Rawat Korban Kecelakaan Bus di Ciater Subang, Pemkot Depok Gunakan BTT

Baca Juga

MATA INDONESIA, DEPOK – Pemerintah Kota Depok akan menggunakan biaya tidak terduga (BTT) untuk membayari perawatan korban kecelakaan bus pariwisata Purnamasari di Ciater Subang.

Bus itu ditumpangi kader posyandu Bojong Pondok Terong Citayam, Depok dan tidak bisa dikendalikan saat melewati jalan menurun setelah Tangkuban Parahu yang biasa disebut Turunan Emen.

“Bagi korban yang dirawat di RSUD Kota Depok otomatis gratis, sedangkan yang dirawat RSUI jika memang pasien ada BPJS maka bisa digunakan, jika belum punya maka menggunakan biaya tak terduga (BTT) kesehatan untuk perawatan sampai mereka sembuh,” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris usai melaksanakan shalat jenazah di Depok, Minggu.

Selain delapan orang meninggal dunia, kecelakan itu juga mengakibatkan korban luka berat dan sedang sebanyak 32 orang. Sisanya luka ringan. Jumlah seluruh penumpang bus itu diperkirakan 59 orang.

Sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, Wali Kota Depok Mohammad Idris melakukan shalat jenazah untuk mereka terlebih dahulu.

Pemerintah Kota Depok mengirimkan sembilan ambulans jenazah dan 15 ambulans untuk orang sakit ke lokasi kecelakaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

KPU Sleman Gelar PSU pada 24 Februari 2024 di 11 TPS, PPS dan PPK Dipilih Ketat

Mata Indonesia, Sleman - KPU Sleman segera menyelenggarakan pemungutan suara ulang (PSU) dan pemungutan suara lanjutan (PSL) sesuai rekomendasi sebelumnya. Ada 11 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bumi Sembada yang akan menjadi lokasi PSU dan PSL.
- Advertisement -

Baca berita yang ini