Presiden Prabowo Perintahkan Harga Pertalite, Biosolar, dan LPG 3 Kg Tetap Stabil

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan LPG 3 kg tetap stabil di tengah meningkatnya tekanan harga energi global sepanjang Juni 2026. Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

Keputusan tersebut diambil di tengah dinamika pasar energi internasional yang mengalami gejolak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia. Meski sejumlah produk energi nonsubsidi mengalami penyesuaian harga, pemerintah menegaskan bahwa Pertalite, Biosolar, dan LPG 3 kg tetap dipertahankan pada harga yang berlaku saat ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa tidak ada rencana kenaikan harga energi bersubsidi karena hal tersebut merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan, itu perintah Bapak Presiden. Tidak ada kenaikan,” ujar Bahlil

Pemerintah menilai stabilitas harga energi bersubsidi memiliki peran penting dalam menjaga konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan harga energi yang tetap terkendali, masyarakat diharapkan dapat mempertahankan aktivitas ekonomi dan produktivitas di tengah ketidakpastian global.

Pertamina Patra Niaga juga memastikan bahwa harga Pertalite tetap berada di level Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter. Sementara itu, harga LPG 3 kg juga tidak mengalami perubahan. Kepastian tersebut diberikan untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat serta mendukung stabilitas harga kebutuhan pokok lainnya.

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat pengelolaan subsidi energi agar tetap tepat sasaran. Langkah tersebut mencakup pengawasan distribusi, digitalisasi data penerima manfaat, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha penyalur energi.

Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menilai kebijakan menjaga stabilitas harga energi bersubsidi merupakan langkah penting dalam mempertahankan daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

“Ketika harga energi pokok dapat dijaga, maka risiko tekanan inflasi terhadap kelompok masyarakat berpendapatan rendah dan menengah juga dapat diminimalkan,” jelasnya.

Pemerintah optimistis kebijakan mempertahankan harga Pertalite, Biosolar, dan LPG 3 kg akan membantu menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Langkah tersebut juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan manfaat subsidi energi benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kebijakan yang terukur dan berpihak kepada rakyat, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal, ketahanan energi, dan perlindungan daya beli masyarakat. Dengan demikian, Indonesia diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan global tanpa mengganggu kesejahteraan masyarakat dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Intervensi Pasar Menjadi Instrumen Perlindungan Ekonomi Rakyat

*) Oleh : Jessica AnastasiaIntervensi pasar menjadi salah satu instrumen penting yang digunakan pemerintahuntuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi masyarakat dari berbagai gejolakyang dapat mengganggu daya beli. Dalam kondisi ekonomi global yang masih diwarnaiketidakpastian, fluktuasi harga komoditas, serta gangguan rantai pasok, peran negara dalam menjaga keseimbangan pasar semakin dibutuhkan. Intervensi pasar bukandimaksudkan untuk menghilangkan mekanisme pasar, melainkan memastikan bahwamasyarakat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. Langkah ini menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menjagakesejahteraan rakyat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah yang paling rentanterdampak oleh kenaikan harga barang dan jasa.Dalam praktiknya, intervensi pasar dilakukan melalui berbagai kebijakan yang bertujuanmenstabilkan harga dan menjamin ketersediaan barang kebutuhan masyarakat. Salah satu bentuk yang paling sering dilakukan adalah operasi pasar untuk menambahpasokan ketika terjadi kenaikan harga yang signifikan. Pemerintah juga dapatmenyalurkan cadangan pangan nasional, memberikan subsidi, mengatur distribusibarang strategis, hingga memperkuat pengawasan terhadap praktik penimbunan dan spekulasi. Langkah-langkah tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu mencegahterjadinya lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat serta menjaga agar aktivitas ekonomi tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan.Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bagi masyarakat, manfaatintervensi pasar dapat dirasakan secara langsung melalui stabilitas harga kebutuhanpokok. Ketika harga beras, minyak goreng, gula, atau komoditas penting lainnyamengalami kenaikan tajam, kelompok masyarakat berpendapatan rendah biasanyamenjadi pihak yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini