Sebagai tanda bahwa persaingan mereka telah diselesaikan dalam beberapa bentuk, kedua politisi itu tersenyum dan berpelukan saat perkelahian berakhir. Namun, beberapa penonton bereaksi terhadap hasil tersebut dengan meneriakkan ‘stitch up’, lapor Fato Amazônico.

Tidak jelas apakah pertarungan itu menemukan solusi terhadap masalah pengelolaan taman air, ketidaksepakatan yang memulai perkelahian di arena bela diri, seperti yang ditunjukkan oleh Insider.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Komitmen Nyata Apkam Jaga Stabilitas Papua Demi Keamanan dan Kedamaian Masyarakat

Oleh : Yohanes Wandikbo )*Komitmen aparat keamanan dalam menjaga stabilitas Papua terus diperkuat demi memastikan masyarakat dapat hidup aman, damai, dan menjalankan aktivitas tanpagangguan. Sinergi TNI dan Polri di berbagai wilayah Papua menunjukkan keseriusan negara dalam menciptakan situasi yang kondusif sekaligus mendukung percepatan pembangunandan kesejahteraan masyarakat.Penguatan pengamanan yang dilakukan aparat keamanan menjadi langkah strategis untukmenjaga stabilitas wilayah agar aktivitas sosial, pendidikan, pelayanan kesehatan, hinggaroda perekonomian masyarakat dapat berjalan lancar. Kehadiran aparat keamanan di lapangan dinilai memberikan rasa aman yang semakin kuat bagi masyarakat sekaligusmempertegas komitmen negara dalam menjaga Papua tetap kondusif.Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III bersama Koops Habema terus meningkatkankoordinasi dan pengamanan di sejumlah wilayah strategis Papua. Langkah tersebut dilakukansebagai bentuk tanggung jawab aparat keamanan dalam memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Aparat keamanan juga terus memperkuat patroli dan pengawasan di berbagai jalurpenghubung masyarakat guna menjamin mobilitas warga berjalan aman dan lancar.Keberadaan aparat keamanan di tengah masyarakat saat ini semakin dirasakan manfaatnya. Situasi keamanan yang semakin stabil membuat masyarakat dapat menjalankan aktivitassehari-hari dengan lebih tenang. Aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, perdagangan, hingga distribusi logistik di berbagai daerah Papua kini berjalan lebih baik karena didukungkondisi wilayah yang kondusif.Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa seluruh operasikeamanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-haridengan aman, anak-anak dapat bersekolah dengan tenang, dan pembangunan Papua terusberjalan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa aparat keamanan memiliki komitmen kuatuntuk menjaga stabilitas Papua demi kepentingan masyarakat luas.Komitmen yang disampaikan Letjen TNI Lucky Avianto memperlihatkan bahwa pendekatankeamanan yang dilakukan aparat tidak hanya berorientasi pada stabilitas wilayah, tetapi juga mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat. Aparat keamanan memahami bahwakeamanan merupakan fondasi utama dalam menciptakan kesejahteraan dan mendukungkemajuan Papua secara berkelanjutan.Dalam menjalankan tugas pengamanan, aparat keamanan juga terus mengedepankanprofesionalisme dan prinsip kemanusiaan. Perlindungan terhadap masyarakat sipil tetapmenjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. Pendekatan humanistersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparatkeamanan sekaligus menciptakan suasana yang harmonis di Papua.Selain memperkuat pengamanan di wilayah rawan, aparat keamanan juga meningkatkanpengawasan di sejumlah jalur strategis yang menjadi akses utama aktivitas masyarakat. Pengamanan tersebut bertujuan memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan denganaman serta mendukung kelancaran distribusi kebutuhan pokok dan aktivitas ekonomimasyarakat.Langkah cepat dan responsif aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah mendapatapresiasi dari berbagai elemen masyarakat. Kehadiran aparat di lapangan dinilai mampumenciptakan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan berkembang lebihluas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa komitmen aparat keamanan memberikan dampakpositif terhadap stabilitas Papua secara keseluruhan.Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini menyampaikan bahwa pengamanan dan patroli terus ditingkatkan guna memastikan situasi di lapangan tetap aman dan terkendali. Pernyataan tersebut menegaskan keseriusan Polri dalam menjaga keamanan Papua sertamemberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.Sinergi TNI dan Polri yang semakin kuat menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitasPapua. Koordinasi yang solid antaraparat keamanan membuat upaya pengamanan berjalanlebih efektif sehingga situasi di berbagai wilayah Papua tetap kondusif. Kerja sama tersebutjuga menunjukkan bahwa negara hadir secara nyata untuk memastikan masyarakat Papua dapat hidup dengan aman dan nyaman.Komitmen aparat keamanan dalam menjaga Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini