Awkarin Diamuk ‘Si Cadel’ Denise Chariesta: Lu Kira Lu Siapa?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nama Denise Chariesta belakangan menjadi sorotan publik usai video TikTok dirinya viral. Cewek yang memanggil dirinya sendiri dengan sebutan ‘si cadel’ ini mengaku kaya dan menyombongkan diri nongkrong di mal mewah.

Aksi Denise ini juga dikomentari oleh Karin Novilda alias Awkarin. Awkarin membagikan ulang salah satu postingan Instagram dari akun @/guyonankekinian di InstaStory-nya.

Dalam postingan yang menampilkan video TikTok Denise itu, Awkarin menuliskan “WKWKWK BAZINGAN”.

Denise nampaknyatak terima dengan postingan Awkarin tersebut. Ia kemudian memberikan sindiran tajam pada Awkarin.

“Buat nih orang lu kira lu siape? Post foto sama bunga-bunga gue. Lu bukan artis say,” ujar Denise dikutip dari unggahan video akun @lambe_turah pada Jumat 23 Oktober 2020. “Enggak usah ikut-ikutan nge-post foto gue. Jaga tuh mulut, minggir lu,” sambungnya.

Sindiran Denise tersebut rupanya langsung ditanggapi oleh Awkarin. Alih-laih marah, Awkarin rupanya memilih menanggapi santai.

Awkarin bahkan menganggap lucu luapan kekesalan Denise. “WKWK siapa yang bilang gue artis. Lucu bgt sih Tante gumush,” tulis Awkarin.

Kolase unggahan Awkarin dan Denise ini pun viral. Beragam komentar memenuhi unggahan tersebut.

“Dia nih semakin di publish semakin menjadi-jadi. Jd mending gausa di up ajalah biar kebingungan nyari ide viral lainnya ?,” komentar @indrarm**nnnn.

“Yang punya latar belakang psikologi tolong obatin emmbiyaakk ini dong, ada kelainan keknya ?,” tulis @fikah**12.

“Dia ngga tau malu atau gimana ya,” kata @sucia***estarii.

“Orang juga tau yang mana selebgram yang mana tukang panjat,” tulis @ha**26_15.

“Briziiiik lu njir…ga gumoh ape die ngoming mulu…heraaannn…,” kata @adh**amor.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini