Pidato Presiden di Sidang Paripurna Perkuat Optimisme Ekonomi Indonesia

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah menjaga optimisme ekonomi nasional saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI.

Dalam sidang tersebut, Presiden memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Pidato Presiden dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan geopolitik dan geoekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Kepala Negara menyampaikan bahwa APBN bukan hanya dokumen keuangan, tetapi instrumen strategis untuk melindungi rakyat dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“APBN adalah wujud dari alat perjuangan kita sebagai bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat. Alat untuk memperkokoh dasar-dasar dan sendi-sendi ekonomi bangsa,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Presiden juga menekankan pentingnya pemerintah hadir langsung menjelaskan arah kebijakan ekonomi dan pengelolaan negara kepada masyarakat.

Menurutnya, kondisi global yang tidak menentu membutuhkan komunikasi yang kuat agar publik tetap memiliki keyakinan terhadap arah pembangunan nasional.

“Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” imbuhnya.

Selain menjaga stabilitas fiskal, pemerintah juga menegaskan fokus pembangunan tetap diarahkan pada ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi rakyat melalui pengelolaan fiskal yang sehat dan tepat sasaran.

Respons positif datang dari Bursa Efek Indonesia. Pejabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan optimisme terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah dan prospek pasar saham domestik ke depan.

“Kami optimistis,” kata Jeffrey usai menghadiri Sidang Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Menurutnya, optimisme tersebut didorong target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi serta komitmen pemerintah dalam memperkuat kemudahan investasi dan dunia usaha.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Iwan Setiawan, menilai langkah Presiden menyampaikan langsung KEM-PPKF RAPBN 2027 merupakan momentum penting dan jarang terjadi.

“Ini menandakan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar dan sangat serius terkait situasi ekonomi dan keuangan negeri ini,” ujarnya.

Ia berharap penyampaian langsung tersebut mampu menjaga kepercayaan publik dan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia, sekaligus mendorong masuknya investasi baru di tengah dinamika ekonomi global.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Baru Ekonomi Nasional Menguat Usai PidatoPresiden di DPR

Oleh: Dalia Kinanti )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 menjadi penanda penting arah barupembangunan ekonomi nasional. Kehadiran langsung Presiden untuk memaparkan kebijakan ekonomi dan fiskal memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjawab tantanganglobal sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan ekonomiIndonesia.Pemerintah Indonesia memandang situasi ekonomi global yang dipenuhiketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan tekanan terhadapnilai tukar sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan kebijakan yang terukur. Karena itu, Presiden Prabowo memilih menyampaikan langsungarah kebijakan ekonomi nasional agar publik memperoleh kepastianmengenai strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomiIndonesia selama tujuh tahun terakhir memang menunjukkanperkembangan positif. Namun, Presiden juga mengingatkan masih adanya persoalanmeningkatnya jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin sertamenurunnya kelas menengah dalam periode yang sama. Kondisi tersebutdinilai menjadi tanda bahwa arah pembangunan ekonomi perlu diperbaikiagar hasil pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.Pemerintah menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejarpertumbuhan angka makro. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhanekonomi mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat dayabeli masyarakat, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi seluruhlapisan masyarakat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti rendahnya rasio penerimaannegara terhadap produk domestik bruto dibandingkan sejumlah negara berkembang lain seperti India, Filipina, dan Meksiko. Pemerintahmemandang kondisi tersebut perlu dibenahi karena berdampak terhadapkemampuan negara dalam membiayai pembangunan nasional dan memperluas program kesejahteraan masyarakat.Pemerintah Indonesia menegaskan pembenahan tata kelola ekonomiharus dilakukan secara menyeluruh. Presiden Prabowo mengungkapadanya praktik oknum pelaku usaha yang tidak melaporkan keuntungansecara faktual dan memindahkan perusahaan ke luar negeri demi memperoleh keuntungan lebih besar. Pemerintah menilai praktik tersebutmenghambat optimalisasi penerimaan negara dan mengurangi manfaatekonomi bagi rakyat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti posisi Indonesia sebagaiprodusen utama sejumlah komoditas dunia yang belum sepenuhnyamemiliki kendali terhadap penentuan harga ekspor. Pemerintah menilaikondisi itu menjadi alasan penting untuk memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan memperkuatkemandirian ekonomi nasional.Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomitetap berpedoman pada Pasal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini