Paling Populer

Berita Terkini

Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,5 Persen

Mata Indonesia, JAKARTA — Pemerintah menyatakan optimisme terhadap kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa...

Ekonom: Meski Sulit, Ekonomi RI Masih Bisa Tumbuh Di Atas Proyeksi...

Mata Indonesia, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dinilai masih berpotensi berada di atas proyeksi Bank Dunia, meskipun sulit menembus level lima persen...

Belanja Negara Ekspansif Dinilai Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Mata Indonesia, JAKARTA — Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada triwulan I 2026 dinilai memberikan sinyal positif bagi perekonomian nasional. Peningkatan belanja...

Hilirisasi Dinilai Jadi Jalan Kemandirian Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja

Mata Indonesia, Jakarta - Kebijakan hilirisasi mineral kian mengukuhkan posisinya sebagai strategi utama dalam mendorong kemandirian ekonomi nasional sekaligus membuka peluang besar bagi penciptaan...

Pakar Sebut Ekonomi RI Tahan Guncangan Global, Permintaan Domestik Jadi Andalan

Mata Indonesia, JAKARTA — Di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan tekanan ekonomi dunia, perekonomian Indonesia dinilai tetap tangguh dengan ditopang kuatnya permintaan...

Pilihan Editor

MBG dan Fondasi Baru Pendidikan Berkualitas di Indonesia

Oleh: Dina Humaira S. )*Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin memperkuat langkah pemerintah dalam mewujudkan pendidikan berkualitas di Indonesia. Program ini dirancang tidak hanya untuk...

Target Terukur dan Bisa Dibuktikan, Presiden Janjikan Pembangunan 1.000 Desa Nelayan

Mata Indonesia, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membangun 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sepanjang 2026. Program ini menjadi salah satu...

Banyak Pihak Persoalkan Narasi Seruan Pemakzulan, Kritik Tanpa Solusi Dinilai Kontraproduktif

Oleh: Rizky Ananta PrakosoBerbagai elemen masyarakat hingga jajaran elit politik mempersoalkan narasi kontroversial yang terlontar dari lisan Saiful Mujani terkait upaya penggulingan Presiden RI Prabowo Subianto. Pernyataan...

Rumah Subsidi dalam Kerangka Kebijakan Perumahan Inklusif

*) Oleh: Andi IbrahimPemerintah Indonesia terus memperkuat arah kebijakan pembangunan perumahan melalui pendekatan yang semakin inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Di tengah dinamika perkotaan yang terus berkembang, kebutuhan akanhunian layak dijawab dengan langkah-langkah konkret yang terencana dan berkelanjutan. Negara hadir dengan solusi inovatif yang tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan lahan, tetapi juga memastikan akses kepemilikan rumah tetap terbukabagi masyarakat berpenghasilan rendah.Pemerintah melalui Kementerian PKP menyiapkan kebijakan rumah susun subsidi yang lebih inklusif dan berpihak pada masyarakat. Kebijakan ini dirancang sebagaiupaya sistematis untuk memperluas akses hunian layak di kawasan perkotaan yang selama ini menghadapi tekanan urbanisasi tinggi. Dengan memaksimalkanpemanfaatan ruang vertikal, pemerintah tidak hanya menjawab keterbatasan lahan, tetapi juga mendorong efisiensi pembangunan kota. Selain itu, pendekatan inklusifmemastikan bahwa kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan tetapmemiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan hunian. Dalam kerangka ini, rumah subsidi tidak lagi sekadar program bantuan, tetapi menjadi bagian daritransformasi tata kota yang berkelanjutan.Lebih lanjut, Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa penyusunan kebijakanini dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Keterlibatan sejumlah pihak menciptakan ekosistem kebijakan yang lebih responsifdan adaptif terhadap kebutuhan lapangan. Dalam rancangan tersebut, pemerintahmenghadirkan terobosan signifikan, termasuk skema pembiayaan dengan tenor panjang hingga tiga dekade serta suku bunga yang dijaga tetap rendah. Skema inimemberikan ruang bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mengaksespembiayaan secara lebih realistis dan berkelanjutan. Di sisi lain, penerapan sistempembangunan berbasis inden yang didukung sektor perbankan dan pengembangmemperkuat kepastian pasokan hunian di masa depan.Tidak berhenti pada aspek pembiayaan dan pembangunan, kebijakan ini juga memperhatikan dimensi keberlanjutan hunian secara menyeluruh. Pemerintahmenempatkan biaya pengelolaan lingkungan, tarif listrik, dan air sebagai bagianintegral dari perencanaan kebijakan. Hal ini menunjukkan bahwa akses terhadaphunian tidak hanya diukur dari kemampuan membeli, tetapi juga kemampuanmempertahankan kualitas hidup di dalamnya. Dengan mempertimbangkan daya belimasyarakat secara komprehensif, kebijakan ini berupaya mencegah munculnyabeban baru pascakepemilikan hunian. Pendekatan ini mempertegas bahwaperumahan inklusif harus mencakup seluruh siklus kehidupan hunian, dari akses awalhingga keberlanjutan jangka panjang.Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, memandang kebijakan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitashunian masyarakat secara nasional. Perspektif ini relevan mengingat persoalanperumahan tidak hanya berkaitan dengan jumlah unit, tetapi juga kualitas dan kelayakan hunian. Melalui kebijakan rusun subsidi yang lebih inklusif, pemerintahdiharapkan mampu mempercepat pengurangan backlog perumahan yang selama inimenjadi tantangan struktural. Selain itu, penyediaan hunian yang layak dan terjangkauakan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengandemikian, kebijakan ini tidak hanya menyelesaikan masalah fisik, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan manusia secara menyeluruh.Di sisi lain, implementasi kebijakan perumahan inklusif tidak dapat dilepaskan daripentingnya kolaborasi lintas sektor. Gubernur Banten, Andra Soni, menekankanbahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta menjadi kuncidalam menyelesaikan persoalan perumahan secara komprehensif. Kolaborasi inimemungkinkan optimalisasi sumber daya sekaligus mempercepat realisasi program di lapangan. Dalam konteks ini, kehadiran program tersebut menjadi pelengkap pentingyang memperluas jangkauan intervensi pemerintah....

MBG dan Peran Strategis dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Oleh : Andika Pratama *)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir tidak hanya sebagai kebijakan sosial untukmeningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga sebagai instrumen strategis yang mampumendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan. Dalam konteks pembangunan yang semakin menuntut integrasi antara aspek sosial dan ekonomi, MBG menjadi contoh konkretbagaimana intervensi pemerintah dapat menciptakan efek berganda yang luas, mulai daripeningkatan kesejahteraan masyarakat hingga penguatan sektor riil. Program ini menunjukkanbahwa investasi pada sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi dapat berjalan beriringandengan upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.Dari perspektif fiskal dan makroekonomi, MBG memiliki potensi besar dalam menciptakanlapangan kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewamenilai bahwa program ini mampu menyerap hingga satu juta tenaga kerja, sebuah angka yang mencerminkan dampak signifikan terhadap pasar tenaga kerja nasional. Dengan menggunakanpendekatan perhitungan yang lazim digunakan Badan Pusat Statistik, setiap pertumbuhanekonomi sebesar satu persen berpotensi menyerap sekitar 450 ribu tenaga kerja. Dengandemikian, implementasi MBG yang optimal dapat memberikan kontribusi nyata terhadappenurunan tingkat pengangguran sekaligus meningkatkan produktivitas nasional. Meskipunterdapat dinamika perpindahan tenaga kerja dari sektor lain, kontribusi bersih terhadappertumbuhan ekonomi tetap diperkirakan berada di atas satu persen, sebuah capaian yang tidakdapat dipandang sebelah mata dalam kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.Lebih jauh, MBG juga berfungsi sebagai penggerak utama dalam menciptakan permintaandomestik yang stabil dan berkelanjutan. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RachmatPambudy menegaskan bahwa program ini merupakan game changer dalam mendorongpertumbuhan ekonomi nasional, karena tidak hanya menyasar aspek konsumsi, tetapi juga memperkuat sisi produksi secara simultan. Pernyataan tersebut mencerminkan adanya pergeseranparadigma pembangunan, dari sekadar menjaga ketahanan pangan menuju kedaulatan panganyang lebih komprehensif dan berorientasi jangka panjang.Melalui MBG, pemerintah turut menciptakan pasar yang pasti bagi produk-produk pangan, khususnya dari sektor peternakan dan pertanian, sehingga memberikan kepastian usaha bagi para pelaku ekonomi di sektor tersebut. Dampak berantai dari kebijakan ini tidak hanya meningkatkanpendapatan produsen lokal, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi domestik secarakeseluruhan, mulai dari hulu hingga hilir, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhanekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.Permintaan besar yang dihasilkan oleh program ini, seperti kebutuhan tambahan susu dan dagingsapi dalam jumlah signifikan hingga beberapa tahun ke depan, menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan investor. Stabilitas permintaan ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan pelakupasar, tetapi juga mendorong ekspansi produksi, investasi baru, serta inovasi dalam sektorpertanian dan peternakan. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan memperkuat struktur ekonominasional dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor dan meningkatkan nilai tambahdomestik.Selain itu, MBG turut mendorong transformasi sektor peternakan yang selama ini masihdidominasi oleh peternak skala kecil dengan produktivitas yang relatif rendah. Melalui program ini, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas dan skala produksi dengan melibatkan berbagaipemangku kepentingan, termasuk sektor swasta dan akademisi. Inisiatif pengembangan ternakberbasis teknologi genomik, seperti sapi unggul yang lebih produktif dan tahan terhadappenyakit, menunjukkan bahwa MBG tidak hanya berfokus pada output jangka pendek, tetapijuga...

MATA MILENIAL INDONESIA TV

Viral

Gaya Hidup