Ditanya Soal Capres 2024, Ini Jawaban Ketum Prabowo Subianto

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 memang masih jauh, namun sejumlah parpol sudah mulai menggalang kekuatan dengan melakukan koalisi untuk mengusung siapa calon mereka yang diunggulkan nantinya.

Nama Prabowo Subianto memnag digadang-gadang menjadi calon kuat dan memang diusung menjadi capres oleh Partai Gerindra. Namun, seperti apa jawaban Ketua Umum Partai Gerindra Tersebut.

Dirinya masih enggan berkomentar Panjang soal pencalonan dirinya menjadi presiden. Menurutnya Pilpres 2024 masih jauh.

“Ya kita lihatlah masih jauh 2024 lah,” katanya seusai menghadiri kongres ke-3 Tidar di Hotel Grand Sahid, Jakarta.

Menteri Pertahanan ini belum mau merespons pertanyaan seputar elektabilitasnya yang tinggi di sejumlah lembaga survei. “Kita tidak berbicara dulu ya, nanti aja,” katanya.

Wartawan juga sempat menyinggung dukungan kepada pasangan Prabowo-Puan pada Pilpres 2024. Tetapi, bekas Danjen Kopassus itu tidak menjawab.

Sebelumnya, lembaga survei Indopol menyatakan Prabowo memiliki elektabilitas tertinggi dalam survei calon presiden yang dilakukan pada 19-27 November 2021. Posisi kedua ditempati Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, disusul Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini