Ambyar! Imam Masjid Ini Kecewa Tahu Istrinya Seorang Pria, Nama Aslinya Ternyata Richard

Baca Juga

MATA INDONESIA, UGANDA – Tak pernah terbayangkan oleh seorang imam masjid asal Uganda bernama Sheikh Mohammed Mutumba bahwa istri yang dinikahi itu adalah seorang pria. Parahnya, istri jadi-jadian itu menikahinya karena ingin mencuri uangnya.

Mutumba menemukan kebenaran itu setelah istrinya tertangkap mencuri sebuah TV dari tetangga. Setelah digeledah oleh polisi barulah ketahuan bahwa istrinya adalah seorang pria.

Seorang polisi awalnya melakukan pencarian pada tersangka, mengira dia adalah seorang wanita, dan menemukan bahwa dia sebenarnya seorang pria. Mutumba diketahui sangat hancur untuk membicarakan insiden ini dan perlu konseling.

Menurut laporan media lokal di Kayunga, Mutumba yang terkejut istrinya adalah pria ini diskors dari tugasnya sebagai imam di masjid Kyampisi Noor.

Imam masjid berusia 27 tahun ini mengklaim bahwa ia tak berhubungan intim dengan ‘istrinya’ sejak dua minggu menikah. Sang istri mengaku pada Mutumba bahwa ia sedang menstruasi.

‘Istri’ Mutumba itu diketahui bernama Swabullah Nabukeera. Keduanya menikah dalam upacara tradisional Islam pada Desember 2019 lalu.

Namun, identitas asli istri Mutumba terungkap ketika Swabullah Nabukeera ditangkap karena pencurian satu set televisi dan pakaian dari tetangga sebelahnya.

Teman dan kolega mengatakan bahwa mereka juga tertipu oleh penipu, yang biasanya mengenakan jilbab. Amisi Kibunga, yang juga bekerja di masjid, mengatakan “Dia memiliki suara lembut yang manis dan berjalan seperti seorang wanita.”

Kibunga juga mengungkapkan bahwa Mutumba telah mengeluh empat hari setelah pernikahan bahwa pengantin barunya menolak menanggalkan pakaian saat mereka tidur.

Tersangka kemudian memberi tahu polisi bahwa nama aslinya adalah Richard Tumushabe dan dia mengakui dia menikahi Mutumba dalam upaya mencuri uang ulama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Kebijakan Fiskal Presiden Dorong Optimisme Dunia Usaha

Oleh: Hanif Putra )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa optimisme baru bagi dunia usahadan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasiekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global sekaligusmempercepat pertumbuhan nasional dalam beberapa tahun mendatang.Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam menyampaikan kerangkakebijakan fiskal dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuatkepercayaan publik dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikanbahwa arah pembangunan ekonomi nasional berada dalam kendali yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupabonus demografi, pasar domestik yang luas, serta kekayaan sumber dayaalam yang melimpah. Pemerintah memandang kombinasi tersebutmenjadi kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonominasional yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.Pemerintah Indonesia optimistis pasar domestik nasional memilikikapasitas yang sangat besar dan mampu menjadi penggerak utamapertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi masyarakat yang terus berkembang, pemerintah menilaiIndonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhanekonomi dunia.Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan ketangguhan ekonomiIndonesia melalui capaian ekspor sejumlah komoditas strategis sepanjang2025. Pemerintah mencatat minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduanbesi menjadi penyumbang devisa besar bagi negara dengan nilaimencapai lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai perdagangan global. Potensi ekonominasional juga dinilai masih sangat besar karena Indonesia memilikisumber daya strategis lain seperti nikel, tembaga, logam tanah jarang, minyak bumi, dan kekayaan maritim yang belum dimaksimalkansepenuhnya.Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuattata kelola ekonomi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan anggarannegara. Presiden Prabowo menilai peningkatan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto menjadi langkah penting agar kemampuan fiskal Indonesia semakin kuat dan mampu mendukungpembangunan jangka panjang.Pemerintah Indonesia juga mendorong upaya introspeksi nasional dalampengelolaan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia benar-benarmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah ini dinilaipenting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangiketergantungan terhadap tekanan ekonomi global.Arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden mendapat sambutanpositif dari kalangan parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PKS,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini