Arah Baru Ekonomi Nasional Menguat Usai PidatoPresiden di DPR

Baca Juga

Oleh: Dalia Kinanti )*

Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 menjadi penanda penting arah barupembangunan ekonomi nasional. 

Kehadiran langsung Presiden untuk memaparkan kebijakan ekonomi dan fiskal memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjawab tantanganglobal sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan ekonomiIndonesia.

Pemerintah Indonesia memandang situasi ekonomi global yang dipenuhiketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan tekanan terhadapnilai tukar sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan kebijakan yang terukur. Karena itu, Presiden Prabowo memilih menyampaikan langsungarah kebijakan ekonomi nasional agar publik memperoleh kepastianmengenai strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.

Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomiIndonesia selama tujuh tahun terakhir memang menunjukkanperkembangan positif. 

Namun, Presiden juga mengingatkan masih adanya persoalanmeningkatnya jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin sertamenurunnya kelas menengah dalam periode yang sama. Kondisi tersebutdinilai menjadi tanda bahwa arah pembangunan ekonomi perlu diperbaikiagar hasil pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

Pemerintah menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejarpertumbuhan angka makro. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhanekonomi mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat dayabeli masyarakat, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi seluruhlapisan masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti rendahnya rasio penerimaannegara terhadap produk domestik bruto dibandingkan sejumlah negara berkembang lain seperti India, Filipina, dan Meksiko. Pemerintahmemandang kondisi tersebut perlu dibenahi karena berdampak terhadapkemampuan negara dalam membiayai pembangunan nasional dan memperluas program kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Indonesia menegaskan pembenahan tata kelola ekonomiharus dilakukan secara menyeluruh. Presiden Prabowo mengungkapadanya praktik oknum pelaku usaha yang tidak melaporkan keuntungansecara faktual dan memindahkan perusahaan ke luar negeri demi memperoleh keuntungan lebih besar. Pemerintah menilai praktik tersebutmenghambat optimalisasi penerimaan negara dan mengurangi manfaatekonomi bagi rakyat.

Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti posisi Indonesia sebagaiprodusen utama sejumlah komoditas dunia yang belum sepenuhnyamemiliki kendali terhadap penentuan harga ekspor. Pemerintah menilaikondisi itu menjadi alasan penting untuk memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan memperkuatkemandirian ekonomi nasional.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomitetap berpedoman pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menempatkan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asaskekeluargaan. Pemerintah ingin memastikan prinsip kebersamaan, keadilan, keberlanjutan, dan kemandirian menjadi fondasi utamapembangunan nasional.

Pemerintah juga mulai mendorong penguatan sektor-sektor strategis yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Fokus pembangunan diarahkan pada ketahanan pangan, penguatanindustri nasional, pembangunan infrastruktur produktif, serta peningkatankualitas sumber daya manusia. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya bertumpu pada konsumsi, tetapi juga ditopang produktivitas nasional yang kuat.

Selain itu, pemerintah berupaya memperkuat ketahanan fiskal melaluipengelolaan anggaran yang lebih disiplin dan tepat sasaran. APBN diposisikan sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomisekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai daerah. Melalui kebijakan fiskal yang terukur, pemerintah ingin memastikanprogram prioritas nasional tetap berjalan tanpa mengganggu kesehatankeuangan negara.

Pemerintah Indonesia juga terus mendorong peningkatan investasisebagai bagian dari strategi memperluas lapangan kerja dan memperkuatpertumbuhan ekonomi jangka panjang. Penyederhanaan regulasi, percepatan hilirisasi, serta penguatan iklim usaha dinilai menjadi langkahpenting untuk menarik minat investor di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Iwan Setiawan, menilaipenyampaian langsung KEM-PPKF oleh Presiden merupakan momentum penting dan bersejarah karena sebelumnya agenda tersebut umumnyadiwakili menteri terkait. Menurutnya, langkah Presiden menunjukkankeseriusan pemerintah menghadapi tekanan ekonomi global dan pelemahan rupiah.

Iwan Setiawan memandang kehadiran langsung Presiden memberikanpesan kuat kepada publik dan pelaku usaha bahwa pemerintah tidakmenganggap remeh tantangan ekonomi nasional. Ia menilai pemerintahberupaya menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan investor melaluipenyampaian arah kebijakan yang lebih terbuka dan jelas.

Ekonom UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai pidatoPresiden memiliki arti penting dalam membangun kembali kepercayaanpublik terhadap kondisi fiskal nasional. Menurutnya, tantangan ekonomisaat ini tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan, tetapi juga menyangkut persepsi masyarakat terhadap masa depan ekonomiIndonesia.

Achmad menilai pasar sangat sensitif terhadap arah kebijakan fiskalpemerintah. Karena itu, ia memandang kehadiran langsung Presidenmampu memberikan kepastian bahwa pengelolaan ekonomi nasionalberada dalam kendali yang kuat dan terkoordinasi.

Achmad juga melihat pemerintah sedang berupaya menciptakankeseimbangan antara menjaga stabilitas ekonomi dan memperluasprogram kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kepastian arahkebijakan menjadi faktor penting dalam menjaga optimisme pelaku usahadan mendorong investasi tetap bergerak positif.

Pemerintah Indonesia dinilai berhasil menunjukkan bahwa pembangunanekonomi nasional dijalankan dalam satu visi besar yang terarah. Melaluipidato tersebut, pemerintah memperlihatkan tekad membangun ekonomiyang lebih mandiri, berkeadilan, dan mampu bertahan menghadapitekanan global.

Arah kebijakan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dinilaimenjadi fondasi penting dalam memperkuat kepercayaan publik sekaligusmenjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

*) Pengamat Strategi Ekonomi Nasional

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Tegaskan APBN Jadi Fondasi Perlindungan Ekonomi Rakyat

Mata Indonesia, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi fondasi utama dalam menjaga...
- Advertisement -

Baca berita yang ini